Pulau al-Qarsaya terletak di pusat Kairo, kota berpenduduk 22 juta jiwa. Tempat ini hanya bisa diakses dengan feri atau perahu nelayan.
Komunitas nelayan dan petani di wilayah tersebut menghadapi kerusakan lingkungan yang makin parah.
Para nelayan mengaku dahulu bisa menangkap enam sampai 17 kg ikan, tapi saat ini semuanya bekerja dengan VeryNile mengumpulkan plastik alih-alih hanya mengandalkan menangkap ikan.
Sejak 2018, proyek VeryNile telah mengumpulkan lebih dari 454 ton sampah plastik dari Sungai Nil, yang kemudian diolah di pabrik daur ulang di Kota 6 Oktober. Organisasi ini juga telah membagikan 150 perahu gratis kepada nelayan dan memperluas program ke tiga lokasi, termasuk Assiut.
“Kami bekerja setiap hari dengan para nelayan dan hampir menjalani kehidupan penuh di pulau ini,” ucap Amna Karamallah, yang memimpin tanggung jawab komunitas dalam program tersebut.
Proyek ini juga mempekerjakan 25 perempuan pulau dalam kegiatan dapur, penyortiran, dan desain produk. Mereka mendirikan klinik darurat serta melatih petani menanam sayuran yang kemudian dibeli untuk dapur program tersebut.
Hoda Gamal, salah satu pekerja, mengatakan para nelayan awalnya mengira penurunan hasil tangkapan sebagai hukuman dari Tuhan. Padahal, banyak ikan mati akibat polusi plastik.
“Mereka tidak sadar bahwa mereka menjadi penjaga Sungai Nil dengan mengumpulkan botol dan kantong plastik itu," tutur Gamal.
Sampah yang dikumpulkan nelayan banyak di antaranya berasal dari kapal pesta di Sungai Nil diolah menjadi berbagai produk daur ulang.
Pulau al-Qarsaya berada tepat di seberang Jalan al-Bahr al-Azam, salah satu jalan utama di Giza, dan dekat dengan obyek wisata Pharaonic Village. Penduduknya sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan petani.
Meski berada di pusat kota, pulau tersebut tetap terisolasi dan masih memiliki ruang hijau yang jarang ditemukan di ibu kota.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya