Editor
SEMARANG, KOMPAS.com - IPB University mendorong agar desa-desa di Indonesia dapat mengembangkan koperasi dan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LP2AI) IPB University, Handian Purwawangsa, menyampaikan terdapat tiga pilar utama untuk mewujudkan hal tersebut.
"Produk yang kuat, inovasi yang relevan, dan akses pasar yang terbuka merupakan tiga kunci utama agar koperasi dan ekosistem bisnis desa dapat maju secara berkelanjutan," ujar Handian dalam keterangan resmi, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Tak Sampai 4 Bulan, Lulusan IPB University Bisa Cepat Dapat Kerja
Rapat koordinasi digelar oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI bersama Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Handian yang mewakili IPB University mempresentasikan materi "OVOC: One Village One CEO – Optimalisasi Ekosistem Bisnis Desa Melalui Penguatan Produk, Inovasi, dan Pasar".
Handian menekankan bahwa keberhasilan model OVOC tidak hanya bergantung pada keberadaan figur CEO desa, tetapi harus berbasis pada pengembangan produk yang jelas, inovasi yang berkelanjutan, dan akses pasar yang kuat.
Produk desa harus terstandarisasi, memiliki diferensiasi, dan mampu merepresentasikan potensi lokal secara ekonomis. Dengan begitu, koperasi menjadi pusat konsolidasi kualitas dan kuantitas.
Inovasi teknologi, proses produksi, model bisnis, dan digitalisasi juga menjadi kebutuhan mendesak agar produk desa mampu bersaing. OVOC mendorong setiap CEO desa menjadi motor inovasi yang adaptif. Pilar penting terakhir adalah akses pasar, sebab tanpa koneksi ke pasar, bisnis desa tidak dapat bertumbuh.
"Kemitraan dengan offtaker, penguatan brand desa, dan integrasi dengan platform digital sangat penting untuk memperluas jangkauan penjualan," kata Handian.
Baca juga: IPB Sinergikan Program One Village One CEO dengan Koperasi Merah Putih
Disampaikan Handian, IPB University berkomitmen mendukung penuh program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dukungan diberikan melalui pendampingan berbasis riset, penguatan ekosistem inovasi desa, dan pengembangan kapasitas SDM agar mampu menghasilkan produk unggul yang tersambung dengan pasar regional maupun nasional.
Usai rapat koordinasi, dilakukan kunjungan ke salah satu Koperasi Kelurahan Merah Putih Jawa Tengah yang pembangunan fisiknya telah 100 persen rampung. Kunjungan bertujuan untuk menilai kesiapan operasional koperasi serta memetakan potensi komoditas unggulan di desa/kelurahan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya