Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Delta Sungai di Dunia Tenggelam Lebih Cepat, Jutaan Orang Terancam Banjir

Kompas.com, 15 Januari 2026, 20:35 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

3 faktor penyebab cepatnya delta sungai tenggelam

Tim peneliti juga meneliti data mengenai tiga tekanan utama yang disebabkan manusia terkait penurunan permukaan delta sungai

Ketiganya adalah pengambilan air tanah, perubahan sedimen, dan perluasan kota, untuk menentukan mana yang memiliki dampak terbesar pada penurunan tanah di delta.

Bendungan, tanggul, dan rekayasa sungai di hulu dapat mengurangi pengiriman sedimen yang seharusnya membantu delta membangun atau mempertahankan ketinggiannya.

Sementara itu, perluasan kota memberikan beban lebih besar pada permukaan delta dan sering kali meningkatkan permintaan air, yang mana secara tidak langsung dapat meningkatkan pengurasan air tanah.

Baca juga:

Pengambilan air tanah berpengaruh paling kuat

Di antara faktor-faktor tersebut, pengambilan air tanah memiliki pengaruh keseluruhan yang paling kuat, tetapi beberapa delta lebih dipengaruhi oleh perubahan sedimen dan perluasan perkotaan, demikian temuan para peneliti.

Pusat data, yang menggunakan sejumlah besar air untuk pendinginan, dapat berkontribusi pada masalah ini.

"Studi kami menunjukkan bahwa pengambilan air tanah adalah pendorong utama penurunan permukaan tanah yang cepat di banyak delta sungai, dan fasilitas yang intensif air seperti pusat data dapat memperburuk risiko ini jika mereka bergantung pada pasokan air lokal," kata Shirzaei.

Di wilayah yang sudah rentan seperti delta Mekong, peningkatan permintaan air dapat mempercepat penurunan permukaan tanah, melemahkan sistem drainase dan perlindungan banjir, serta memperpendek umur infrastruktur penting.

"Tidak seperti kenaikan permukaan laut global, penurunan permukaan tanah yang disebabkan oleh manusia dapat diatasi secara lokal melalui pengaturan air tanah, pengisian ulang akuifer yang terkelola, dan pengelolaan sedimen," tutur Shirzaei.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau