Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Langkah Membumi Festival 2024 Dorong Praktik Keberlanjutan dan Ekonomi Sirkular

Kompas.com, 30 Oktober 2024, 10:00 WIB
Anagatha Kilan Sashikirana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com– Langkah Membumi Festival (LMF) 2024 kembali hadir di tahun ketiganya, kali ini berlokasi di Senayan Park, Jakarta pada tanggal 2-3 November 2024.

Mengusung tema "CollaborAction for the Earth", festival ini menghadirkan serangkaian agenda yang berfokus pada sinergi praktik keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Acara yang diselenggarakan oleh Blibli Tiket Action bekerja sama dengan Ecoxyztem, ini terbuka untuk umum, guna mewadahi masyarakat umum untuk belajar, berpartisipasi, dan menjelajahi solusi keberlanjutan melalui talk show, workshop, hingga hiburan interaktif.

Baca juga: Parade Monster Plastik Digelar 7 Kota, Suarakan Bahaya Sampah

Agenda utama LMF 2024 mencakup talk show inspiratif yang mengangkat isu-isu keberlanjutan. Selain itu, tersedia pula workshop menarik yang bisa diikuti seperti Upcycled Plastic Pouch bersama Rappo Indonesia, Demystifying B Corp Certification dari B Corp Certification, dan kelas membuat Terrarium bersama dengan Terramori.

Pendaftaran untuk setiap workshop dapat dilakukan melalui situs langkahmembumi.com, dan seluruh keuntungannya akan dikembalikan kepada komunitas serta ecopreneurs local yang terlibat.

Baca juga: Negara-negara Miskin Daur Ulang Limbah Plastik Impor Lebih Banyak dari Perkiraan

Festival ini juga menyelenggarakan Pasar Ecopreneurs yang menampilkan produk-produk ramah lingkungan dan inovasi menarik dari lebih dari 30 pelaku usaha berkelanjutan. Berbagai ecopreneur yang ikut berpartisipasi dalam festival ini di antaranya Waste4Change, BIKI, CarbonEthics, World Cleanup Day, EcoTouch, Boolet Reservoir, Ravelware, Sustaination, Ulur Wiji, dan Alner.

"Kami bangga kembali menjadi bagian dari kolaborasi Langkah Membumi Festival bersama Blibli Tiket Action. Kali ini, kami menggandeng lebih dari 30 ecopreneurs yang bergerak satu visi dalam memperkenalkan inovasi dan solusi dalam menjawab tantangan keberlanjutan di kehidupan sehari-hari,” kata Co-Founder & CEO Ecoxyztem, Jonathan Davy di acara Press Conference Langkah Membumi Festival 2024, di Jakarta (29/10/2024).

Baca juga: CFO Pertimbangkan AI Sebagai Solusi Masalah Pelaporan Data ESG

Para peserta juga dapat mengunjungi Green Jobs Corner untuk mengetahui peluang kerja hijau, bertukar wawasan, atau bahkan mengikuti simulasi wawancara yang didukung oleh Tanah Air Lestari. Di area ini, pengunjung dapat mengulik lebih dalam tren ekonomi sirkular dengan produk hasil daur ulang dari plastik, kain, dan kaca yang diubah menjadi barang berkualitas.

Tak ketinggalan, LMF 2024 turut menggandeng konsultan sustainability untuk menghitung dampak karbon, guna menegaskan komitmen mereka terhadap lingkungan yang bertanggung jawab.

Baca juga: Konsumen Tak Familier dengan Pertanian Regeneratif

Festival ini pun menghadirkan bintang tamu RAN dan Kahitna, memberikan pengalaman akhir pekan penuh inspirasi untuk seluruh pengunjung.

Melengkapi keseluruhan acara, LMF 2024 mengadakan kompetisi reels "CollaborAction for the Earth" untuk mendorong perubahan gaya hidup berkelanjutan. Para pemenang kompetisi ini akan diumumkan pada acara puncak tanggal 3 November.

Langkah Membumi Festival didukung oleh sejumlah mitra besar seperti Djarum Foundation, Polytron, MODENA, Bank BCA, Bukit Asam, BYD, TBS Energi Utama, Coca Cola, APRIL, NeoBank, Sharp, P4G, Hydroplus, Milk Life, iFORTE, Telkomsel, Bank SMBC Indonesia, UOB, Pressio, Cleo, Blu by BCA Digital, Brawijaya Hospital, Bethsaida Hospital dan masih banyak lagi.

Baca juga: Eco-Tourism, Tren Kunci yang Mengubah Lanskap Pariwisata Indonesia

Acara ini juga didukung oleh media partner yang memiliki visi dan fokus terkait sustainability seperti Kompas Lestari, Katadata Green, Kumparan, TS Media, Ecommurz, dan sustainability impact partner Koalisi Ekonomi Membumi, Ecofren, Carbon Ethics, Life Cycle Indonesia, dan Tanah Air Lestari.

Berbagai universitas ternama seperti Universitas Indonesia, Pertamina University, President University, Bina Nusantara University, dan SparkLabs juga turut mendukung kelangsungan Langkah Membumi Festival 2024.

Hadirnya Langkah Membumi Festival 2024 diharapkan mampu menciptakan aksi nyata menuju masa depan yang lebih hijau, sebagai solusi keberlanjutan menjawab tantangan global triple planetary crisis (perubahan iklim, polusi, dan kehilangan biodiversitas).

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Australia Tunda Penutupan Pembangkit Listrik Batu Bara Terbesar hingga 2029
Australia Tunda Penutupan Pembangkit Listrik Batu Bara Terbesar hingga 2029
Pemerintah
Kisah Zaiwan, Kepala Desa yang Lindungi Hutan hingga Berhasil Ekspor Madu
Kisah Zaiwan, Kepala Desa yang Lindungi Hutan hingga Berhasil Ekspor Madu
BUMN
Bakal Selundupkan Satwa Langka ke Thailand, Pemuda di Sumut Terancam 15 Tahun Penjara
Bakal Selundupkan Satwa Langka ke Thailand, Pemuda di Sumut Terancam 15 Tahun Penjara
Pemerintah
Musim Kawin Penguin di Antartika Maju dari Biasanya, Dampak Krisis Iklim?
Musim Kawin Penguin di Antartika Maju dari Biasanya, Dampak Krisis Iklim?
LSM/Figur
Perusahaan Tambang Nikel Ini Rehabilitasi 743 Hektare Hutan di Konawe
Perusahaan Tambang Nikel Ini Rehabilitasi 743 Hektare Hutan di Konawe
Swasta
Daftar Lokasi Olimpiade Musim Dingin Bisa Berkurang akibat Perubahan Iklim
Daftar Lokasi Olimpiade Musim Dingin Bisa Berkurang akibat Perubahan Iklim
Pemerintah
Krisis Iklim Bisa Pangkas Pendapatan Industri Olahraga
Krisis Iklim Bisa Pangkas Pendapatan Industri Olahraga
LSM/Figur
PBB Ingatkan 318 Juta Orang Kelaparan, Ancaman untuk Stabilitas Ekonomi Dunia
PBB Ingatkan 318 Juta Orang Kelaparan, Ancaman untuk Stabilitas Ekonomi Dunia
Pemerintah
Bumi Pernah Alami Panas Ekstrem 56 Juta Tahun Lalu, Picu Kebakaran dan Erosi
Bumi Pernah Alami Panas Ekstrem 56 Juta Tahun Lalu, Picu Kebakaran dan Erosi
LSM/Figur
Celios: WEF Jadi Momentum Strategis Tarik Investasi Hijau ke RI
Celios: WEF Jadi Momentum Strategis Tarik Investasi Hijau ke RI
LSM/Figur
Banjir Rob Jakarta Bisa Makin Parah akibat Perubahan Iklim
Banjir Rob Jakarta Bisa Makin Parah akibat Perubahan Iklim
Pemerintah
Great Barrier Reef Australia Makin Parah Saat Laut Tenang, Ini Penjelasannya
Great Barrier Reef Australia Makin Parah Saat Laut Tenang, Ini Penjelasannya
LSM/Figur
Banjir Jakarta Berulang, BRIN Sebut Urbanisasi hingga Tanah Turun Jadi Penyebab
Banjir Jakarta Berulang, BRIN Sebut Urbanisasi hingga Tanah Turun Jadi Penyebab
Pemerintah
Mikroplastik Ditemukan di Satu-satunya Serangga di Antartika
Mikroplastik Ditemukan di Satu-satunya Serangga di Antartika
LSM/Figur
TN Way Kambas Pulihkan 1.286 Hektar Ekosistem, Kurangi Konflik Gajah dan Manusia
TN Way Kambas Pulihkan 1.286 Hektar Ekosistem, Kurangi Konflik Gajah dan Manusia
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau