KOMPAS.com - Analisis terbaru dari World Resources Institute (WRI) mengungkapkan sembilan dari 14 anggota G20 tidak menunjukkan tren positif menuju target untuk mengatasi perubahan iklim pada akhir dekade.
Negara-negara besar seperti Inggris, Uni Eropa, dan Amerika Serikat justru tertinggal dalam kemajuan komitmen mereka.
Padahal, melansir Edie, Kamis (11/6/2026) negara-negara besar tersebut termasuk Inggris, AS, Kanada, dan Argentina, jika digabungkan, menghasilkan sekitar 30 persen dari total polusi global dunia.
Secara keseluruhan, seluruh anggota G20 bertanggung jawab atas lebih dari tiga perempat polusi global setiap tahunnya.
Amerika Serikat, yang menyumbang 11,16 persen emisi gas rumah kaca dunia, sempat menarik kembali dokumen target nasionalnya (NDC) sebagai bagian dari keputusan pemerintahan Trump untuk keluar dari Perjanjian Iklim Paris.
Baca juga: Dampak Nyata Perubahan Iklim, Mulai Pengaruhi Kehidupan Masyarakat Dunia
Sementara itu dari 14 anggota G20 yang diperiksa hanya lima negara yang saat ini berada di jalur yang benar untuk mencapai target penurunan polusi 2030.
Menurut studi tersebut, Australia, Indonesia, Rusia, Afrika Selatan, dan Türkiye tampaknya berada di jalur yang benar dalam upaya pengurangan polusi mereka.
Target-target pengurangan polusi ini ditetapkan sebagai bagian dari komitmen awal nasional (NDC) yang diajukan oleh masing-masing negara pada tahun 2020-2021, sesuai dengan Perjanjian Iklim Paris. Dari seluruh anggota G20, hanya 14 negara yang menyerahkan perkiraan data mereka untuk tahun 2030.
Untuk memantau perkembangannya, negara-negara tersebut wajib menyerahkan laporan transparansi dua tahunan (BTR) pertama mereka pada tahun 2024, dan laporan berikutnya wajib diserahkan pada akhir tahun ini (2026).
Lembaga riset WRI memeriksa kemajuan dari masing-masing negara dalam mencapai target tahun 2030 berdasarkan laporan-laporan awal tersebut.
Menurut laporan WRI, perkiraan jumlah polusi pada tahun 2030 di tujuh negara anggota ternyata lebih tinggi daripada target yang sudah mereka janjikan sebelumnya.
Bagi Inggris, Korea Selatan, dan Kanada, terdapat jarak sebesar minimal 25 persen antara jumlah polusi yang mereka hasilkan nanti dengan target yang seharusnya dicapai.
Argentina harus memotong polusi mereka sekitar 1 persen setiap tahunnya, sementara Brasil membutuhkan penurunan sebesar 6,5 persen setiap tahun agar bisa memenuhi target tahun 2030 mereka.
Inggris dan Kanada sama-sama harus menggenjot pengurangan polusi mereka secara drastis, masing-masing sebesar 5,4 persen dan 5,5 persen setiap tahunnya.
Baca juga: Sisi Lain Dampak Perubahan Iklim: Merusak Hubungan Sosial Antar Manusia
Menurut WRI, kemajuan di Uni Eropa (EU), Meksiko, dan Jepang harus dipercepat jauh lebih cepat lagi. Kecepatan mereka dalam mengurangi polusi saat ini harus ditingkatkan menjadi sekitar dua kali lipat dari kebiasaan mereka sekarang agar target mereka bisa tercapai.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya