Meskipun indikator lingkungan memburuk, laporan tersebut menunjukkan beberapa area kemajuan.
Wilayah Asia Pasifik mengalami kemajuan dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), dengan penurunan angka kematian ibu, bayi baru lahir, dan balita yang berkelanjutan, penurunan angka kelahiran remaja, dan peningkatan bantuan pembangunan untuk penelitian medis dan layanan kesehatan dasar.
Namun, para penulis laporan memperingatkan bahwa pencapaian ini cukup rapuh di tengah tingginya angka penyakit tidak menular, meningkatnya resistensi antimikroba, tingginya pengeluaran kesehatan rumah tangga, dan rendahnya kepadatan tenaga kesehatan.
Lebih lanjut, akses pendidikan terus meningkat, khususnya tingkat kelulusan sekolah stabil, pendaftaran pra-sekolah meningkat, dan akses ke layanan dasar telah menguat.
Kendati demikian, hasil belajar memburuk dengan kemunduran dalam kemampuan membaca dan matematika.
Baca juga: Laporan PBB Sebut Asia dan Pasifik Perlu Pendanaan Mendesak untuk Capai SDG
ESCAP menyatakan bahwa pemerintah harus melampaui akses dan segera berinvestasi dalam kualitas pendidikan, pelatihan guru, dan dukungan yang ditargetkan untuk siswa yang kurang beruntung.
Sementara itu, akses terhadap air dan sanitasi membaik di seluruh wilayah, tetapi kemajuan ini terhambat oleh penurunan badan air permanen, yang menandakan memburuknya kesehatan ekosistem air tawar.
Bila dikombinasikan dengan tekanan air yang tinggi, keberlanjutan jangka panjang sumber daya air di wilayah tersebut berada di bawah ancaman serius.
Meskipun wilayah Asia-Pasifik jauh lebih baik dibandingkan wilayah lain dalam hal kelengkapan data pembangunan, gambaran besarnya menunjukkan bahwa kemunduran justru terjadi semakin cepat.
Dengan empat tahun tersisa hingga tenggat waktu 2030, ESCAP memperingatkan bahwa Asia Pasifik bergerak ke arah yang salah pada banyak target keberlanjutan.
Baca juga: Jadi SDG Pioneer 2024, Lucia Karina Ajak Industri Perkuat Komitmen Keberlanjutan
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya