WEDA, KOMPAS.com — PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Weda Bay Nickel (WBN) menggandeng pelaku UMKM lokal di berbagai sektor untuk masuk dalam rantai pasok industri nikel.
Adapun nilai ekonomi yang tercipta dari kerja sama tersebut mencapai Rp 4,4 triliun hingga pertengahan 2025.
Para UMKM tersebut dilibatkan untuk memenuhi kebutuhan sektor penunjang industri, seperti penyedia bahan pangan, pakaian kerja, bahan bakar, jasa transportasi dan akomodasi, hingga obat-obatan dan alat kesehatan.
Baca juga: Air dan Tambang, Mewujudkan Keberlanjutan Tambang Nikel Indonesia
Kolaborasi ini memberi kesempatan bagi pelaku usaha di Halmahera Tengah dan Halmahera Timur untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri nikel nasional.
General Manager External Relations IWIP, Yudhi Santoso, mengatakan UMKM memegang peran strategis dalam ekosistem industri.
Selain menjadi mitra penting bagi kelancaran operasional kawasan, UMKM juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Kemitraan dengan UMKM adalah bentuk nyata komitmen IWIP dan WBN untuk menciptakan nilai ekonomi yang merata dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan kehadiran kawasan industri membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar,” ujar Yudhi, Sabtu (15/11/2025).
Dampak positif kemitraan tersebut turut dirasakan oleh pelaku usaha lokal, salah satunya Johani (37), pedagang sembako di sekitar Gate 2 IWIP. Sejak 2023, aktivitas industri di kawasan tersebut menjadi sumber utama penghidupan bagi keluarganya.
“Kami bersyukur, dengan adanya IWIP dan WBN kami bisa berjualan di sini. Kalau tidak ada, mungkin kami tidak tahu harus mencari nafkah di mana lagi,” kata Johani.
Baca juga: Seruan UMKM di COP30: Desak agar Tak Diabaikan dalam Transisi Energi
Selain mendorong kemitraan dengan UMKM, IWIP dan WBN juga menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan, sosial dan budaya, kesehatan, infrastruktur, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sejak 2018.
Program-program tersebut dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pembangunan fasilitas publik di sekitar kawasan industri.
IWIP dan WBN berharap keberadaan kawasan industri di Weda Bay dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi Maluku Utara sekaligus membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat lokal.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya