KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq menyatakan, Jakarta Utara harus menjadi rujukan pengelolaan sampah nasional.
Hal ini disampaikannya dalam melaksanakan rangka Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga:
"Kami terus melakukan korve, korve, dan korve sesuai arahan dari Bapak Presiden, termasuk di Jakarta Utara. Jakarta Utara memiliki timbulan sampah lebih dari 1.300 ton per hari sehingga perlu menjadi atensi khusus bagi kita semua, termasuk bagi warga masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik dari sumbernya,” kata Hanif dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Ilustrasi RDF Rorotan di Cilincing, Jakarta Utara. Menteri LH, Hanif Faisol menilai dengan total timbulan sampah 1.300 ton per hari, Jakarta Utara perlu menjadi model pengelolaan sampah nasional. Pada kesempatan itu, Hanif menyoroti pengelolaan sampah melalui fasilitas refuse derived fuel (RDF) Rorotan yang dirancang untuk mengolah 2.500 ton sampah per hari.
"Namun, RDF hari ini masih mendapat koreksi dari masyarakat sekitar sehingga tentunya perlu menjadi perhatian dan dukungan kita semua untuk melakukan perbaikan ke depannya,” kata Hanif.
Selain RDF Rorotan, Jakarta Utara memiliki pengelolaan limbah di Bank Sampah Unit Women Federation, Jalan Marliana serta TPS3R (reduce, reuse, recycle) MOA di Penjagalan, Penjaringan.
Menurut Hanif, dua lokasi ini menjadi contoh penting dalam pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari pemilahan hingga pengolahan sampah.
"Pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya, dengan penguatan literasi publik, penerapan teknologi ramah lingkungan seperti RDF, serta penegakan hukum yang konsisten untuk melindungi kelestarian lingkungan," jelas Hanif.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya mendukung Gerakan ASRI dan akan melaksanakan perintah presiden.
“Kami tentunya juga ingin menjadikan Jakarta Utara sebagai kota yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sesuai dengan Gerakan Indonesia ASRI. Kami juga berterima kasih atas arahan dan bimbingan Pak Menteri dan jajarannya selama ini dalam menciptakan lingkungan yang bersih di Kota Jakarta Utara,” terang Hendra.
Baca juga:
Para pemulung di Gunungan Sampah TPST Bantargebang, Kamis (12/2/2026). Menteri LH, Hanif Faisol menilai dengan total timbulan sampah 1.300 ton per hari, Jakarta Utara perlu menjadi model pengelolaan sampah nasional. Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), total timbulan sampah nasional tahun 2025 mencapai 24,8 juta ton yang dilaporkan oleh 245 kabupaten/kota.
Dari total tersebut, baru 34,5 persen sampah terkelola, sedangkan sisanya masih belum dikelola dengan baik.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengungkapkan, sebanyak 36 persen sampah masuk tempat pemrosesan akhir (TPA) controlled atau sanitary landfill, dan sisanya dibuang ke TPA open dumping atau terbuka.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya