Selama bertahun-tahun, banyak perusahaan menganggap masalah iklim hanya sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Pendekatan tersebut saat ini dinilai sudah ketinggalan zaman. Saat ini, manajemen risiko ESG (Environment, Social, Governance) menjadi inti dari strategi perusahaan.
Pembuat regulasi, perusahaan asuransi, dan investor semakin menuntut bisnis untuk memahami titik-titik kerentanan di seluruh basis pemasok mereka, bukan hanya pada mitra tingkat utama (Tier 1) saja.
Visibilitas sering kali menjadi celah terbesar. Sebuah perusahaan mungkin telah memeriksa pemasok langsungnya dengan sangat teliti, tapi mengabaikan mitra di tingkat kedua (Tier 2) atau tingkat ketiga (Tier 3) yang berada di wilayah berisiko tinggi.
Jika salah satu dari pemasok tersebut gagal, seluruh rantai pasok bisa terhenti. Itulah sebabnya banyak perusahaan saat ini berinvestasi dalam pemetaan pemasok dan pemantauan real-time.
Perencanaan berbasis data pun muncul sebagai kunci utama untuk bertindak.
Baca juga:
Dengan mengintegrasikan strategi pengadaan dengan data ESG dan iklim, perusahaan dapat mengidentifikasi titik-titik rawan, mendiversifikasi sumber pasokan, melakukan uji stres pada rute pengiriman, dan menyiapkan rencana darurat.
Pemodelan skenario juga memungkinkan para pemimpin untuk mengantisipasi gangguan, alih-alih panik mencari solusi setelah masalah terjadi.
Pesan bagi para pemimpin bisnis jelas: Ketahanan iklim bukanlah pilihan. Organisasi yang memasukkan risiko iklim ke dalam keputusan inti, memperkuat kolaborasi pemasok, dan meningkatkan transparansi di semua tingkatan akan lebih siap menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Di dunia yang semakin bergejolak, ketahanan mungkin menjadi aset paling berharga yang dapat dimiliki oleh rantai pasokan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya