Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Laporan Keberlanjutan Kodak, Emisi Gas Rumah Kaca Berkurang 56 Persen

Kompas.com, 15 April 2025, 20:30 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber knowesg

KOMPAS.com - Perusahaan fotografi global Kodak telah menerbitkan laporan keberlanjutan barunya yang berjudul “One World, One Kodak,” yang memberikan informasi mengenai upaya keberlanjutannya.

Laporan tersebut memberikan gambaran umum tentang upaya lingkungan dan sosial perusahaan selama tahun 2023 dan hingga kuartal ketiga tahun 2024.

Dikutip dari Know ESG, Selasa (15/4/2025), menurut Kodak, keberlanjutan adalah bagian utama dari nilai-nilai dan operasi bisnisnya, dan laporan tersebut adalah bukti bagaimana keberlanjutan membentuk dan memandu keputusan serta inovasi perusahaan.

Laporan Kodak mengungkapkan bahwa perusahaan telah memenuhi beberapa tujuan lingkungan tahun 2025.

Buktinya, perusahaan berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca dan konsumsi air masing-masing sebesar 56 persen dan 31 persen.

Baca juga: Laporan Keberlanjutan Punya Peran Penting buat Perusahaan

Selain tujuan-tujuan lingkungan, perusahaan juga mendukung para karyawannya dan komunitas-komunitas di sekitarnya.

Untuk tujuan tersebut, perusahaan melakukan peningkatan dalam kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan karyawan, serta memperkenalkan beberapa program dukungan komunitas untuk memperkuat komitmen sosialnya.

Teknologi-teknologi inovatifnya juga membantu bisnis lain dalam menjadi lebih ramah lingkungan. Ini menunjukkan bahwa kontribusi keberlanjutan Kodak tidak hanya terbatas pada operasinya sendiri, tetapi juga membantu perusahaan lain mencapai tujuan keberlanjutan mereka.

Laporan keberlanjutan Kodak menyoroti bagaimana produk-produk percetakan perusahaan seperti mesin cetak, tinta, dan pelat cetak telah membantu pelanggan menggunakan lebih sedikit air, energi, dan bahan kimia.

Laporan pun menyertakan kisah-kisah mereka yang telah mendapatkan manfaat dari penggunaan produk-produk Kodak yang ramah lingkungan.

Sebagai contoh, penggunaan Pelat Bebas Proses SONORA yang tidak memerlukan proses kimia tambahan, Mesin Cetak PROSPER dengan teknologi percetakan yang lebih efisien, dan tinta berbahan dasar air telah berhasil mengurangi limbah dan dampak negatif terhadap lingkungan dari kegiatan percetakan.

Baca juga: Dorong Pelaporan, UE Sederhanakan Aturan Keberlanjutan

Lebih lanjut, Kodak menerbitkan laporan ini sesuai dengan standar Global Reporting Initiative (GRI).

Perusahaan ingin pelanggan, mitra, dan pemasoknya memiliki data yang jelas dan akurat tentang kinerjanya dalam hal keberlanjutan.

"Strategi keberlanjutan kami berakar pada keyakinan bahwa kami dapat memberikan dampak positif pada dunia sambil memberikan nilai kepada pelanggan dan pemegang saham," kata CEO Kodak, Jim Continenza.

"Keberlanjutan merupakan bagian integral dari strategi pertumbuhan dan cerminan dari nilai-nilai perusahaan kami,” tambahnya.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Hujan Lebat Desember–Januari, PVMBG Ingatkan Siaga Longsor dan Banjir Saat Nataru
Hujan Lebat Desember–Januari, PVMBG Ingatkan Siaga Longsor dan Banjir Saat Nataru
Pemerintah
89 Persen Masyarakat Indonesia Dukung EBT untuk Listrik Menurut Studi Terbaru
89 Persen Masyarakat Indonesia Dukung EBT untuk Listrik Menurut Studi Terbaru
Pemerintah
Teluk Saleh NTB jadi Habitat Hiu Paus Melahirkan dan Melakukan Pengasuhan
Teluk Saleh NTB jadi Habitat Hiu Paus Melahirkan dan Melakukan Pengasuhan
LSM/Figur
3 Siklon Bergerak Lintasi Indonesia, Bakal Picu Cuaca Ekstrem
3 Siklon Bergerak Lintasi Indonesia, Bakal Picu Cuaca Ekstrem
Pemerintah
Hadapi Puncak Musim Hujan, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Hadapi Puncak Musim Hujan, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca
Pemerintah
Riset CELIOS Sebut Kasus Keracunan MBG Bisa Capai 22.000 pada 2026 Jika Tak Diperbaiki
Riset CELIOS Sebut Kasus Keracunan MBG Bisa Capai 22.000 pada 2026 Jika Tak Diperbaiki
LSM/Figur
Penumpang Pesawat Berisiko Terpapar Partikel Ultrahalus Berbahaya
Penumpang Pesawat Berisiko Terpapar Partikel Ultrahalus Berbahaya
LSM/Figur
Ratusan Gelondongan Kayu Ilegal Diangkut dari Hutan Tapanuli Selatan
Ratusan Gelondongan Kayu Ilegal Diangkut dari Hutan Tapanuli Selatan
Pemerintah
Riset CELIOS: Lapangan Kerja dari Program MBG Terbatas dan Tak Merata
Riset CELIOS: Lapangan Kerja dari Program MBG Terbatas dan Tak Merata
LSM/Figur
Presiden Prabowo Beri 20.000 Hektar Lahan di Aceh untuk Gajah
Presiden Prabowo Beri 20.000 Hektar Lahan di Aceh untuk Gajah
Pemerintah
IWGFF: Bank Tak Ikut Tren Investasi Hijau, Risiko Reputasi akan Tinggi
IWGFF: Bank Tak Ikut Tren Investasi Hijau, Risiko Reputasi akan Tinggi
LSM/Figur
MBG Bikin Anak Lebih Aktif, Fokus, dan Rajin Belajar di Sekolah?, Riset Ini Ungkap Persepsi Orang Tua
MBG Bikin Anak Lebih Aktif, Fokus, dan Rajin Belajar di Sekolah?, Riset Ini Ungkap Persepsi Orang Tua
LSM/Figur
Mikroplastik Bisa Sebarkan Patogen Berbahaya, Ini Dampaknya untuk Kesehatan
Mikroplastik Bisa Sebarkan Patogen Berbahaya, Ini Dampaknya untuk Kesehatan
LSM/Figur
Greenpeace Soroti Krisis Iklim di Tengah Minimnya Ruang Aman Warga Jakarta
Greenpeace Soroti Krisis Iklim di Tengah Minimnya Ruang Aman Warga Jakarta
LSM/Figur
Interpol Sita 30.000 Satwa dan Tanaman Ilegal di 134 Negara, Perdagangan Daging Meningkat
Interpol Sita 30.000 Satwa dan Tanaman Ilegal di 134 Negara, Perdagangan Daging Meningkat
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau