Risiko air semakin diakui sebagai masalah tata kelola. Sekitar 25 persen penduduk dunia tinggal di wilayah dengan krisis air yang sangat tinggi, hal ini meningkatkan pengawasan regulasi bagi industri seperti manufaktur, pertanian, pertambangan, dan semikonduktor.
Water Sustainability Index telah selaras dengan standar ilmiah seperti ISO 14046 dan mendukung kemajuan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB ke-6 yakni air bersih dan sanitasi.
Dengan menyediakan metodologi yang terstandarisasi, indeks ini mengurangi ketidakkonsistenan di berbagai standar pelaporan ESG dan meningkatkan kepercayaan investor.
Bagi para pejabat keberlanjutan dan jajaran direksi, indeks ini menawarkan jalur yang lebih jelas menuju pengungkapan pengelolaan air yang kredibel.
Sementara itu, bagi para investor, indeks ini menjadi alat untuk membandingkan kinerja air di seluruh portofolio mereka dan mengidentifikasi risiko akibat kelangkaan air di tingkat wilayah.
Seiring dengan kelangkaan air yang menjadi risiko finansial yang nyata, Global Water Sustainability Index menandakan pergeseran dari pengungkapan sukarela menjadi kebutuhan strategis. Di dunia yang sumber dayanya terbatas, keberlanjutan air yang terukur dengan cepat menjadi pusat dari strategi perusahaan yang tangguh.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya