"Saya bekerja di sana itu sejak tahun 2004, saya sudah bolak-balik ke Sumsel itu dan baru 5 tahun terakhir ini intensitasnya kelihatan tinggi gajah mendekati pemukiman," ujar Dolly.
Menurut Dolly, populasi gajah di Sumatera masih viable atau bisa bertahan untuk jangka panjang. Dalam skenario tanpa kasus perburuan atau gajah bisa hidup nyaman, populasinya yang saling terhubung minimal 100 individu.
Baca juga: Warga di Aceh Tewas Diduga Terinjak Gajah Liar, Ini Penjelasan BKSDA
Saat ini, terdapat 22 kantong populasi gajah di Sumatera yang tidak semuanya viable. Kecuali, kalau dibangun koridor-koridor di antara berbagai kantong populasi kecil tadi, yang dalam ilmu biologi disebut metapopulasi.
Kantong populasi gajah yang kecil dihubungkan melalui koridor agar jumlahnya dapat mencapai minimal 100 individu atau viable, dengan catatan tidak ada gajah terbunuh akibat konflik dengan manusia.
Kini, jumlah gajah di seluruh Sumatera memang masih ribuan individu, tetapi tersebar dalam 22 kantong populasi.
"Nah kantong-kantong ini sebetulnya banyak yang punya potensi untuk hidup secara jangka panjang dengan catatan tadi populasi-populasi kecil yang terpisah itu harus dihubungkan melalui koridor-koridor satwa liar, koridor-koridor yang memungkinkan gajah bisa saling bertemu tadi," ucapnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya