Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

DHL Angkut Kargo dengan Manfaatkan Avtur Berkelanjutan

Kompas.com, 3 Februari 2025, 13:10 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perusahaan logistik DHL Express meluncurkan layanan kargo reguler perdana di Asia yang menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF).

Hal tersebut dilakukan sebagai bagian perusahaan untuk membuat perubahan besar menuju transportasi udara berkelanjutan.

DHL Express pun bermitra dengan Cosmo Energy Holdings, perusahaan minyak mentah yang berbasis di Jepang, untuk membeli 7.200 kiloliter SAF setiap tahun.

Dikutip dari Sustainability Magazine, Senin (3/2/2025) kesepakatan ini menandai langkah awal DHL dalam akuisisi SAF di Asia.

Baca juga:

DHL sendiri berambisi menambah pemanfaatan SAF hingga minimal 30 persen pada 2030.

Tapi tak hanya itu, langkah tersebut juga menempatkan Bandara Internasional Chubu Centrair di Jepang ke peran sentral dalam angkutan udara berkelanjutan.

Tony Khan, Presiden DHL di Jepang, mengungkapkan rencana memperluas akuisisi SAF ke tiga bandara tambahan dalam tahun ini, termasuk lokasi strategis lainnya di Asia.

Perluasan ini meningkatkan jumlah bandara di jaringan DHL yang memanfaatkan SAF menjadi 10 di seluruh dunia, menggarisbawahi komitmen perusahaan terhadap praktik logistik yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai informasi DHL Express telah mengintegrasikan SAF ke dalam operasinya di bandara terkemuka di seluruh dunia, termasuk Amsterdam Schiphol (Belanda), Bandara Stockholm Arlanda (Swedia), dan Bandara Brussels (Belgia).

Termasuk juga Bandara East Midlands (Inggris), Bandara Internasional Los Angeles (AS), Bandara Leipzig (Jerman), Bandara Internasional Miami (AS), Bandara Internasional San Francisco (AS), serta Bandara Stansted (Inggris).

Dengan penggabungan Bandara Internasional Chubu Centrair, DHL memperkenalkan SAF ke Asia untuk pertama kalinya.

Pasokan SAF

Pasokan SAF untuk DHL ini akan dilakukan oleh Saffaire Sky Energy, anak perusahaan Cosmo Energy, yang siap untuk memulai produksi massal di fasilitas yang baru dibangun pada tahun 2025.

Perusahaan ini siap untuk memulai produksi SAF yang substansial pada bulan April di penyulingan Sakai yang terletak di Osaka, yang menargetkan kapasitas produksi sebesar 30.000 kiloliter per tahun.

Proyek perintis di Jepang ini akan memanfaatkan minyak goreng bekas dan berkolaborasi dengan dua perusahaan mitra lainnya.

Baca juga:

Perjanjian DHL dan Cosmo sendiri tidak hanya untuk mengamankan aliran SAF yang stabil tetapi juga memperkuat posisi Jepang dalam bidang penerbangan berkelanjutan.

"SAF saat ini merupakan solusi paling efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dalam transportasi udara. Ke depannya, sebagai bagian dari tanggung jawab kami kepada pelanggan di Jepang, kami berkomitmen untuk mempromosikan solusi pengiriman yang mengurangi emisi dan berkontribusi pada pengurangan dampak lingkungan dari sektor transportasi," ungkap Tony.

"SAF memainkan peran penting dalam dekarbonisasi industri penerbangan dan kami gembira menjadi bagian dari inisiatif penting ini," tambah Koji Moriyama, Presiden dan CEO Cosmo Oil Marketing.

Lebih lanjut, bagian integral dari perjanjian ini adalah penerapan Sistem Transfer Kredit Sertifikasi Karbon & Keberlanjutan Internasional (ISCC), yang memastikan bahwa manfaat lingkungan SAF dilacak dan dialokasikan dengan cermat di seluruh rantai pasokan.

Mulai dari Cosmo Energy, produsen, DHL, operator maskapai penerbangan, dan akhirnya ke pelanggan yang memanfaatkan layanan transportasi DHL.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
TPST Bantargebang Tak Bisa Diperluas Lagi, Sampah Jakarta Dibawa ke Mana?
TPST Bantargebang Tak Bisa Diperluas Lagi, Sampah Jakarta Dibawa ke Mana?
Pemerintah
Kepedulian Lingkungan Turun saat Seseorang Berlibur, Mengapa?
Kepedulian Lingkungan Turun saat Seseorang Berlibur, Mengapa?
LSM/Figur
Bantargebang Kritis, Sampah Jakarta Tembus 7.300 Ton per Hari
Bantargebang Kritis, Sampah Jakarta Tembus 7.300 Ton per Hari
Pemerintah
Usai Banjir Sumatera, Banyak Warga yang Tinggal di Pengungsian dengan Fasilitas Terbatas
Usai Banjir Sumatera, Banyak Warga yang Tinggal di Pengungsian dengan Fasilitas Terbatas
LSM/Figur
Dari Kulit Buah Jadi Energi, Eksperimen Sederhana yang Ubah Cara Pandang tentang Sampah
Dari Kulit Buah Jadi Energi, Eksperimen Sederhana yang Ubah Cara Pandang tentang Sampah
LSM/Figur
Sistem Pengelolaan Terpadu Bisa Tekan Biaya dan Emisi Limbah Makanan
Sistem Pengelolaan Terpadu Bisa Tekan Biaya dan Emisi Limbah Makanan
LSM/Figur
Kemenhut Terapkan Syarat Ketat untuk Pengelola Baru Bandung Zoo
Kemenhut Terapkan Syarat Ketat untuk Pengelola Baru Bandung Zoo
Pemerintah
Mandatori Biodiesel B50 Ditunda, Ini Alasan Tak Perlu Buru-buru
Mandatori Biodiesel B50 Ditunda, Ini Alasan Tak Perlu Buru-buru
Swasta
Daftar 10 Spesies Terancam Punah 2026, Belut hingga Tulip
Daftar 10 Spesies Terancam Punah 2026, Belut hingga Tulip
LSM/Figur
Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Pastikan Pidanakan Pelaku
Gajah Sumatera Mati Tanpa Kepala di Riau, Kemenhut Pastikan Pidanakan Pelaku
Pemerintah
Bulog Pasok Komoditas Pangan ke 648 KDMP di Jawa Timur
Bulog Pasok Komoditas Pangan ke 648 KDMP di Jawa Timur
BUMN
Dilarang Naik Gajah, Ini Alasan Kemenhut Hentikan Wisata Gajah Tunggang
Dilarang Naik Gajah, Ini Alasan Kemenhut Hentikan Wisata Gajah Tunggang
Pemerintah
IPB University Dorong Desa Kembangkan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
IPB University Dorong Desa Kembangkan Koperasi dan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
Pemerintah
Peneliti Ungkap Kondisi Oksigen Laut Masa Depan lewat Plankton Purba
Peneliti Ungkap Kondisi Oksigen Laut Masa Depan lewat Plankton Purba
LSM/Figur
133.792 Petani Jawa Timur Kelola 198.326 Ha Hutan dalam Skema Perhutanan Sosial
133.792 Petani Jawa Timur Kelola 198.326 Ha Hutan dalam Skema Perhutanan Sosial
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau