Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Beruang Kutub di Norwegia Tetap Gemuk di Tengah Krisis Iklim, Kok Bisa?

Kompas.com, 1 Februari 2026, 09:06 WIB
Add on Google
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber AFP

Laut Barents bahkan mencatat kenaikan suhu hingga dua derajat celsius per dekade di beberapa area selama 40 tahun terakhir.

Selain itu, wilayah ini kehilangan habitat es laut sekitar empat hari per tahun antara 1979 hingga 2014. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibanding wilayah lain yang menjadi habitat beruang kutub.

Peneliti dari pusat riset lingkungan Prancis, CEFE, Sarah Cubaynes, mengatakan, temuan di Svalbard terlihat bertolak belakang dengan hasil studi lain.

Ia mencontohkan kondisi beruang kutub di Teluk Hudson yang mengalami penurunan kondisi tubuh akibat pemanasan.

Baca juga:

Kabar baik yang disertai peringatan

Aars mengatakan, jika diminta memprediksi kondisi beruang pada awal kariernya di NPI tahun 2003, ia akan menyebut beruang akan semakin kurus. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

Beruang di Svalbard saat ini memiliki kondisi tubuh lebih baik meski lebih sering berada di darat.

Meski terdengar positif, studi ini memberi peringatan serius. Kondisi tubuh yang baik saat ini belum menjamin masa depan yang aman.

Penurunan kondisi tubuh biasanya menjadi tanda awal masalah populasi. Masalah itu bisa berujung pada penurunan kelangsungan hidup dan reproduksi.

Para peneliti menekankan pentingnya tidak menyamakan kondisi satu wilayah dengan wilayah lain. Hubungan antara habitat, ekosistem, asupan energi, dan pengeluaran energi sangat kompleks.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau