Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 3 Maret 2026, 20:21 WIB
Add on Google
Agung Dwi E,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di sejumlah kawasan penyangga Jakarta, deretan rumah baru terus tumbuh mengikuti kebutuhan hunian masyarakat. Namun, rumah kini tak lagi sekadar perkara tempat tinggal.

Seiring kesadaran akan perubahan iklim, masyarakat pun menginginkan hunian yang lebih ramah lingkungan, inklusif, dan tetap terjangkau sekaligus.

Bagi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, perubahan ekspektasi itu bukan sekadar tren. Prinsip keberlanjutan lewat penguatan tata kelola dan agenda ESG ditempatkan sebagai bagian dari strategi bisnis serta berjalan beriringan dengan pertumbuhan kinerja keuangan perseroan.

Komitmen tersebut tecermin dari capaian awal tahun ini. Mengawali 2026, bank berkode saham BBTN itu membukukan laba bersih Rp 230 miliar pada Januari. Angka tersebut melonjak 578 persen secara tahunan (year on year/yoy) jika dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebesar Rp 34 miliar.

Baca juga: Mengawali Tahun 2026, BTN Cetak Kenaikan Laba Bersih 578 Persen

Lonjakan laba itu ditopang oleh perbaikan fundamental. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 79,46 persen (yoy) seiring kemampuan perseroan menekan beban bunga hingga turun 14,53 persen.

Efisiensi ini memperkuat profitabilitas di tengah transformasi bisnis yang sedang dijalankan.

Kinerja itu turut memperkuat struktur keuangan perusahaan. Hingga Januari 2026, total aset BTN tumbuh 12,26 persen (yoy) menjadi Rp 448,34 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat yang tercermin dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang naik 11,52 persen menjadi Rp 362,77 triliun.

Di sisi intermediasi, penyaluran kredit juga meningkat 9,30 persen (yoy) menjadi Rp 341,45 triliun. Artinya, di tengah penguatan tata kelola dan agenda ESG, fungsi pembiayaan tetap ekspansif dan likuiditas terjaga.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan, perseroan optimistis tren positif tersebut berlanjut.

“Kami optimistis, kinerja tahun ini akan lebih meningkat seiring transformasi dan inovasi yang dilakukan perseroan,” ujarnya, seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (25/2/2026).

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu dalam media gathering BTN di Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/9/2025). DOK. PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu dalam media gathering BTN di Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/9/2025).

Dari KPR ke keuangan berkelanjutan

Sebagai bank yang identik dengan pembiayaan perumahan, BTN mulai mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam rantai bisnisnya. Sejak 2019, perseroan menerapkan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pendekatan tersebut tak hanya menyentuh pembiayaan hijau, tetapi juga aspek tata kelola, manajemen risiko, hingga dampak sosial dari aktivitas pembiayaan.

Salah satu inisiatif yang disorot adalah program Rumah Rendah Emisi. Pada 2024, BTN memulai proyek percontohan 1.300 unit rumah dengan penggunaan material ramah lingkungan sekitar 15 persen. Ke depan, perseroan menargetkan pembangunan 150.000 rumah rendah emisi hingga 2029.

KOMPAS.com/Agung Dwi E Capaian Keberlanjutan BTN pada 2024

Material berbasis daur ulang, seperti paving block yang mengandung limbah plastik, digunakan untuk menekan jejak karbon serta mengurangi timbulan sampah. BTN pun menargetkan pengurangan 1,7 juta kilogram sampah plastik dan penurunan emisi karbon sebesar 2,42 ton CO2 pada 2029.

“BTN berkomitmen mendukung pertumbuhan berkelanjutan untuk Indonesia dengan mengusung konsep ‘Become The ESG Champion’ sebagai landasan,” ujar Nixon dalam Laporan Keberlanjutan BTN 2024.

Langkah ini menunjukkan pergeseran orientasi BTN daris ekadar volume kredit menuju kualitas dampak pembiayaannya.

Baca juga: Dorong Penerapan ESG, BTN Jadi Anggota UNEP FI

Bayar cicilan rumah dengan sampah

Transformasi keberlanjutan BTN juga menyasar perilaku nasabah. Pada September 2025, perseroan meluncurkan program "Bayar Angsuranmu Pakai Sampahmu". Terobosan ini memungkinkan nasabah mengurangi cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) melalui pengelolaan sampah rumah tangga.

Melalui kerja sama dengan perusahaan pengelola sampah berbasis teknologi, nasabah dapat menyetorkan sampah yang telah dipilah, seperti plastik, kardus, botol kaca, hingga minyak jelantah.

Sampah tersebut kemudian diolah menjadi poin bernama Rekopoin yang dikonversi menjadi saldo tabungan di rekening BTN untuk membantu pembayaran angsuran.

Baca juga: Kunjungi Bekasi, Ratu Belanda Soroti Program BTN yang Ubah Sampah Jadi Tabungan KPR

Nixon menjelaskan, program tersebut merupakan wujud peran aktif BTN di bidang ESG. Di program ini, sampah rumah tangga yang dikumpulkan bisa dikonversi jadi rupiah ke tabungan serta dapat mengurangi angsuran 10-15 persen per bulan.

"Jadi, kalau angsurannya sekitar Rp 1,1-1,2 juta per bulan, nasabah bisa menabung dari sampah rumah tangga sekitar Rp100-200.000 per bulan. Ini sekaligus membantu negara, bumi, dan lingkungan agar lebih bersih dan green," ujar Nixon di bekas, Jakarta, Rabu (26/11/2025), seperti dikutip dari laman resmi BTN.

Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda, dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Keuangan (UNSGSA), memberikan apresiasi atas inisiatif BTN, yakni Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu saat berkunjung ke Perumahan Gran Harmoni Cibitung, Bekasi, Rabu (26/11/2025).DOK. PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda, dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kesehatan Keuangan (UNSGSA), memberikan apresiasi atas inisiatif BTN, yakni Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu saat berkunjung ke Perumahan Gran Harmoni Cibitung, Bekasi, Rabu (26/11/2025).

Dengan rerata rumah tangga menghasilkan sampah 4 kg per hari, program ini pun bisa mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Sampah yang selama ini dianggap beban ternyata punya nilai ekonomi. Melalui program ini, sampah dipilah, ditimbang, dan dikonversi menjadi tabungan untuk mengurangi cicilan rumah. Semakin rajin memilah, semakin ringan cicilan mereka,” ujar Nixon.

Program ini sudah berjalan di beberapa lokasi di Bogor, Jawa Barat, dan direncanakan akan diperluas ke sekitar 100 titik di Pulau Jawa hingga akhir 2026. BTN juga menilai inisiatif ini sejalan dengan agenda nasional dalam pengembangan ekonomi hijau dan percepatan penanganan sampah.

Inovasi itu mendapat sorotan global. Ratu Belanda Queen Máxima dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Kesehatan Keuangan mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga berpenghasilan rendah sekaligus mengurangi beban sampah di tingkat masyarakat terkecil.

TJSL dan inklusi keuangan

Komitmen sosial BTN juga tecermin dari penyaluran dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang 2024, nilai TJSL yang disalurkan mencapai Rp 88,96 miliar untuk program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, bantuan sosial, hingga pelestarian lingkungan.

Pada periode Januari hingga Juni 2025, BTN kembali menggelontorkan dana TJSL sebesar Rp 40,7 miliar untuk menyokong Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sebagian besar alokasi diarahkan pada sektor pangan.

Corporate Secretary BTN Ramon Armando menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak terlepas dari kontribusi sosial perusahaan.

“Keberhasilan BTN dalam menjalankan bisnis tidak dapat dilepaskan dari kontribusi nyata terhadap masyarakat dan lingkungan. BTN hadir sebagai bank yang memberikan berbagai layanan keuangan bagi masyarakat serta sebagai mitra pembangunan yang aktif,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).

Baca juga: TJSL BTN Salurkan KPR Mikro hingga Bantuan untuk Pencegahan Stunting

Inisiatif yang dijalankan pun beragam dan menyentuh langsung masyarakat. Mulai dari penguatan ketahanan pangan melalui pembagian sembako dan makan siang gratis di Boyolali, Jawa Tengah, hingga pemberdayaan ekonomi lokal lewat program inkubasi BTN Housingpreneur, dukungan pameran UMKM di Surakarta, Jawa Tengah, serta bantuan alat usaha bagi pelaku usaha kecil di Sulawesi Tengah.

Di sisi lain, BTN terus memperluas inklusi dan literasi keuangan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selama hampir lima dekade, BTN dikenal sebagai tulang punggung pembiayaan rumah subsidi di Indonesia.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapat alokasi tambahan menjadi 220.000 unit, naik tajam dari kuota sebelumnya.Shutterstock PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendapat alokasi tambahan menjadi 220.000 unit, naik tajam dari kuota sebelumnya.

Sejak 1976 hingga Desember 2025, BTN telah menyalurkan KPR subsidi sekitar 4,4 juta unit dengan nilai Rp 300,99 triliun.

Kini, misi tersebut diperluas. Tak hanya membantu masyarakat memiliki rumah, BTN juga mendorong agar hunian yang dibiayai lebih efisien energi dan ramah lingkungan.

ESG dan ujian konsistensi

Di tengah kekhawatiran bahwa penerapan ESG dapat menekan margin perbankan, kinerja BTN justru menunjukkan bahwa stratetegi keberlanjutan dapat ebrjalan beriringan dengan profitabilitas.

Untuk memastikan implementasi berjalan konsisten, BTN membentuk Komite ESG serta Enterprise & ESG Risk Management Division. Perseroan juga menyusun Governance, Risk, and Compliance (GRC) Roadmap 2025–2029 sebagai panduan penguatan tata kelola.

Dalam Laporan Keberlanjutan 2024, BTN menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar target tahunan, melainkan perjalanan jangka panjang yang melibatkan erbagai pemangku kepentingan.

“BTN meyakini bahwa keberlanjutan bukan merupakan sebuah tujuan, melainkan merupakan perjalanan yang melibatkan berbagai pihak dan aspek yang saling terkait,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.

Bagi BTN, pendekatan keberlanjutan dirangkum dalam konsep 5P: People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership. Artinya, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Di tengah dinamika industri perbankan dan properti, BTN berupaya menunjukkan bahwa profit dan purpose dapat berjalan beriringan. Di balik angka pertumbuhan laba dan ekspansi kredit, terdapat upaya menjaga keseimbangan antara kinerja ekonomi, dampak sosial, dan tanggung jawab lingkungan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
LPDB Umumkan 15 Inkubator Terpilih Dampingi Koperasi Merah Putih 'Naik Kelas', Terbanyak di Jabar
Pemerintah
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Akademisi: Optimasi Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Diperlukan untuk Dukung Transisi Energi
Pemerintah
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
328 KK di Sulawesi Utara Kantongi Izin Kelola Hutan Seluas 1.742 Hektar
Pemerintah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
KLH Siapkan Pembentukan PRO untuk Perkuat Tanggung Jawab Produsen Kelola Sampah
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
BMKG Prediksi Hujan Lebat Bakal Landa Sejumlah Wilayah Jelang Musim Kemarau
Pemerintah
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Investor Desak Industri Logistik Kurangi Emisi
Swasta
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
PBB: Konflik Sebabkan Progres Pembangunan Global Terancam Mundur Drastis
Pemerintah
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
PSEL Bakal Dibangun di Kaltim, Kelola hingga 1.000 Ton Sampah per Hari
Pemerintah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Java Fresh Perluas Ekspor ke China, Perkuat Riset untuk Perpanjang Masa Simpan Buah
Swasta
Komitmen Net-Zero Perusahaan Global Tumbuh 61 Persen pada 2025
Komitmen Net-Zero Perusahaan Global Tumbuh 61 Persen pada 2025
Pemerintah
Waspadai Perdagangan Satwa Liar Berisiko Tularkan Penyakit ke Manusia
Waspadai Perdagangan Satwa Liar Berisiko Tularkan Penyakit ke Manusia
Pemerintah
Enam Kali Raih Proper Emas, Sido Muncul Buktikan Praktik Ramah Lingkungan Dimulai dari Kegiatan Sehari-hari
Enam Kali Raih Proper Emas, Sido Muncul Buktikan Praktik Ramah Lingkungan Dimulai dari Kegiatan Sehari-hari
BrandzView
Dari Kebun Manggis ke Supermarket Eropa, Ini Keunggulan Indonesia Ketimbang Negara Tetangga
Dari Kebun Manggis ke Supermarket Eropa, Ini Keunggulan Indonesia Ketimbang Negara Tetangga
Swasta
Lestari Forum 2026: 'Sustainability' Bagian dari Inti Bisnis
Lestari Forum 2026: "Sustainability" Bagian dari Inti Bisnis
Swasta
Mengintip Strategi PHE Menjaga Pasokan Energi Nasional Jangka Panjang
Mengintip Strategi PHE Menjaga Pasokan Energi Nasional Jangka Panjang
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau