Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meta Gandeng TerraPower Bangun 8 Reaktor Nuklir Canggih di AS

Kompas.com, 12 Januari 2026, 17:48 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber ESG Today

KOMPAS.com - Meta, pemilik Facebook, Instagram, dan WhatsApp bekerja sama dengan perusahaan teknologi nuklir TerraPower untuk membangun delapan reaktor nuklir canggih di Amerika Serikat.

Dilansir dari ESG Today, Senin (12/1/2026), fasilitas nuklir tersebut memanfaatkan teknologi Natrium milik TerraPower, yang mendukung kebutuhan energi Meta sekaligus sebagai sumber energi bebas karbon berkapasitas 2,4 gigawatt (GW).

Presiden dan CEO TerraPower, Chris Levesque mengatakan reaktor nuklir canggih harus digunakan untuk mengatasi lonjakan permintaan energi. Perusahaan tersebut tengah memulai pembangunan proyek nuklir canggih berskala komersial pertama di AS, yang diperkirakan selesai pada 2030 mendatang.

"Perjanjian dengan Meta ini dirancang untuk mendukung penyebaran cepat teknologi Natrium kami yang menyediakan daya yang andal, fleksibel, dan bebas karbon yang dibutuhkan negara kami," ujar Levesque.

Baca juga: PR Besar Temukan Cara Aman Buang Limbah Nuklir, Iodin-129 Bisa Bertahan 15 Juta Tahun

Sistem Natrium perusahaan dirancang agar terintegrasi ke dalam jaringan listrik dengan tingkat energi terbarukan yang bervariasi dan menggabungkan reaktor cepat natrium sebesar 345 megawatt (MW). Nantinya, sebagian besar pasokan energi disimpan di sistem penyimpanan energi garam cair lalu disalurkan ke dalam ke jaringan listrik.

Levesque menyebut, sistem penyimpanan internal setiap pembangkit juga meningkatkan pasokan energi hingga 500 MW selama lebih dari lima jam.

Berdasarkan perjanjian baru ini, Meta bakal menyediakan pendanaan untuk mendukung pengembangan pembangkit Natrium, dimulai dengan pengembangan awal dua unit Natrium baru. Selain itu, Meta menerima hak atas energi serta enam unit tambahan. Unit tambahan tersebut diperkirakan tiba paling cepat pada 2032.

“Meta berkomitmen untuk mendukung solusi energi inovatif yang dapat memberikan daya yang andal, terukur, dan bersih untuk operasi kami dan komunitas yang kami layani," ungkap Direktur Energi Global Meta, Urvi Parekh.

Baca juga: Respons Laporan ESDM soal Capaian Bauran EBT, IESR: Hanya Bertambah 1,3 GW

Pada akhir 2024, Meta mengumumkan peluncuran permintaan proposal atau request for proposal (RFP) untuk pengembang energi nuklir di AS guna menyediakan kapasitas nuklir baru, dengan target penambahan antara 1 hingga 4 GW pembangkit nuklir baru, yang pengirimannya akan dimulai awal 2030-an.

Sementara, di awal tahun lalu Meta bersama perusahaan-perusahaan termasuk raksasa teknologi seperti Amazon dan Google yang sepakat mendukung tujuan melipatgandakan kapasitas energi nuklir global hingga tiga kali lipat pada 2050.

"Perjanjian dengan TerraPower ini hasil dari proses RFP nuklir Meta, yang mengidentifikasi pengembang energi nuklir terkemuka untuk membantu kami memajukan tujuan energi kami, menandai langkah maju yang signifikan dalam memajukan teknologi nuklir generasi berikutnya," imbuh dia.

Pengumuman kerja sama itu merupakan langkah terbaru dari serangkaian tindakan Meta beralih ke tenaga nuklir guna mengatasi kebutuhan peningkatan produksi listrik yang cepat dalam mengakomodasi pertumbuhan kapasitas pusat data berbasis AI dan konsumsi daya.

Di samping itu, mengurangi dampak emisi dari operasional perusahaan.

Meta telah menetapkan target mencapai emisi nol bersih di seluruh rantai nilainya pada 2030, dan berupaya menggunakan 100 persen listrik di pusat data maupun kantornya dengan energi terbarukan.

Meski demikian, dalam Laporan Keberlanjutan tahun 2024 Meta menyatakan target Net Zero pada 2030 akan sulit ditempuh meski operasional perusahaannya telah mempertahankan emisi nol bersih.

"Tantangan untuk mencapai tujuan keberlanjutan kami, mengingat peningkatan permintaan energi dan sumber daya yang didorong oleh AI bukanlah hal yang unik bagi Meta," kata Meta dalam laporan itu.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau