Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Banjir Sumatera, United Tractors Salurkan Bantuan untuk Pemulihan Pasca-bencana

Kompas.com, 8 Januari 2026, 15:36 WIB
Manda Firmansyah,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Grup PT United Tractors Tbk (UT) menyalurkan bantuan penanganan banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

 Grup UT disebut mengerahkan sumber daya dan dukungan secara berkelanjutan untuk membantu percepatan pemulihan di wilayah terdampak.

Baca juga:

"UT bersama seluruh entitas dalam grup senantiasa memberikan dukungan secara maksimal sejak tahap awal penanganan bencana, dan terus berlanjut memberikan bantuan hingga saat ini," ujar Head of Corporate Communications and Sustainability Division, Dianwahyu Sri Purnomo dalam keterangan tertulis, dilansir Kamis (8/1/2026).

"Fokus kami adalah memastikan bantuan tersalurkan secara optimal, agar masyarakat di wilayah terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitasnya," tambah dia.

United Tractors salurkan bantuan untuk banjir Sumatera

Dari mendirikan posko bantuan hingga menerjunkan relawan

Hingga saat ini, Grup UT telah mendirikan 17 posko bantuan yang tersebar di sejumlah titik strategis di wilayah terdampak.

Grup UT juga mengerahkan 31 unit alat berat, 14 unit sarana transportasi darat, serta 1 unit helipkopter untuk mendukung kelancaran mobilisasi dan distribusi bantuan.

Bahkan, Grup UT juga menerjunkan relawan dari karyawannya dan Emergency Response Team (ERT) untuk mendukung pelaksanaan penyaluran bantuan.

Grup UT menyalurkan bantuan logistik yang terdiri dari 792 paket sembako, 300 paket hygiene, serta perlengkapan bayi dan layanan kesehatan yang telah menjangkau lebih dari 1.300 penerima manfaat.

Baca juga:

Suasana hari pertama masuk sekolah di SD Negeri 01 Percontohan, Kampung Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026)KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Suasana hari pertama masuk sekolah di SD Negeri 01 Percontohan, Kampung Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026)

Grup UT juga menyalurkan lebih dari 150.000 paket makanan siap saji, 612 unit peralatan sekolah, dan 20 set peralatan dapur.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara terkoordinasi di berbagai wilayah terdampak.

Penyaluran bantuan ke Provinsi Sumatera Barat difokuskan di Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi. UT cabang Padang juga mendukung penyaluran bantuan tersebut dengan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Sementara itu, di Sumatra Utara, bantuan Grup UT disalurkan ke wilayah Sibolga dan Tapanuli.

Bantuan itu juga menjangkau sejumlah daerah terdampak lainnya di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Langsa, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang.

Baca juga: 

Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak dan memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. 

Perusahaan ini berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, serta lembaga kemanusiaan agar penyalurkan bantuan berlangsung tepat sasaran. 

Diharapkan penyaluran bantuan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.

Sebagai informasi, Grup UT terdiri dari PT Pamapersada Nusantara (PAMA), PT Agincourt Resources (PTAR), PT United Tractors Pandu Engineering (UTPE), PT Bina Pertiwi (BP), PT Traktor Nusantara (Traknus), dan PT Komatsu Remanufacturing Asia (KRA).

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Kawasan Keanekaragaman Hayati Dunia Terancam, 85 Persen Vegetasi Asli Hilang
Kawasan Keanekaragaman Hayati Dunia Terancam, 85 Persen Vegetasi Asli Hilang
LSM/Figur
Hiper-Regulasi dan Lemahnya Riset Hambat Pengembangan Energi di Indonesia
Hiper-Regulasi dan Lemahnya Riset Hambat Pengembangan Energi di Indonesia
Pemerintah
B50 Dinilai Punya Risiko Ekonomi, IESR Soroti Beban Subsidi
B50 Dinilai Punya Risiko Ekonomi, IESR Soroti Beban Subsidi
LSM/Figur
Studi Ungkap Dampak Pemanasan Global pada Pohon, Tumbuh Lebih Lambat
Studi Ungkap Dampak Pemanasan Global pada Pohon, Tumbuh Lebih Lambat
LSM/Figur
AS Keluar dari UNFCCC, RI Perlu Cari Alternatif Pembiayaan Transisi Energi
AS Keluar dari UNFCCC, RI Perlu Cari Alternatif Pembiayaan Transisi Energi
LSM/Figur
BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan
BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan
Pemerintah
AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Pakar Sebut Indonesia Cari Alternatif Dana Transisi Energi
AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Pakar Sebut Indonesia Cari Alternatif Dana Transisi Energi
LSM/Figur
Polutan Ganggu Kesehatan Burung Laut, Ini Dampak Merkuri dan PFAS
Polutan Ganggu Kesehatan Burung Laut, Ini Dampak Merkuri dan PFAS
LSM/Figur
Krisis Iklim Ancam Juhyo, Fenomena Monster Salju di Jepang
Krisis Iklim Ancam Juhyo, Fenomena Monster Salju di Jepang
Pemerintah
Bahaya Bakar Plastik untuk Rumah Tangga, Ahli Jelaskan Dampaknya
Bahaya Bakar Plastik untuk Rumah Tangga, Ahli Jelaskan Dampaknya
LSM/Figur
Pertanian Ancam Ekosistem Terbesar Dunia, 26 Persen Spesies Hilang
Pertanian Ancam Ekosistem Terbesar Dunia, 26 Persen Spesies Hilang
Pemerintah
325.000 Hektare Perairan Wetar Barat Resmi jadi Kawasan Konservasi
325.000 Hektare Perairan Wetar Barat Resmi jadi Kawasan Konservasi
LSM/Figur
AS Keluar dari UNFCCC, PBB Ingatkan Dampak Kebijakan Trump
AS Keluar dari UNFCCC, PBB Ingatkan Dampak Kebijakan Trump
Pemerintah
INDEF: Tanpa Perbaikan Ketenagakerjaan, Program MBG Berisiko Jadi Beban Antar-Generasi
INDEF: Tanpa Perbaikan Ketenagakerjaan, Program MBG Berisiko Jadi Beban Antar-Generasi
LSM/Figur
Fenomena Plastik Berminyak di Pantai, Disebut akibat Minyak Tumpah di Laut
Fenomena Plastik Berminyak di Pantai, Disebut akibat Minyak Tumpah di Laut
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau