Temuan dalam studi ini menunjukkan dimensi baru dari risiko iklim yang melampaui gelombang panas, cuaca ekstrem, dan kenaikan permukaan laut.
Alih-alih memandangnya permasalahan lingkungan, peningkatan CO2 perlu dianggap sebagai variabel kesehatan masyarakat jangka panjang yang memerlukan pemantauan berkelanjutan.
"Kami tidak mengatakan bahwa orang-orang tiba-tiba akan jatuh sakit ketika kita melewati ambang batas tertentu," ujar Larcombe.
Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan ada perubahan fisiologis secara bertahap yang terjadi pada tingkat populasi. Kondisi itu harus dipantau sebagai bagian dari kebijakan krisis iklim masa mendatang.
Pengurangan emisi CO2 etap penting untuk membatasi pemanasan global. Temuan ini menegaskan bahwa pengurangan emisi juga penting untuk menjaga kesehatan manusia dalam jangka panjang.
Selain itu, potensi efek fisiologis dari peningkatan CO2 harus menjadi bagian dari diskusi kebijakan iklim di masa mendatang.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya