KOMPAS.com - Pemerintah Korea Selatan menyatakan akan mempercepat penggantian sepeda motor pengirim barang bertenaga bensin dengan kendaraan roda dua listrik.
Pemerintah Korea Selatan menargetkan lebih dari 60 persen penggantian motor kurir listrik itu bisa terealisasikan pada 2035, seiring upaya pemerintah dalam menekan polusi udara perkotaan, kebisingan, dan emisi gas rumah kaca.
Kementerian Lingkungan Hidup, Energi, dan Iklim sendiri telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan platform pengiriman, operator logistik, produsen motor listrik, dan perusahaan penyewaan.
Kerja sama ini bertujuan untuk mengubah pasar pengiriman yang saat ini didominasi oleh motor bermesin pembakaran internal (BBM) menuju ekosistem berbasis listrik.
Melansir Eco Business, Jumat (6/2/2026) pemerintah dan mitra industri menyatakan bahwa mereka akan bekerja sama untuk meningkatkan performa motor listrik serta kenyamanan pengisian daya. Dua faktor itu banyak disebut oleh para pengendara sebagai hambatan utama dalam beralih ke motor listrik.
Baca juga: Australia hingga ADB Danai TBS untuk Kembangkan Motor Listrik
Sementara untuk mengatasi kekhawatiran terkait jarak tempuh yang terbatas dan waktu pengisian daya yang lama, otoritas berencana untuk memperluas infrastruktur Stasiun Penukaran Baterai (BSS), yang memungkinkan pengendara mengganti baterai yang habis dengan baterai yang terisi penuh hanya dalam hitungan menit.
Pemerintah juga akan mendukung transisi ini melalui subsidi pembelian kendaraan roda dua listrik dan langkah-langkah administratif untuk memprioritaskan pemasangan fasilitas pengisian daya di lahan publik serta instansi pemerintah.
Di sisi lain, perusahaan pengiriman akan mempromosikan adopsi motor listrik di kalangan pengendara, sementara produsen akan fokus pada pengembangan model berperforma lebih tinggi yang dirancang khusus untuk keperluan pengiriman.
Menteri Iklim Kim Sung-hwan mengatakan inisiatif penggantian motor pengirim barang ini akan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kondisi kehidupan perkotaan.
"Melalui kesepakatan tersebut, kami akan bekerja sama dengan industri pengiriman untuk memperluas penggunaan kendaraan roda dua listrik, mengurangi emisi, dan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tenang,” kata Kim.
Kementerian tersebut mengatakan pihaknya mengharapkan elektrifikasi kendaraan pengiriman akan berkontribusi pada pengurangan emisi di sektor transportasi sekaligus membantu mengurangi keluhan kebisingan di daerah pemukiman perkotaan yang padat.
Dorongan elektrifikasi ini merupakan bagian dari strategi iklim Korea Selatan yang lebih luas, yang berfokus pada pencapaian netralitas karbon pada tahun 2050 dan pemangkasan emisi secara tajam di sektor ketenagalistrikan dan transportasi.
Baru-baru ini, Korea Selatan memperkuat ambisi iklim jangka menengahnya, dengan menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 53 persen hingga 61 persen pada tahun 2035 dibandingkan dengan tingkat emisi tahun 2018. Angka ini lebih tinggi daripada target pengurangan tahun 2030 yang ditetapkan sebelumnya.
Baca juga: Ketika Motor Listrik Jadi Andalan Ojol untuk Cari Rezeki
Kendati demikian batu bara tetap menjadi salah satu sumber emisi terbesar di Korea Selatan, yang menyumbang sekitar sepertiga dari total produksi listrik dalam beberapa tahun terakhir, meskipun pangsanya telah turun secara signifikan selama satu dekade terakhir.
Pada KTT Iklim COP30 di akhir tahun 2025, Korea Selatan berjanji untuk menghapus secara bertahap sebagian besar pembangkit listrik tenaga batu baranya pada tahun 2040 dan mempensiunkan sekitar 40 dari 61 unit batu bara yang ada, seiring bergabungnya mereka ke dalam Aliansi Powering Past Coal.
Jadwal penutupan untuk pembangkit yang tersisa diharapkan akan difinalisasi setelah peninjauan ekonomi dan lingkungan lebih lanjut.
Peta jalan dekarbonisasi jangka panjang pemerintah juga memproyeksikan pengurangan penggunaan bahan bakar fosil secara tajam. Batu bara dan gas diperkirakan akan memainkan peran yang jauh lebih kecil pada pertengahan abad ini di bawah skenario netralitas karbon.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya