Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UNIDO Sebut Kawasan Industri Jadi Kunci Hilirisasi dan Transisi Hijau Indonesia

Kompas.com, 17 Januari 2026, 20:48 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

MALUKU UTARA, KOMPAS.com - United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) berpendapat, kawasan industri menjadi kunci hilirisasi serta transisi hijau di Indonesia.

Managing Director of the Directorate of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development UNIDO, Ciyong Zou menuturkan, hal tersebut berkaitan dengan besarnya potensi mineral kritis di dalam negeri.

Baca juga: 

"Dalam kasus Indonesia, saya pikir pemerintah Anda menaruh banyak penekanan pada industri hilir karena Anda memiliki mineral kritis yang melimpah. Tetapi Anda ingin nilai tambahnya dibuat di sini di dalam negeri," kata Zou dalam diskusi di Wisma Tsingshan, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Sabtu (17/1/2026).

UNIDO sebut kawasan industri kunci transisi hijau di Indonesia

Kawasan industri jadi lokasi tepat untuk menarik investor

Presidir IWIP, Kevin He (kiri) dan Managing Director of the Directorate of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development UNIDO, Ciyong Zou (kanan), dalam diskusi di Maluku Utara, Jumat (16/1/2026).KOMPAS.com/ZINTAN Presidir IWIP, Kevin He (kiri) dan Managing Director of the Directorate of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development UNIDO, Ciyong Zou (kanan), dalam diskusi di Maluku Utara, Jumat (16/1/2026).

Zou menjelaskan, kebijakan hilirisasi memberikan insentif bagi investor membangun rantai pasok dan ekosistem industri, khususnya baterai kendaraan listrik atau battery electric vehicle (BEV).

Pabrik BEV di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), misalnya, tengah dibangun sebagai bagian dari hilirisasi nikel.

Kawasan industri, menurut Zou, turut menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, sekaligus mendorong penerapan pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Director Division of Circular Economy and Green Industry UNIDO, Smail Alhilali menyatakan bahwa kawasan industri merupakan lokasi yang tepat untuk menarik investor. 

"Kawasan industri bukan hanya area di mana kita memiliki industri penyewa, tetapi juga tentang infrastruktur, akses, energi, utilitas, serta hubungan antara kawasan industri dengan kota. Karena para pekerja akan datang dari kota, dan inilah yang disebut UNIDO sebagai simbiosis industri-perkotaan," papar Smail.

Smail menilai, transisi industri hijau bergantung pada ketersediaan mineral kritis berupa tembaga, nikel, kobalt, dan litium.

Maka dari itu, Indonesia yang menjadi produsen nikel terbesar global berperan dalam mendukung upaya tersebut.

"Tentu saja, apa yang kami inginkan juga kita perlu beralih dari bahan bakar fosil," ucap dia.

Baca juga:

Kerja sama dengan IWIP

Fero nikel di kawasan IWIP, Maluku Utara, Kamis (15/1/2026). KOMPAS.com/ZINTAN Fero nikel di kawasan IWIP, Maluku Utara, Kamis (15/1/2026).

Adapun IWIP ditetapkan sebagai kawasan percontohan pengelolaan kawasan industri nikel berkelanjutan, melalui kerja sama Tsingshan Holding Group dengan UNIDO.

Presiden Direktur IWIP, Kevin He menuturkan, kerja sama bertujuan memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di perusahaan yang dipimpinnya.

IWIP dan UNIDO lantas sepakat menyusun indikator kawasan industri berkelanjutan.

"Kami sudah berada di sini selama tujuh tahun, dan sekarang kami melakukan banyak hal untuk program CSR (Corporate Social Responsibility) dan kegiatan ESG untuk masyarakat. Namun, seperti yang Anda ketahui, kami masih memiliki banyak tekanan dan banyak konflik," jelas Kevin.

"Jadi bagaimana mendefinisikan bahwa kami telah memberikan ESG yang baik atau memberikan program CSR yang baik, bagaimana menemukan tolok ukurnya untuk masa depan, itulah sebabnya kami mengundang UNIDO untuk memberi kami pedoman," imbuh dia.

Baca juga:

Kerja sama Tsingshan–UNIDO–IWIP disusun dalam kerangka tiga tahun dengan fokus pada peningkatan standar ESG kawasan industri.

Program itu dijalankan melalui empat pilar utama yakni pengembangan ekonomi sirkular, peningkatan kapasitas industri, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan manajemen rantai pasok hijau.

Inisiatif ini juga sejalan dengan kerja sama Pemerintah Indonesia dan UNIDO melalui Indonesia-UNIDO Programme for Country Partnership (IUPCP) 2026-2030 dalam mendukung transformasi industri hijau dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dorong Pendidikan Inklusif, 5 Kampus Indonesia Pelajari Sistem Layanan Disabilitas di Jepang
Dorong Pendidikan Inklusif, 5 Kampus Indonesia Pelajari Sistem Layanan Disabilitas di Jepang
Swasta
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Pemerintah
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Swasta
Studi Ungkap Hewan Laut Respons Perubahan Iklim dengan Cara Berbeda-beda
Studi Ungkap Hewan Laut Respons Perubahan Iklim dengan Cara Berbeda-beda
Pemerintah
Urine Pendaki Percepat Pencairan Gletser di Gunung Everest
Urine Pendaki Percepat Pencairan Gletser di Gunung Everest
LSM/Figur
ESDM Siapkan Aturan Kredit Karbon Sektor Energi, Potensi Transaksi Rp 2,2 Triliun per Tahun
ESDM Siapkan Aturan Kredit Karbon Sektor Energi, Potensi Transaksi Rp 2,2 Triliun per Tahun
Pemerintah
Tak Sampai 25 Persen Perusahaan yang Sukses Adopsi AI
Tak Sampai 25 Persen Perusahaan yang Sukses Adopsi AI
Pemerintah
UNICEF: 1 dari 5 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Online
UNICEF: 1 dari 5 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Online
Pemerintah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Belantara Foundation-Resona Bank Ltd. Tanam Pohon Langka di Tahura SSH Riau yang Terdegradasi
Peringati Hari Ozon Sedunia, Belantara Foundation-Resona Bank Ltd. Tanam Pohon Langka di Tahura SSH Riau yang Terdegradasi
LSM/Figur
Karhutla di Gambut Bisa Ganggu Regenerasi Alami, Pakar UGM Jelaskan Sebabnya
Karhutla di Gambut Bisa Ganggu Regenerasi Alami, Pakar UGM Jelaskan Sebabnya
LSM/Figur
Kejar Target PLTS 100 GW, ESDM : Bauran EBT Semester II-2026 Capai 17,3 Persen, Kontribusi Energi Surya Hanya 0,51 Persen
Kejar Target PLTS 100 GW, ESDM : Bauran EBT Semester II-2026 Capai 17,3 Persen, Kontribusi Energi Surya Hanya 0,51 Persen
Pemerintah
Efek Krisis Iklim, Nyamuk Tropis Invasif Ditemukan di London
Efek Krisis Iklim, Nyamuk Tropis Invasif Ditemukan di London
Pemerintah
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
BUMN
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau