Di sisi lain dukungan untuk langkah-langkah kebijakan yang memperkuat sistem daur ulang sangat tinggi.
Hampir 80 persen responden mendukung pemasangan mesin pengumpul kaleng di supermarket atau pusat komunitas, dengan menawarkan insentif seperti uang tunai atau poin hadiah untuk pengembalian. Sekitar 73 persen mendukung pelabelan wajib kandungan bahan daur ulang dalam produk.
KFEM mengatakan hasil survei menunjukkan perlunya menyelaraskan kebijakan dan infrastruktur dengan meningkatnya kesadaran publik, termasuk memperluas sistem pengumpulan, memperkenalkan skema pengembalian deposit, dan menetapkan target untuk daur ulang siklus tertutup.
Secara global, langkah-langkah seperti sistem setoran-pengembalian (deposit-return schemes) dan kebijakan tanggung jawab produsen yang diperluas terbukti dapat meningkatkan angka pengumpulan kemasan minuman secara signifikan.
Hal ini memperkuat desakan bagi pengadaan infrastruktur yang lebih baik dan pemberian insentif guna meningkatkan hasil daur ulang.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya