Penulis
Meski tantangannya besar, laporan ini juga membawa kabar positif. Minat investor disebut mulai tumbuh.
Beberapa sektor dinilai siap menerima investasi, seperti terapi kanker perempuan, layanan kesehatan digital, platform kesehatan mental dan maternal jarak jauh, klinik umur panjang untuk perempuan paruh baya, serta perangkat wearable untuk memantau kondisi metabolik seperti PCOS dan diabetes gestasional.
Managing Director dan Senior Partner Boston Consulting Group, Trish Stroman, menuturkan, perspektif investor mulai berubah.
"Kabar baiknya adalah momentum investasi sedang meningkat; investor saat ini melihat kesehatan perempuan sebagai bidang yang berpotensi tumbuh pesat, bukan hanya ceruk pasar," ucap Stroman.
Ia lalu mencontohkan industri fertilisasi in-vitro sebagai bukti bahwa perpaduan teknologi, sains, dan kepastian pembiayaan bisa menciptakan industri dengan pertumbuhan tinggi.
Baca juga:
Untuk memperluas keberhasilan tersebut, laporan ini menekankan pentingnya transparansi data hasil kesehatan dan nilai ekonomi.
World Economic Forum mendorong kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan filantropi melalui skema pembiayaan campuran. Langkah ini dinilai mampu menurunkan risiko investasi.
Selain itu, laporan juga merekomendasikan perluasan sistem pembiayaan layanan kesehatan serta modernisasi regulasi agar inovasi baru lebih mudah masuk pasar.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya