Ia menambahkan ketegangan politik yang terjadi baru-baru ini di Timur Tengah dan kekacauan di pasar bahan bakar fosil, terutama minyak dan gas alam, semakin mempertegas pentingnya mempercepat transisi energi.
Baca juga: Kapasitas PLTU Batu Bara Dunia Bertambah Tapi Konsumsinya Menurun
Beralih ke energi terbarukan mendukung tujuan perbaikan lingkungan sekaligus menjaga keamanan energi dengan cara mengurangi risiko dari guncangan luar negeri.
Dalam situasi seperti ini, mengurangi ketergantungan pada batu bara menjadi semakin penting, karena hal itu mendukung target iklim sekaligus keamanan energi jangka panjang.
Laporan ini juga memberikan panduan siap pakai yang menegaskan bahwa perbaikan aturan pemerintah harus dibereskan terlebih dahulu sebelum uang bantuan dicairkan.
Laporan menentukan langkah-langkah penting pula yang harus segera diambil oleh pembuat kebijakan, lembaga keuangan, dan pengelola pembangkit listrik.
Berdasarkan hasil studi, Climate Finance Asia mengajak semua pihak terkait untuk bergerak cepat dan kompak agar pensiun dini PLTU batu bara bisa terlaksana.
Menunda-nunda transisi ini akan membawa dampak buruk yang besar bagi kehidupan sosial dan lingkungan masyarakat di sekitar PLTU. Mempercepat pensiun dini PLTU akan membantu peralihan menuju ekonomi ramah lingkungan, memperkuat keamanan energi, mencegah risiko kerugian akibat aset yang mangkrak , serta meningkatkan kesejahteraan sosial dan kesehatan lingkungan.
Climate Finance Asia berharap bisa bekerja sama dengan pihak-pihak yang punya visi sama untuk membantu mempercepat penghentian penggunaan pembangkit listrik batubara.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya