Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 28 Mei 2023, 18:23 WIB
Josephus Primus,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com - PT Multi Bintang Indonesia (MBI) Tbk, bagian dari The Heineken Company, memastikan program keberlanjutan mendekati penggunaan 100 persen energi terbarukan dalam proses produksinya.

"Laporan Keberlanjutan 2022 adalah rangkuman kemajuan perusahaan mencapai ambisi Brew and Better World (BaBW) 2030," tutur Corporate Sustainability Manager Multi Bintang Indonesia (MBI) Melissa Mina saat pelucuran Laporan Keberlanjutan 2022, Jumat (26/5/2023)

BaBW 2030 mengacu pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang meliputi strategi Lingkungan Sosial dan Tata Kelola (ESG).

Melissa menjelaskan, MBI menerapkan Laporan Keberlanjutan 2022 pada kedua pabrik minuman beralkohol dan minuman berkarbonasi di Tangerang, Provinsi Banten, dan Mojokerto, Jawa Timur.

Baca juga: Pilar 1 SDGs: Pembangunan Sosial

MBI mewujudkan tiga pilar yakni keberlanjutan lingkungan, keberlanjutan sosial, dan konsumsi bertanggung jawab.

Pada kesempatan itu, Head of Corporate Affairs MBI Dayna Adelman menambahkan, ESG adalah bagian fundamental dan bisnis operasionalisasi MBI.

MBI juga memastikan bahwa 67 persen air untuk produksi sudah kembali ke alam dan masyarakat melalui proses konservasi.

Sampai dengan 2022 usai, MBI sudah menggunakan lebih dari 32 persen energi terbarukan dari sumber biomassa, biogas, dan termal.

Pemanfaatan energi terbarukan ini telah mereduksi emisi karbondioksida atau CO2 sebesar 17 persen.

Kemudian, 98 persen limbah produksi yang berhasil melalui proses daur ulang membuat MBI menyentuh pencapaian Zero Waste to Landfill (ZWtL).

Pada pilar keberlanjutan sosial, MBI menyediakan berbagai kesempatan karyawan mengembangkan kemampuan.

Baca juga: ESB dan Foodizz Dukung Keberlanjutan Bisnis UMKM Kuliner Juara Lokal

Selanjutnya, MBI melaksanakan edukasi dan peningkatan literasi alkohol dan menyoroti penggunaan berbahaya dari alkohol.

Tak lupa MLBI menyisihkan 13 persen anggaran beriklan demi penyebaran konsumsi alkohol bertanggung jawab.

Mengenai penyisihan anggaran ini, jumlah yang dikeluarkan MBI lebih tinggi ketimbang target Heineken yang berada di angka 10 persen.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau