Dalam kajiannya, Tenggara Strategics membandingkan fasilitas Waste to Energy (WtE) atau PSEL di Swedia yang telah didgunakan sejak tahun 2000.
Sejak adanya PSEL, negara ini dinilai hanya membuang kurang dari satu persen sampah ke TPA.
"Rumah tangga dilarang untuk membuang sampahnya ke TPA, tetapi Swedia memberikan insentif untuk para rumah tangga dengan cara fasilitas daur ulangnya dibikin dekat rumah, sekitar 300 meteran. Bahkan mereka memberikan voucher sebagai bentuk penghargaan untuk orang-orang yang menyerahkan sampahnya ke fasilitas daur ulang secara rutin," jelas Intan.
Baca juga:
Singapura juga mengandalkan empat fasilitas PSEL untuk mengurangi volume sampah hingga 90 persen, sedangkan China meningkatkan jumlah pembangkit listrik tenaga sampah menjadi 696 unit dan mencapai rasio pengolahan sampah 100 persen melalui PSEL.
Proyek PSEL diadakan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Indonesia sebagai pengelola investasi.
Tahap pertama pembangunan dilaksanakan di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, Yogyakarta, serta Denpasar.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya