KOMPAS.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mencabut temuan yang menyatakan perubahan iklim jadi ancaman bagi kesehatan masyarakat. Fakta berbagai studi ilmiah yang terdokumentasi dan dapat diukur itu disebut Trump sebagai "penipuan".
Padahal banyak studi ilmiah yang menemukan korelasi antara peningkatan penyakit dan kematian di dunia yang memanas, dengan ribuan kasus per tahun.
Baca juga:
Salah satu yang terpenting adalah temuan dari Badan Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Agency atau EPA) tahun 2009, di bawah pemerintahan mantan Presiden AS Barack Obama. Temuan itu telah menjadi landasan hukum bagi hampir semua peraturan untuk memerangi pemasanan global.
“Sungguh sulit dipercaya bahwa pemerintah mencabut temuan tentang ancaman kepunahan, ini sama saja dengan bersikeras bahwa dunia itu datar atau menyangkal keberadaan gravitasi,” ujar seorang dokter dan profesor emeritus kesehatan masyarakat di Universitas Washington, Howard Frumkin, dilansir dari AP, Sabtu (14/2/2026).
Pemerintahan Donald Trump cabut temuan tentang perubahan iklim mengancam kesehatan, serta menjulukinya sebagai penipuan.Ribuan studi ilmiah sudah meneliti perubahan iklim dan dampaknya terhadap kesehatan manusia dalam lima tahun terakhir.
Mayoritas studi ilmiah menunjukkan bahwa perubahan iklim semakin berbahaya bagi manusia, dengan ribuan orang telah meninggal dan lebih banyak lagi yang jatuh sakit dalam puluhan tahun terakhir.
Sebagai contoh, studi tentang tren kenaikan jumlah kematian akibat panas selama periode tahun 1999-2023. Atau, studi tahun 2021 tentang sepertiga kematian akibat panas disebabkan perubahan iklim terkait pembakaran batu bara, minyak, dan gas alam.
Berdasarkan data penelitian PubMed dari Perpustakaan Kedokteran Nasional, ada lebih dari 29.000 studi yang meneliti kolerasi antara iklim dan kesehatan selama lebih dari 15 tahun.
Bahkan, lebih dari 5.000 studi itu secara khusus meneliti AS. Lebih dari 60 pesen dari studi-studi tersebut telah dipublikasikan dalam lima tahun terakhir.
“Berbagai penelitian mendokumentasikan bahwa perubahan iklim membahayakan kesehatan, karena satu alasan sederhana: Itu benar,” tutur Frumkin, yang juga mantan direktur Pusat Kesehatan Lingkungan Nasional yang ditunjuk oleh mantan Presiden George W. Bush.
Dalam sebuah acara pada hari Kamis di Gedung Putih, AS, Trump membantah hal itu.
"Ini tidak ada hubungannya dengan kesehatan masyarakat. Ini semua adalah penipuan, penipuan besar-besaran," ucap Trump.
Pemerintahan Donald Trump cabut temuan tentang perubahan iklim mengancam kesehatan, serta menjulukinya sebagai penipuan.Seorang dokter yang memimpin Pusat Penelitian Kesehatan, Energi, dan Lingkungan di Universitas Wisconsin-Madison, Jonathan Patz mengatakan, risiko kesehatan memang meningkat karena perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia sudah terjadi.
Patz dan Frumkin mengonfirmasi bahwa memang sebagian besar studi tentang dampak buruk perubahan iklim terhadap kesehatan sudah ditinjau oleh rekan sejawat.
Studi yang ditinjau oleh rekan sejawat dianggap sebagai standar dalam sains karena para ahli lain meneliti data, bukti, dan metode yang digunakan, serta mempertanyakan teknik dan kesimpulan.
Sejumlah studi tersebut mengkaji aspek kesehatan yang berbeda. Beberapa lainnya menganalisis kematian yang tidak akan terjadi tanpa perubahan iklim atau meneliti penyakit dan cedera yang tidak menyebabkan kematian.
Angka akhir dari kesimpulan mereka tidak sepenuhnya cocok karena para peneliti menggunakan periode waktu, metode perhitungan, dan aspek kesehatan spesifik yang berbeda.
Studi-studi tersebut juga meneliti kesenjangan di antara berbagai kelompok masyarakat dan variasi lokasinya.
Baca juga:
Pemerintahan Donald Trump cabut temuan tentang perubahan iklim mengancam kesehatan, serta menjulukinya sebagai penipuan.Sebelumnya, AS telah secara sistematis menghapus referensi tentang perubahan iklim dan keadilan lingkungan selama tahun pertama masa jabatan kedua Donald Trump sebagai presiden.
AS bahkan menghapus secara permanen bukti dan memblokir akses ke data yang bertentangan dengan agenda presidennya itu.
Jonathan Gilmour, yang bekerja di Public Environmental Data Partners memperkirakan, sains yang tidak sejalan dengan agenda akan dibungkam selama sisa masa jabatan Trump.
Sebaliknya, temuan sains yang sering disalahartikan atau terbukti salah akan dipublikasikan untuk mendukung agendanya.
Adapun yang dimaksud agenda dari Trump ialah penyangkalannya terhadap perubahan iklim akibat emisi gas rumah kaca (GRK).
Trump menyebut, krisis iklim sebagai "tipuan" dan pemerintahannya berupaya "menghidupkan" kembali energi fosil sebagai salah satu penyumbang tertinggi emisi GRK.
Di antaranya, dengan mengaktifkan kembali pembangkit listrik tenaga batu bara yang ditutup, meningkatkan produksi minyak dan gas alam, serta menghapus insentif pajak untuk sumber energi terbarukan.
Pemerintahan Donald Trump cabut temuan tentang perubahan iklim mengancam kesehatan, serta menjulukinya sebagai penipuan.“Mengaburkan apa yang terjadi baik di dalam maupun di luar pemerintahan dan mencoba membungkam para ilmuwan serta menghentikan aliran data yang memberi tahu kita tentang dunia, kesehatan masyarakat, dan lingkungan di sekitar kita, merusak seluruh premis demokrasi,” ujar Gilmour, dilansir dari Thomson Reuters Foundation melalui Eco-Business.
Badan federal yang bertugas melindungi kesehatan manusia dan lingkungan (EPA) disebut mulai secara diam-diam menghapus referensi tentang perubahan iklim yang disebabkan oleh ulah manusia.
EPA juga menghapus menghapus sekitar 80 halaman dari situs webnya, yang sebagian besar berkaitan dengan penyebab dan dampak perubahan iklim.
“Jadi, misalnya, di halaman EPA tentang penyebab perubahan iklim, halaman tersebut masih ada, tetapi informasi tentang bagaimana perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia tidak dapat dijelaskan oleh peristiwa alam telah dihapus dan semua informasi yang tersisa membahas tentang alasan alami untuk variasi iklim Bumi,” tutur Izzy Pacenza dari Environmental Data & Governance Initiative.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya