Pengembang yang terlibat dalam kontrak listrik berdaya pasti seperti proyek surya yang terintegrasi dengan penyimpanan energi, hibrida surya dan angin, atau PPA nuklir, mencakup tujuh dari 10 penjual terbesar selama tahun 2025.
Baca juga: Kembangkan Energi Bersih, Pertamina NRE Gandeng Perusahaan China
Produk yang menyerupai baseload menyumbang aktivitas sebesar 5,2 GW sepanjang tahun.
Dari sisi geografis, sepanjang 2025 Amerika Utara menjadi satu-satunya kawasan yang mencatat pertumbuhan dengan volume PPA energi bersih meningkat tipis menjadi 32,1 GW dari 31,9 GW pada tahun sebelumnya.
Sebaliknya, aktivitas di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika turun 13 persen menjadi 17 GW, seiring harga listrik negatif di Eropa yang menggerus nilai proyek surya serta angin.
Volume di Asia Pasifik juga turun 36 persen, terutama akibat perlambatan di India dan Korea Selatan. Jepang menjadi pengecualian dengan mencatat rekor aktivitas sebesar 1,1 GW.
“Agar pasar kembali tumbuh, kita perlu melihat opsi pasokan listrik bersih dan andal, seperti proyek surya yang terintegrasi dengan penyimpanan energi, dapat terealisasi dalam skala besar dan dengan harga yang kompetitif,” jelas Brihi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya