KOMPAS.com – Pemulihan harga berjangka kopi robusta masih berlangsung seiring dampak banjir bandang di Sumatera dan penundaan penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR).
Pada perdagangan Selasa (23/12/2025), harga robusta tercatat masih melanjutkan tren pemulihan.
Curah hujan tinggi yang dipicu oleh siklon tropis Senyar dilaporkan telah merusak lebih dari sepertiga perkebunan kopi Arabika di wilayah utara Sumatera. Meski demikian, ekspor kopi robusta relatif tidak terdampak signifikan karena jenis tanaman ini dinilai lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dibandingkan Arabika.
Baca juga: Dampak Perubahan Iklim: Sudah Telat Selamatkan Kopi, Cokelat, dan Anggur
Sementara itu, ketidakpastian cuaca juga membayangi wilayah penghasil kopi Arabika di Brasil. Data Climatempo menunjukkan bahwa curah hujan di Minas Gerais pada pekan lalu mencapai 76 persen dari rata-rata historis. Meski hujan tidak merata, laporan Itaú BBA menyebutkan bahwa fase pembungaan kopi Arabika di kawasan tersebut masih berlangsung dengan baik.
“Jika prakiraan curah hujan yang memadai pada kuartal pertama 2026 terkonfirmasi dan mampu memastikan pengisian biji kopi secara optimal, maka ada potensi peningkatan produksi Arabika Brasil serta bertambahnya surplus antara produksi dan konsumsi global,” tulis laporan tersebut, seperti dikutip dari Comunicaffe, Senin (12/1/2026).
Namun sebelum itu, pasokan dan ekspor kopi Brasil diperkirakan masih terbatas.
Dari sisi pasar berjangka, laporan Commitment of Traders terbaru menunjukkan bahwa pelaku spekulatif non-komersial di pasar Arabika New York mengurangi posisi beli bersih sebesar 17,24 persen selama pekan perdagangan hingga Selasa (16/12/2025). Posisi beli tercatat menjadi 18.870 lot atau setara 5.349.561 kantong kopi.
Pada periode yang sama, sektor komersial memegang posisi jual bersih sebesar 55.060 lot atau setara 15.609.266 kantong. Reksa dana Nature Managed Money Fund juga memangkas posisi net long jangka pendek sebesar 9,70 persen menjadi 34.020 lot.
Sebaliknya, Nature Index Fund jangka panjang justru menambah posisi net long tipis sebesar 0,04 persen menjadi 35.619 lot.
Adapun aktivitas perdagangan menjelang libur akhir tahun berlangsung terbatas. Pasar London beroperasi dengan jam perdagangan lebih pendek pada Rabu (24/12/2025), sementara pasar New York dan London tutup pada Kamis (25/12/2025).
Perdagangan kopi Arabika di ICE berlangsung terbatas pada Jumat (26/12/2025), dan kedua pasar kembali dibuka pada Senin (29/12/2025).
Di sisi regulasi, Uni Eropa menerbitkan Peraturan 2025/2650 pada Selasa (23/12/2025) yang merevisi ketentuan EUDR. Revisi tersebut bertujuan menyederhanakan implementasi serta memastikan kesiapan operator, pedagang, dan otoritas terkait.
Salah satu poin utama revisi adalah penundaan penerapan penuh EUDR hingga 30 Desember 2026, dengan tambahan masa transisi enam bulan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Peraturan baru itu juga mewajibkan Komisi Eropa melakukan kajian penyederhanaan dan menyampaikan laporan evaluasi dampak serta beban administratif EUDR paling lambat 30 April 2026. Jika diperlukan, hasil kajian tersebut dapat diikuti dengan usulan legislasi baru.
Sebelumnya, Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari menyampaikan bahwa banjir bandang telah menghancurkan sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pemerintah, kata dia, memprioritaskan penyaluran bantuan sandang, pangan, dan papan sebelum melakukan pendataan kerusakan lahan pertanian.
Baca juga: Dampak Perubahan Iklim di Brasil Sebabkan Harga Kopi Dunia Naik Tajam
Endang menyesalkan rusaknya lahan perkebunan kopi di Aceh yang sebelumnya telah menembus pasar ekspor. Ia menilai pemerintah perlu membantu rehabilitasi perkebunan kopi milik petani kecil agar produksi kopi unggulan daerah tersebut dapat pulih.
Ia juga menyebutkan bahwa Kementerian Pertanian telah menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke wilayah terdampak. Namun, Endang mengusulkan agar pemerintah menyediakan bengkel perbaikan alsintan yang rusak akibat banjir.
“Diperlukan alat pertanian yang baru, dan yang lama perlu diperbaiki melalui bengkel-bengkel. Jangan sampai aset bernilai triliunan rupiah itu hilang begitu saja,” ujar Endang di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya