Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dukung Perempuan NTT, Sivitas Akademika Sanur Gelar Pameran “Dari Perempuan, Oleh Perempuan, Untuk Dunia”

Kompas.com - 20/09/2023, 16:55 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Seniman perempuan sivitas akademika Sekolah Santa Ursula (Sanur) menggelar pameran lukisan bertajuk “Dari Perempuan, Oleh Perempuan, Untuk Dunia” pada 16-24 September 2023.

Pameran yang diadakan di Art:1 New Museum ini menghadirkan satu patung karya Julia Nugroho dan 129 lukisan dari 107 seniman yang berasal dari: 77 alumni sekolah Santa Ursula Jakarta, 21 pelajar TK, SD, SMP, SMA Santa Ursula Jakarta yang terseleksi, dan 9 pelukis profesional.

Pameran seni yang dibuka oleh Dewi Bambang Soesatyo pada Sabtu, 16 September 2023 ini juga bertujuan mendukung para perempuan penggerak ekonomi keluarga di NTT.

Helena Muljanto, Ketua Panitia Pameran melalui rilis resmi (20/9/2023) menyampaikan, semua karya mengusung tema perempuan yang diekspresikan dengan sangat indah dan penuh makna sesuai dengan perspektif dan pengalaman unik masing-masing individu pelukisnya.

"Bukan sekadar unjuk kebolehan, pameran seni ini menjadi ajang aktualisasi diri para alumni Santa Ursula melalui kegiatan artistik dan meningkatkan kesadaran mengenai arti dirinya dan perempuan," jelas Helena Muljanto.

“Kami memilih para perempuan penganyam topi dan tas dari daun lontar juga perajin tenun ikat Baipito di Larantuka, NTT, dengan cara menyisihkan sebagian hasil penjualan lukisan kami untuk mereka," ungkap Helena.

"Dengan menguatkan para perempuan perajin ini merupakan dukungan kami terhadap pelestarian Warisan Budaya Takbenda,” lanjut Helena yang juga menghadirkan karya lukisan berjudul "Mandala Aspirasi Vimna Fairpetal & Jinga Wildrose".

Donna Agnesia, publik figur yang menjadi nara sumber dalam kegiatan ini menyampaikan, “ini adalah salah satu bentuk cinta yang dimiliki oleh perempuan untuk bisa membantu sesama, memberikan dukungan pada orang lain, dan membantu teman-teman pelukis yang ada di acara ini untuk bisa mengekspresikan diri dari dalam hati dan pikiran.”

Baca juga: Memberdayakan Perempuan, Memutus Rantai Kerja Ilegal dan Kemiskinan

 

Dipandu Fika Rosemary yang juga alumni Santa Ursula Jakarta, gelar wicara juga menghadirkan narasumber lain yaitu; Monica Gunawan (Managing Director of Art:1 New Museum) dan Rotua Magdalena (Seniman Grafis).

Kegiatan pameran juga menampilkan Regina Handoko (Harpist & Penyanyi Sopran) yang melantunkan "Tanah Air" karya Ibu Soed. Kudos.

Mendukung peran perempuan NTT

 

Untuk mendukung para perempuan NTT, Helena menggandeng Yayasan Khouw Kalbe (YKK) untuk memberikan beasiswa “Djitu” bagi pelajar perempuan terseleksi untuk meneruskan pendidikan mereka baik di tingkat Diploma (D3 dan D4) atau Sarjana (S1).

Dari hasil seleksi 55 peserta yang ikut dalam serangkaian tes dari YKK terpilih empat pelajar perempuan yaitu dua pelajar dari Maumere dan dua pelajar dari Larantuka.

Sr. Moekti K. Gondosasmito, OSU, Ketua III Yayasan Satya Bhakti yang menaungi Sekolah Santa Ursula Jakarta juga menyumbangkan puisi yang turut dilelang dalam pameran “Dari Perempuan, Oleh Perempuan, Untuk Dunia” ini.

Hasil penjualan karya Sr. Moekti dan Helena Muljanto seluruhnya akan didonasikan untuk para perempuan penganyam daun lontar dan perajin tenun ikat di Larantuka, NTT.

Lelang akan berlangsung Minggu, 24 September 2023 dan akan dihadiri generasi perempuan muda dari Larantuka, NTT, yang akan mendemonstrasikan cara menganyam daun lontar menjadi benda fungsional seperti tas dan topi.

Kegiatan juga menghadirkan beberapa workshop, antara lain:

  • Jumat, 22 September (15.00-17.00) Melukis tas/topi anyaman
  • Sabtu, 23 September (10.00-12.00) Healing through painting
  • Sabtu, 23 September (13.00-16.00) Melukis cat air
  • Minggu, 24 September (10.00-12.00) Melukis tas dan topi anyaman

"Kepedulian, rasa memiliki dan keinginan menyukseskan acara ini, adalah suatu sikap yang diajarkan oleh almamater kita, menjadi penopang kokoh untuk terus maju tanpa pernah surut," ungkap Helena.

Baca juga: Tanpa Kesetaraan Gender, 340 Juta Perempuan Rawan Miskin

"Pada akhirnya, terima kasih atas dukungan keluarga dan para sahabat yang terus mendampingi dan melengkapi kebersamaan ini hingga menghantarkan ke tanggal pelaksanaan acara pameran lukisan ini," pungkasnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com