Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siap-siap Produksi Baterai EV, IWIP Bangun Pabrik di Weda Bay

Kompas.com, 16 Januari 2026, 21:20 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

MALUKU UTARA, KOMPAS.com - PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) tengah membangun pabrik baterai kendaraan listrik atau battery electric vehicle (BEV) di kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Project Supervisor PT IWIP, Dodi Pidora menjelaskan, pembangunan pabrik baterai EV dimulai sejak Oktober 2024.

Baca juga: 

"Untuk progres konstruksinya sampai hari ini untuk konstruksi sipil (bangunan) sudah selesai dan proses instalasi mesin. Estimasi masih sesuai rencana awal, per kuartal pertama ini mereka sudah sudah selesai untuk instalasi mesin," ucap Dodi dalam diskusi di Wisma Tsingshan, IWIP, Jumat (16/1/2026).

IWIP bangun pabrik baterai kendaraan listrik

Direncanakan total produksi 20 gigawatt per tahun

Pada fase satu, lanjut Dodi, IWIP bakal memproduksi delapan gigawatt (GW) BEV. Adapun produksi BEV dan Energy Storage System (ESS) dikembangkan oleh PT Rept Battero.

"Kalau dari total rencananya itu sekitar 20 gigawatt (produksi per tahun)," imbuh Dodi.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, terdapat sedikitnya dua proyek yang tengah dibangun di kawasan industri IWIP dengan total nilai investasi sekitar dua miliar dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 33,83 triliun).

Proyek tersebut meliputi pabrik baterai BEV PT Rept Battero serta industri electrolytic aluminum milik PT Kemajuan Alumina Industri.

Baca juga:

Total investasi

Truk listrik di IWIP, Kamis (15/1/2026). KOMPAS.com/ZINTAN Truk listrik di IWIP, Kamis (15/1/2026).

Dodi menyebut, total investasi yang telah masuk ke kawasan industri IWIP termasuk investasi tenant dan pengembangan kawasan mencapai 15 miliar dollar AS (sekitar Rp 253,7 triliun).

Investasi tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas smelter baik oleh para tenant maupun infrastruktur kawasan industri.

Dalam tiga bulan terakhir, IWIP juga mencatat beroperasinya industri terbaru di Weda Bay yakni pabrik Electrolytic Aluminum Ingot. Industri ini mengolah bahan baku alumina yang didatangkan dari luar kawasan melalui proses elektrolisis.

"Jadi industrinya dia alumina dan didapat dari luar (negeri) terus dibawa masuk untuk diolah melalui proses elektrolisis. Saat ini secara proses industri ataupun dari sisi instalasi mesin dan lainnya sudah selesai, kemarin Senin diverifikasi oleh Kementerian Perindustrian untuk izin usahanya," jelas Dodi.

Pabrik aluminium memiliki kapasitas produksi sekitar 250.000 ton aluminium ingot per tahun, sekaligus menjadi industri terbaru yang beroperasi di kawasan industri Weda Bay.

Baca juga:

Fero nikel di kawasan IWIP, Maluku Utara, Kamis (15/1/2026). KOMPAS.com/ZINTAN Fero nikel di kawasan IWIP, Maluku Utara, Kamis (15/1/2026).

Sebagai informasi, peemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara Danantara (BPI) menyiapkan 18 proyek prioritas hilirisasi mencakup nikel, bauksit, tembaga, batu bara, dan pertanian.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
LSM/Figur
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
LSM/Figur
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
LSM/Figur
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
BUMN
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Pemerintah
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
LSM/Figur
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
Pemerintah
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
Pemerintah
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
Pemerintah
Makanan Busuk Lepaskan Gas Rumah Kaca 5 Kali Lebih Banyak Dibanding Pesawat
Makanan Busuk Lepaskan Gas Rumah Kaca 5 Kali Lebih Banyak Dibanding Pesawat
Pemerintah
Potensi Pendapatan dari Pengelolaan Sampah Organik di Jabar Capai 64 M Per Tahun
Potensi Pendapatan dari Pengelolaan Sampah Organik di Jabar Capai 64 M Per Tahun
LSM/Figur
IPB Sulap Limbah Mata Ikan Tuna Jadi Camilan Fungsional
IPB Sulap Limbah Mata Ikan Tuna Jadi Camilan Fungsional
LSM/Figur
PwC: Tingkat Kemahiran AI Memicu Kesenjangan Baru di Dunia Kerja
PwC: Tingkat Kemahiran AI Memicu Kesenjangan Baru di Dunia Kerja
Pemerintah
Ketika AI 'Haus' Air Bersih, Catatan Pengingat dari Data Center Jatiluhur
Ketika AI "Haus" Air Bersih, Catatan Pengingat dari Data Center Jatiluhur
LSM/Figur
'Long Service Award', Humanisasi di Tengah Era Transaksional
"Long Service Award", Humanisasi di Tengah Era Transaksional
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau