JAKARTA, KOMPAS.com - Satu tahun lalu, Nazarudin beralih dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke listrik. Pengemudi ojek online (ojol) itu menilai biaya operasional sepeda motor Kymco Agility EV miliknya hanya butuh Rp 25.000 untuk tukar baterai di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dikelola PT PLN (Persero).
Sebelumnya, biaya bahan bakar untuk sepeda motornya bisa mencapai Rp 60.000 per hari untuk pembelian bensin Pertalite.
"Untuk 24 jam Rp 25.000, bedanya jauh banget. Isi baterainya tinggal swipe atau tukar, enggak perlu antre di SPKLU," ujar Nazarudin saat ditemui di SPKLU PLN, Jakarta Selatan, Senin (1/12/2025).
Dalam satu hari rata-rata ia bisa mengangkut lima penumpang dalam waktu 12 jam dan mendapatkan penghasilan Rp 200.000. Waktu yang dibutuhkan untuk penggantian baterai hanya sekitar tiga menit, berbeda dengan pengisian bensin mencapai 10 menit apabila terhambat antrean.
Baca juga: Kemenperin Setop Insentif Impor EV CBU Demi Genjot Hilirisasi Nikel
Apabila mengisi di SPKLU, Nazarudin butuh waktu pengisian ulang selama 30 menit hingga satu jam. Tetapi, kata dia, keterbatasan stasiun pengisian baterai bagi ojek online masih menjadi hambatan yang menyebabkan keterbatasan ruang gerak.
Pria berusia 43 tahun itu pun mengutamakan penumpang di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, serta Jakarta Barat untuk memudahkan penggantian baterai dan menghindari daerah penyangga sekitar seperti Depok dan Tangerang karena masih minim SPKLU.
"Kalau kami dapat ke tempat yang tujuan yang enggak ada SPKLU-nya ini, kadang-kadang ada orderan saya diamkan saja seperti wilayah dari Fatmawati sampai Cinere, Limo itu enggak ada SPKLU-nya, ada lagi di Pondok Cabe yang jauh," ucap dia.
Nazarudin berharap keberadaan SPKLU semakin meluas agar mobilitas ojek online semakin mudah. Tentunya disamping itu menurunkan potongan pendapatan dari pihak penyedia platform.
Tak dimungkiri, seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung menjadi semakin mendesak. Salah satu yang paling krusial adalah ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang mampu menjawab mobilitas masyarakat.
Sebagai BUMN yang memiliki komitmen memperluas ekosistem kendaraan listrik, PT PLN akan memperluas fasilitas tersebut untuk membangun ekosistem kendaraan listrik.
Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah juga mendorong pembangunan SPKLU melalui Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 24.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang Rencana Pengembangan SPKLU 2025-2030.
Baca juga: Pemerintah Bakal Bangun SPKLU di Desa untuk Perluas Penggunaan EV
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan, kebijakan itu mencakup perluasan di kota besar maupun kota kecil untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan kendaraan listrik. Pembangunan SPKLU turut menggandeng perusahaan swasta yang menjadi mitra PLN.
"Hingga Oktober 2025 telah tersedia 536 SPKLU roda dua di berbagai wilayah," kata Gregorius saat dikonfirmasi, Rabu (3/12/2025).
Secara keseluruhan, SPKLU yang telah tersedia sebanyak 4.377 unit yang tersebar di 2.862 lokasi di seluruh Indonesia. Lokasi SPKLU dapat ditemui melalui fitur Electric Vehicle dalam aplikasi PLN.
PLN juga berkolaborasi dengan mitra-mitranya untuk menambah jumlah Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU). Jumlah yang tersedia saat ini pun mencapai 1.146 unit.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya