Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Schneider Indonesia Petik Manfaat dari Sekolah Vokasi

Kompas.com, 26 Maret 2023, 07:00 WIB
Josephus Primus,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Schneider Electric Indonesia yang bergerak di bidang kelistrikan kini memetik manfaat dari sekolah vokasi di Indonesia.

Plant Director Schneider Electric Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rudi Granet, mengungkapkan, Schneider Indonesia sudah mengelola Center of Excellence (CoE) sejak 2017.

Perusahaan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Muasal CoE ini adalah program Schneider Indonesia Goes to School sejak 2008.

Kala itu, Schneider Indonesia menyambangi sekolah-sekolah vokasi atau kejuruan yang memiliki jurusan kelistrikan untuk tujuan kerja sama.

Baca juga: 3 Pesan Kunci Majukan Pendidikan dari Rakernas LPTNU

"Salah satunya adalah SMK Negeri 1 Cikarang," kata Rudi.

Kerja sama Schneider Indonesia dengan Kemendikbud Ristek ini terlaksana melalui para guru SMK jurusan kelistrikan yang mengisi aplikasi pelatihan ke Ditjen Pendidikan Advokasi.

Kemudian, setelah melalui seleksi, para guru SMK kelisrikan ini diarahkan ke Schneider Indonesia yang menyediakan materi pelatihan yang mencakup tiga hal.

Para guru SMK jurusan kelistrikan belajar mengenai kelistrikan, otomasi, dan energi terbarukan.

Lokasi pelatihan selama satu bulan ini ada di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV-BMTI) di Kota Cimahi, Jawa Barat.

Dalam setahun, ada dua kali sesi pelatihan. Setiap sesi pelatihan berisi sekitar 16 orang guru SMK jurusan kelistrikan hasil seleksi dari seluruh Indonesia.

"Nantinya, para guru yang sudah terlatih akan mengajarkan dan menularkan ilmu yang mereka peroleh kepada para siswa di sekolah masing-masing," tutur Rudi.

Para guru juga akan mendapat pelatihan lanjutan semisal on the job training sekitar dua minggu di Schneider Indonesia Cikarang.

Bantuan

Masih dalam lingkup CoE, Schneider Indonesia juga memberikan bantuan peralatan kelistrikan kepada SMK-SMK jurusan kelistrikan untuk tujuan pembelajaran.

Bantuan tersebut sesuai dengan karakteristik SMK bersangkutan. Di SMK Negeri 2 Kota Bekasi, misalnya, bantuan peralatan berkaitan dengan energi terbarukan.

Hal ini karena SMK Negeri 2 Kota Bekasi letaknya dekat dengan lokasi Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sampah Bantar Gebang.

Di TPA Sampah Bantar Gebang terdapat pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan seperti gas untuk kelistrikan.

Sementara bantuan peralatan untuk pembelajaran lainnya, adalah piranti power monitoring expert dan sebagainya.

Rudi menambahkan, kolaborasi dengan sekolah-sekolah vokasi memberikan hal positif bagi Schneider Indonesia.

Pertama, Perusahaan bisa mendapatkan lebih mudah tenaga kerja lulusan SMK-SMK jurusan kelistrikan yang sudah ikut dalam program CoE.

Kedua, Perusahaan hanya memerlukan waktu melatih para tenaga kerja baru dalam hitungan dua minggu.

"Bila kami merekrut tenaga kerja dari luar program CoE, kami memerlukan waktu 3 hingga 6 bulan untuk melatih mereka di pabrik," ungkap Rudi.

Rudi menambahkan, pada pabrik yang dipimpinnya, mayoritas dari 800 tenaga kerja, kebanyakan berasal dari pelatihan CoE.

Catatan positif juga datang dari Global Chief Strategy and Sustainability Schneider Electric Gwenalle Avice-Huet.

CoE menjadi salah satu program Schneider Electric Global sesuai dengan program pembangunan berkelanjutan (sustainable development) pada dokumen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Paris Agrement 2016.

Edukasi kepada generasi muda adalah bagian yang berkesinambungan dengan energi terbarukan, otomasi, dan digitalisasi, serta kelistrikan.

"Di seluruh dunia ada 11 CoE Schneider Electric Global, termasuk di Indonesia," tutur Global Chief Strategy and Sustainability Schneider Electric Gwenalle Avice-Huet.

Hingga 2022, Perusahaan sudah melatih hingga 24.800 siswa dari 144 SMK jurusan kelistrikan di Indonesia. Sementara total target yang akan dilatih sebanyak 184 SMK jurusan kelisrikan yang sudah masuk pelatihan CoE.

Termasuk juga dalam hasil CoE adalah eksistensi 277 tenaga guru terlatih bersama dengan 84 guru terdampak berikut 125 teknisi terlatih.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
PGN Bangun Rantai Nilai Ekonomi Sirkular hingga Hilirisasi di Cilegon
PGN Bangun Rantai Nilai Ekonomi Sirkular hingga Hilirisasi di Cilegon
BUMN
Perkuat Ekonomi Inklusif Papua, 1.700 Rumah Tangga Dapat Pendampingan Literasi Keuangan
Perkuat Ekonomi Inklusif Papua, 1.700 Rumah Tangga Dapat Pendampingan Literasi Keuangan
Pemerintah
FPCI Desak Indonesia Percepat Target Net Zero Emission Jadi 2050
FPCI Desak Indonesia Percepat Target Net Zero Emission Jadi 2050
LSM/Figur
Peneliti Petakan Titik Rawan Kekeringan Global, Mana Saja yang Berisiko?
Peneliti Petakan Titik Rawan Kekeringan Global, Mana Saja yang Berisiko?
LSM/Figur
Kerentanan Sumber Daya Air Musim Kemarau 2026
Kerentanan Sumber Daya Air Musim Kemarau 2026
Pemerintah
Pertamina Perkuat Pemulihan Ekonomi dan Ketangguhan Masyarakat Pascabencana Sumatera
Pertamina Perkuat Pemulihan Ekonomi dan Ketangguhan Masyarakat Pascabencana Sumatera
BrandzView
Daur Ulang Fasilitas Produksi Energi Fosil Bisa Tekan Biaya Kerusakan Alam
Daur Ulang Fasilitas Produksi Energi Fosil Bisa Tekan Biaya Kerusakan Alam
LSM/Figur
'Me Time' Ramah Lingkungan, Kini Ada Alat yang Ukur Emisi Khusus Spa
"Me Time" Ramah Lingkungan, Kini Ada Alat yang Ukur Emisi Khusus Spa
Pemerintah
Saatnya Manfaat Hilirisasi Nikel di Morowali Dibagi Lebih Adil bagi Daerah
Saatnya Manfaat Hilirisasi Nikel di Morowali Dibagi Lebih Adil bagi Daerah
Pemerintah
BRIN Kembangkan Teknologi Ubah Limbah Nikel Jadi Serbuk Paduan Besi
BRIN Kembangkan Teknologi Ubah Limbah Nikel Jadi Serbuk Paduan Besi
Pemerintah
Sarihusada dan K-24 Group Dorong Pencegahan Stunting melalui Edukasi Gizi Keluarga di NTT
Sarihusada dan K-24 Group Dorong Pencegahan Stunting melalui Edukasi Gizi Keluarga di NTT
Swasta
Krisis Iklim dan Masalah Sosial Berpotensi Dorong Aksi Protes yang Lebih Radikal
Krisis Iklim dan Masalah Sosial Berpotensi Dorong Aksi Protes yang Lebih Radikal
LSM/Figur
Di Tengah Krisis Iklim, Perusahaan Energi Fosil Diproyeksikan Cetak Rekor Laba
Di Tengah Krisis Iklim, Perusahaan Energi Fosil Diproyeksikan Cetak Rekor Laba
Swasta
Perlombaan Nuklir Global, PLTN Turbin Gas Atasi Kendala Biaya dan Skala
Perlombaan Nuklir Global, PLTN Turbin Gas Atasi Kendala Biaya dan Skala
Swasta
Campuran Minyak Kayu Putih dan Bensin Bisa Bikin Irit? Ini Penjelasan Ahli IPB
Campuran Minyak Kayu Putih dan Bensin Bisa Bikin Irit? Ini Penjelasan Ahli IPB
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau