KOMPAS.com - Bagaimana cara mengajak orang lain untuk peduli terhadap perubahan iklim dan bersama-sama bergerak menghadapinya?
Menurut studi yang dipimpin Universitas Stanford, kuncinya adalah menunjukkan kepada mereka bagaimana tindakan kolektif terkait iklim dapat berdampak nyata dan sering kali menghasilkan perasaan positif bagi seseorang.
Baca juga:
"Intervensi yang paling efektif secara konsisten menekankan baik efektivitas kolektif maupun manfaat emosional dari aksi iklim," tulis studi tersebut, dilansir dari laman PNAS Nexus, Jumat (30/1/2026).
Studi Universitas Stanford mengungkap cara mengajak orang peduli perubahan iklim tanpa menakut-nakuti. Kuncinya ada pada aksi kolektif.Sekitar 10 tahun setelah hampir 200 pemimpin dunia sepakat di Paris untuk membatasi perubahan iklim, tenaga surya telah menjadi sumber listrik baru yang paling cepat berkembang dan puluhan negara telah mengurangi emisi sambil mengembangkan ekonomi mereka.
Secara global, emisi pembakaran bahan bakar fosil telah melambat tetapi belum menurun. Namun, perubahan struktural benar-benar dibutuhkan supaya perubahan iklim dapat ditekan.
Masalahnya, menurut Madalina Vlasceanu, asisten profesor ilmu sosial lingkungan di Stanford Doerr School of Sustainability, perubahan struktural itu tidak dapat diperoleh tanpa individu yang menuntutnya, dilansir dari Phys.org.
Namun, bagaimana caranya agar individu ini tergerak?
Untuk mengetahui bagaimana individu bisa bersama-sama dalam satu kelompok menghadapi perubahan iklim, tim peneliti pun melakukan uji coba dengan merekrut lebih dari 30.000 penduduk Amerika Serikat.
Tujuannya menguji 17 intervensi berbasis psikologi yang berbeda untuk mendorong seseorang bergabung dalam aksi iklim kolektif, seperti berpartisipasi dalam demonstrasi publik atau menulis surat kepada perwakilan.
Intervensi tersebut menampilkan video, gambar, teks, dan elemen interaktif, seperti ajakan untuk menulis refleksi singkat.
Intervensi utama tersebut memberikan contoh-contoh upaya kolektif masa lalu terkait iklim yang telah memengaruhi kebijakan publik, menampilkan video pendek yang menyampaikan semangat dalam aksi demonstrasi iklim, dan mengajak peserta untuk mengingat atau membayangkan terjalinnya pertemanan melalui aksi iklim.
Intervensi kemudian ditutup dengan pesan bahwa bergabung dalam aksi kolektif dapat meningkatkan kebahagiaan dan membangun hubungan sosial.
Setelah fase intervensi, peserta memiliki kesempatan untuk mengambil atau berkomitmen pada salah satu dari tiga jenis tindakan.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya