Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/07/2023, 09:00 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

KOMPAS.com – Jajaran pemerintah daerah di Indonesia diminta mengawal tata kelola lingkungan dalam rangka pelaksanaan nilai ekonomi karbon (NEK) di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam acara Sosialisasi NEK di Sektor Kehutanan yang dihadiri para sekretaris daerah se-Indonesia di Jakarta, Selasa (27/6/2023).

NEK telah diatur berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2021. Sedangkan aturan pelaksanaan berupa Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Permen LHK Nomor 7 Tahun 2023 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan.

Baca juga: Tiga Provinsi Jadi Model Pembangunan Rendah Karbon, Ini Daftarnya

“Saya titip di birokrasi pemerintah daerah untuk mengawal environmental governance (tata kelola lingkungan) ini,” ujar Siti dalam keterangannya.

Tata kelola lingkungan merupakan tata nilai yang terdiri dari aturan, praktik-praktik, kebijakan, kelembagaan, dan lain-lain yang membentuk interaksi manusia dengan lingkungannya.

Tata kelola lingkungan yang baik mempertimbangkan peran aktor-aktor yang memberikan dampak terhadap lingkungan.

“Kerja sama antara pemerintah, pemerintah daerah, private sector (sektor privat), dan civil society (masyarakat sipil) diperlukan dalam melakukan tata kelola lingkungan yang baik untuk efektivitas pemerintahan dan bergerak menuju masa depan yang sustainable (keberlanjutan),” tutur Siti.

Baca juga: Pengurangan Emisi Karbon Jadi Bagian Penghargaan Thomas Alva Edison

Beberapa elemen kunci dalam Tata kelola lingkungan mencakup sebagai berikut:

  • Melekatkan aspek lingkungan dalam pengambilan keputusan di berbagai tingkatan dan dalam aksi nyata lapangan.
  • Konseptualisasi tentang wilayah dan masyarakat secara ekonomi dan politik sebagai bagian dari lingkungan.
  • Menekankan hubungan antara masyarakat dan ekosistem tempat hidupnya dan mendorong langkah-langkah menuju sistem sirkular atau daur ulang (bukan yang langsung terbuang).

Untuk menjaga lingkungan dan mengendalikannya dari daya rusak, termasuk dampak perubahan iklim, Siti mengungkapkan beberapa prinsip yang dipakai dalam bekerja.

Baca juga: Emisi Karbon Sektor Energi Baru Terpangkas 95 Juta Ton

Prinsip-prinsip tersebut seperti tata kelola lingkungan, sustainable forest management atau manajemen hutan yang berkelanjutan, dan carbon governance atau tata kelola karbon.

Siti menuturkan, Pemerintah Indonesia berpegang pada UUD 1945 menyangkut pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Komitmen kepada dunia internasional juga dijalankan sebagaimana semangat dalam Pembukaan UUD bahwa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia.

“Selain kita juga menimba manfaat dari kerjasama teknis luar negeri, pengetahuan, teknologi dan pendanaannya,” kata Siti.

Baca juga: Pasang PLTS Atap, Bluebird Siap Reduksi 2.000 Ton Emisi Karbon Per Tahun

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Badak Jawa Banyak Diburu, Strategi Perlindungan Satwa Diterapkan

Badak Jawa Banyak Diburu, Strategi Perlindungan Satwa Diterapkan

Pemerintah
'Tobalu Coffee Project' Jadi Inisiatif Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kopi Arabika Sulsel

"Tobalu Coffee Project" Jadi Inisiatif Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kopi Arabika Sulsel

LSM/Figur
Walhi: Izin Tambang Ormas Tutupi Sorotan Perubahan yang Krusial

Walhi: Izin Tambang Ormas Tutupi Sorotan Perubahan yang Krusial

Pemerintah
Walhi: Ormas Garap Tambang Jadi Ahli Waris Kerusakan Lingkungan

Walhi: Ormas Garap Tambang Jadi Ahli Waris Kerusakan Lingkungan

LSM/Figur
Indonesia’s SDGs Center Network Diluncurkan, Jadi Wadah Pertukaran Berbagai Pihak

Indonesia’s SDGs Center Network Diluncurkan, Jadi Wadah Pertukaran Berbagai Pihak

Pemerintah
Kesehatan Anak Jadi Cerminan Pembangunan Kesehatan Nasional

Kesehatan Anak Jadi Cerminan Pembangunan Kesehatan Nasional

Pemerintah
Pasok Alat Kesehatan, Siemens Healthineers Gandeng Hermina Hospital

Pasok Alat Kesehatan, Siemens Healthineers Gandeng Hermina Hospital

Swasta
BRIN: Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia Masih Belum Matang

BRIN: Ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia Masih Belum Matang

Pemerintah
Unggul soal Keberlanjutan, SCG Jadi Perusahaan Asia Tenggara Pertama yang Terdaftar DJSI World

Unggul soal Keberlanjutan, SCG Jadi Perusahaan Asia Tenggara Pertama yang Terdaftar DJSI World

Pemerintah
Transportasi Publik Perlu Terintegrasi dan Humanis

Transportasi Publik Perlu Terintegrasi dan Humanis

Pemerintah
PP Ormas Kelola Tambang Mengingkari Semangat Transisi Energi

PP Ormas Kelola Tambang Mengingkari Semangat Transisi Energi

Pemerintah
Cara Daftar Lestari Awards 2024, Penghargaan Perusahaan Peduli SDGs

Cara Daftar Lestari Awards 2024, Penghargaan Perusahaan Peduli SDGs

Swasta
Penghargaan PBB untuk Kesetaraan Gender Sektor Bisnis Resmi Dibuka

Penghargaan PBB untuk Kesetaraan Gender Sektor Bisnis Resmi Dibuka

LSM/Figur
Studi: Masyarakat Rasakan Kesenjangan Pengelolaan Sumber Daya Alam

Studi: Masyarakat Rasakan Kesenjangan Pengelolaan Sumber Daya Alam

LSM/Figur
1,6 Juta Orang Sakit Setiap Hari karena Konsumsi Makanan Tak Aman

1,6 Juta Orang Sakit Setiap Hari karena Konsumsi Makanan Tak Aman

Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com