Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Edy Rahmayadi: Kami Jamin Keamanan Rumah Warga yang Ditinggal Mudik

Kompas.com, 19 April 2023, 15:58 WIB
Kontributor Medan, Mei Leandha,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

MEDAN, KOMPAS.com – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melepas keberangkatan 94 bus Mudik Gratis Bermartabat yang mengangkut 3.500 orang menuju Panyabungan, Padangsidimpuan, Sibolga, Rantauprapat, Gunungtua, Sidikalang, Salak, Stabat dan Besitang. Setiap penumpang, dibekali logistik selama perjalanan.

Meski Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut telah berkoordinasi untuk mengamankan lingkungan yang ditinggal mudik, Edy tetap meminta agar memastikan kembali keamanan rumah yang ditinggalkan.

Dia mengaku sudah berkoordinasi, ketua DPRD, Kapolda, Pangdam, memfasilitasi pengamanan rumah rakyat yang ditinggalkan.

"Saya koordinasikan untuk patroli di luar rumah, rakyat yang mudik juga harus memastikan rumahnya dalam kondisi aman. Amankan listriknya, air, kompor, semua harus dalam kondisi aman,” kata Edy, usai melepas Mudik Gratis Bermartabat di depan kantor gubernur, Rabu (19/4/2023).

Baca juga: Layanan Mudik 2023, Sarana Air Bersih dan Sanitasi Tersedia di 46 Titik Seluruh Indonesia

Menurutnya, mudik gratis meringankan beban masyarakat. Pihaknya mendukung karena mudik adalah tradisi masyarakat setiap tahun untuk bersilaturahim dengan keluarganya.

Apalagi, sudah dua tahun tidak dilakukan karena pandemi Covid-19. Aparat keamanan akan diperbanyak di jalan-jalan untuk mengurangi tindak kejahatan saat Lebaran.

“Polisi diperbanyak, Satpol PP dibantu TNI. Begal jangan macam-macam, kami lebih banyak,” katanya.

Edy juga optimistis perputaran ekonomi di Sumut akan meningkat selama Idul Fitri. Pasalnya, ada 4,5 juta pemudik yang memasuki Sumut.

"Ini bisa sampai Rp120 miliar saat Lebaran, mudah-mudahan yang pulang, banyak-banyak belanja di Sumut,” imbuh dia.

Rizal, pemudik tujuan Panyabungan mengapresiasi mudik gratis tersebut. Menurutnya, mudik gratis menghemat pengeluarannya.

“Senang ya, ada bantuan mudik gratis ini,” katanya.

Saat menjadi Inspektur Upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2023, dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1444 Hijriah di Lapangan Lanud Soewondo Medan, Edy meminta penanganan mudik lebih baik lagi.

Data Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat mengalami peningkatan di seluruh Indonesia, termasuk di Sumut.

"Kita berharap penanganan mudik lebih maksimal agar masyarakat yang mudik merasa aman, nyaman dan tenang. Arus mudik pada tahun ini berpotensi mengalami peningkatan, oleh karena itu, penanganan mudik harus dilakukan lebih baik lagi," ucap Edy.

Polri bersama stakeholder terkait komitmen memberi pengamanan optimal melalui operasi Ketupat Toba yang berlangsung 18 April sampai 1 Mei 2023. Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak mengatakan, sebanyak 13.900 personel diturunkan untuk pengamanan Lebaran 2023.

“Itupun masih bisa ditambah dengan pasukan cadangan,” kata Panca.

Mendirikan 209 pos yang terdiri dari 110 pos pengamanan, 71 pos pelayanan dan 28 pos terpadu. Masyarakat dapat menggunakan fasilitas atau pos pelayanan tersebut saat mudik, baik di jalur jalan, terminal, pusat-pusat perbelanjaan dan tempat keramaian lainnya termasuk bandara dan pelabuhan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
El Nino dan La Nina Picu Kekeringan dan Banjir Ekstrem Bersamaan
El Nino dan La Nina Picu Kekeringan dan Banjir Ekstrem Bersamaan
LSM/Figur
Ilmuwan Usulkan Tenggelamkan Pohon di Samudera Arktik untuk Serap Karbon
Ilmuwan Usulkan Tenggelamkan Pohon di Samudera Arktik untuk Serap Karbon
LSM/Figur
KKP Perketat Pengawasan 25 Spesies Ikan dan Penyu, Cegah Penyelundupan
KKP Perketat Pengawasan 25 Spesies Ikan dan Penyu, Cegah Penyelundupan
Pemerintah
CDP Umumkan 877 Perusahaan Raih Skor A Tahun 2025, Kinerja Lingkungan Meningkat
CDP Umumkan 877 Perusahaan Raih Skor A Tahun 2025, Kinerja Lingkungan Meningkat
Swasta
Preferensi Investor Bergeser ke Skrining ESG Positif, Ini Penjelasannya
Preferensi Investor Bergeser ke Skrining ESG Positif, Ini Penjelasannya
Pemerintah
Survei Ungkap Pasar Karbon Sukarela Diprediksi Tumbuh Pesat
Survei Ungkap Pasar Karbon Sukarela Diprediksi Tumbuh Pesat
Swasta
Pengelolaan Sampah di Indonesia Buruk, Wamendagri Ingatkan Ancaman Kesehatan dan Krisis Iklim
Pengelolaan Sampah di Indonesia Buruk, Wamendagri Ingatkan Ancaman Kesehatan dan Krisis Iklim
Pemerintah
99 Ton Ikan Salem Ilegal Gagal Masuk Indonesia, Kerugiannya Bisa Capai Rp 4,8 Miliar
99 Ton Ikan Salem Ilegal Gagal Masuk Indonesia, Kerugiannya Bisa Capai Rp 4,8 Miliar
Pemerintah
Darurat Sampah, Pemkot Tangsel Salahkan Pedagang Kaki Lima
Darurat Sampah, Pemkot Tangsel Salahkan Pedagang Kaki Lima
Pemerintah
Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation Milik Bill Gates, Ini Jejaknya di Indonesia
Sri Mulyani Masuk Dewan Gates Foundation Milik Bill Gates, Ini Jejaknya di Indonesia
Pemerintah
Sekjen PBB: Investasi Energi Bersih Global tembus 2,2 Triliun Dollar AS
Sekjen PBB: Investasi Energi Bersih Global tembus 2,2 Triliun Dollar AS
Pemerintah
Kemandirian BUMN Jadi Fondasi Strategis Menuju ESG dan Negara Kesejahteraan
Kemandirian BUMN Jadi Fondasi Strategis Menuju ESG dan Negara Kesejahteraan
LSM/Figur
IEA: Keluarnya AS Tak Pengaruhi Komitmen Transisi Energi di Asean
IEA: Keluarnya AS Tak Pengaruhi Komitmen Transisi Energi di Asean
Pemerintah
Kubah Es Raksasa di Greenland Berpotensi Mencair Lagi, Ini Penjelasan Pakar
Kubah Es Raksasa di Greenland Berpotensi Mencair Lagi, Ini Penjelasan Pakar
LSM/Figur
Empat Negara Asia Ini Layak Jadi Referensi Implementasi Program WTE
Empat Negara Asia Ini Layak Jadi Referensi Implementasi Program WTE
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau