Kebijakan pajak Vietnam sudah membuahkan hasil nyata dalam pengurangan emisi. Data pemerintah menunjukkan pemangkasan emisi CO2 terus meningkat setiap tahun sejak kebijakan ini dimulai, mencapai 148.492 ton pada tahun 2025 saja.
Setiap kendaraan listrik diperkirakan dapat mengurangi emisi sekitar 0,85 ton per tahun dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin. Dengan lebih dari 300.000 kendaraan listrik yang terjual antara tahun 2022 hingga 2025, total pengurangan emisi kini diperkirakan mencapai sekitar 256.000 ton per tahun.
Kementerian Keuangan menyatakan bahwa hasil tersebut membuktikan pentingnya kebijakan pajak dalam mencapai target iklim nasional. Kementerian menegaskan bahwa memperpanjang insentif ini sejalan dengan komitmen lingkungan yang lebih luas, serta membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus memperbaiki kualitas udara di perkotaan.
Bagi para pelaku industri, usulan perpanjangan ini memberikan kepastian aturan yang sangat penting. Para produsen dan investor sedang memantau keputusan ini saat mereka memperluas operasional di pasar kendaraan listrik Asia Tenggara yang sedang berkembang.
"Jika disetujui, ini akan menjadi sumber daya yang sangat penting untuk mendorong perusahaan berinvestasi di pasar kendaraan listrik. Pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik yang kuat akan mengurangi jumlah kendaraan berbahan bakar fosil, sehingga memangkas emisi polutan dan menciptakan lingkungan hidup yang lebih hijau," ungkap Dao Cong Quyet, kepala Subkomite Komunikasi dari Asosiasi Produsen Otomotif Vietnam.
Baca juga: Uni Eropa Borong Panel Surya hingga EV di Tengah Krisis Energi
Aturan tepat sasaran percepat perbaikan iklim
Pendekatan Vietnam menunjukkan bagaimana aturan pajak yang tepat sasaran dapat mempercepat perbaikan iklim sekaligus mengubah industri. Dengan menghubungkan insentif pajak ke rencana jangka panjang, pemerintah mengurangi risiko bagi investor sekaligus mengubah kebiasaan pembeli.
Bagi para pemimpin perusahaan, pesannya sudah jelas: Asia Tenggara sedang berpindah dari tahap uji coba menuju penggunaan kendaraan listrik secara massal, dengan aturan yang semakin mendukung infrastruktur, pembuatan produk, dan permintaan pasar.
Bagi para investor, Vietnam menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dijalankan secara terpadu. Penggabungan antara insentif pajak, strategi industri, dan target emisi menjadi model bagi negara berkembang lainnya yang ingin menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pengurangan emisi.
Di tengah persaingan global dalam rantai pasok kendaraan listrik, perpanjangan insentif pajak ini membuat Vietnam menjadi pemain serius dalam tahap transisi transportasi berikutnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya