Tapi sayangnya, meski uang yang masuk dari turis sangat banyak, uang itu sering kali tidak menghasilkan banyak lapangan kerja bagi warga lokal, tidak memajukan bisnis, dan tidak membuat ekonomi negara tersebut berubah jadi lebih kuat.
Baca juga: CEO yang Pernah Alami Bencana Disebut Lebih Peduli Keselamatan Kerja
Laporan juga menyatakan bahwa keahlian pekerja dan fasilitas digital adalah faktor penentu utama agar sektor jasa bisa lebih maju dan produktif.
Di negara-negara termiskin, perempuan memiliki kemungkinan 42 persen lebih kecil dibandingkan laki-laki untuk menggunakan internet seluler.
Sementara itu, penduduk desa memiliki kemungkinan 50 persen lebih kecil untuk terhubung ke internet dibandingkan penduduk kota. Kesenjangan ini sangat membatasi akses mereka untuk mendapatkan pekerjaan di sektor jasa dengan gaji yang lebih baik.
UNCTAD menyimpulkan bahwa sektor jasa bukanlah 'jalan pintas' untuk menjadi negara maju. Strategi berbasis sektor jasa hanya bisa mendukung industri dan daya saing jika sektor tersebut mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat hubungan dengan pabrik dan pertanian, serta didukung oleh investasi pada internet, listrik yang stabil, pendidikan, dan keahlian pekerja.
Laporan tersebut memperingatkan bahwa tanpa kebijakan yang tepat sasaran, pertumbuhan ekonomi yang hanya mengandalkan sektor jasa justru berisiko memperparah ketimpangan yang sudah ada, bukannya mengurangi ketimpangan tersebut.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya