CEO Federasi Ski dan Snowboard Internasional, Urs Lehmann memperingatkan bahwa mencairnya gletser dan berkurangnya salju dapat berdampak buruk pada olahraga musim dingin.
"Ternyata, dunia olahraga salju, tidak hanya di tingkat kompetitif, tapi juga bagi seluruh komunitas yang berada di sekitar resor ski, termasuk yang pertama kali merasakan dampak buruk ini secara langsung," ujar Lehmann, dilansir dari Daily Mail.
Krisis iklim dinilai mengacaukan penyelenggaran Olimpiade Musim Dingin di Milan dan Cortina d'Ampezzo di Pegunungan Alpen.
Beberapa minggu sebelum olimpiade tersebut digelar, suhu berada sedikit di atas titik beku dan cuaca kering melanda timur laut Italia, yang membatasi tutupan salju.
Bahkan, salju buatan tidak memberikan banyak solusi dan jalur ski menjadi berlumpur.
Baca juga: Pakar Ungkap Peran Hutan dan Iklim Mikro untuk Kurangi Risiko Banjir Bandang
Penyelenggara olimpiade mengakui mengalami "masalah teknis" dalam produksi salju buatan karena masalah dengan pasokan air. Sekitar 90 persen jalur ski di Italia sudah bergantung pada salju buatan untuk memastikan distribusi yang merata.
Sebelumnya, curah salju di Pegunungan Alpen menurun hingga 34 persen dalam dalam 100 tahun terakhir. Ilmuwan dari pusat penelitian Eurac di Italia menyatakan, fenomena tersebut disebabkan karena krisis iklim.
Studi terbaru yang diterbitkan di International Journal of Climatology menunjukkan, menganalisis data curah salju musiman serta curah hujan dari 46 lokasi di Pegunungan Alpen, dari Perancis hingga Slovenia.
"Terdapat tren negatif yang nyata terkait curah salju di Pegunungan Alpen. Secara khusus, penurunan yang signifikan diamati setelah tahun 1980. Tanggal ini juga bertepatan dengan peningkatan suhu yang sama tajamnya,” ujar ahli meteorologi Lingkungan di Eurac sekaligus penulis utama studi, Michele Bozzoli.
Baca juga: Krisis Iklim Picu Kematian Pohon Massal di Hutan Australia
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya