Ia menambahkan, komitmen peserta menjadi penting karena Lestari Summit tidak hanya dirancang sebagai forum untuk hadir dan mendengar.
Baca juga: Mendengar Suara Perempuan Penggerak Keberlanjutan di Lestari Summit 2025
“Kami ingin peserta mendapatkan nilai dari forum ini. Bukan hanya datang ke sebuah acara, tetapi juga membawa pulang perspektif, jejaring, dan dorongan untuk ikut mengambil bagian dalam agenda keberlanjutan,” sebut dia.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Lestari Summit dirancang dengan format yang lebih tersegmentasi dengan pembahasan berfokus pada kebijakan, serta pembahasan yang lebih dekat dengan aksi komunitas dan masyarakat.
Wisnu menjelaskan, pembagian tersebut disiapkan agar percakapan yang hadir dalam Lestari Summit 2026 dapat saling melengkapi. Satu ruang dapat membahas arah besar kebijakan, sementara ruang lainnya dapat memperlihatkan hal-hal yang bisa dilakukan oleh komunitas, pelaku usaha, maupun masyarakat umum.
“Dua ruang itu akan saling melengkapi. Ada pembahasan yang lebih dekat dengan kebijakan, dan ada pembahasan yang lebih dekat dengan hal-hal yang bisa dilakukan komunitas maupun masyarakat,” ungkap Wisnu.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya