Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski Politik Labil, 92 Persen CFO Tetap Niat Investasi Keberlanjutan

Kompas.com, 21 Februari 2025, 15:13 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Konsultan manajemen AS Kearney bersama We Don't Have Time, platform media untuk aksi iklim, membuat temuan mengejutkan.

Meski ekonomi melambat dan politik tak pasti, 92 persen dari 500 Chief Financial Officer (CFO) di Inggris, AS, Uni Emirat Arab, dan India menyatakan bersedia meningkatkan investasi keberlanjutan pada 2025.

Survei juga menemukan bahwa hampir 40 persen dari CFO bermaksud mengalokasikan antara 2,1 persen hingga 2,5 persen dari pendapatan perusahaan untuk inisiatif keberlanjutan.

Sementara, 23 persen CFO bertujuan mengalokasikannya untuk berinvestasi lebih banyak lagi, menandai komitmen signifikan terhadap program lingkungan. Hanya 4 persen CFO yang mau mengalokasikan kurang dari 1 persen pendapatan untuk inisiatif keberlanjutan pada 2025.

Sebanyak 93 persen CFO masih memandang inisiatif keberlanjutan dari perspektif beban atau biaya yang harus dikelaurkan.

Meski demikian, kabar bagusnya, dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com pada Senin (17/2/2024), kini 65 persen CFO sudah mengukur biaya yang harus ditanggung dunia usahanya jika tak melakukan apapun sebagai antisipasi perubahan iklim.

Hal itu menunjukkan bahwa investasi lingkungan menjadi arus utama dalam perencanaan keuangan perusahaan.

Baca juga: Kota-Kota Dunia Perlu Investasi 86 Miliar Dollar AS untuk Proyek Iklim

Prioritas investasi utama sendiri meliputi penerapan material berkelanjutan, peningkatan efisiensi material, pengurangan limbah, peningkatan efisiensi energi, dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan ESG.

Penelitian ini juga menemukan bahwa CFO memprioritaskan proyek yang memberikan pengurangan emisi jangka pendek dan nyata sekaligus menghemat biaya.

Sementara area fokus investasi tambahan mencakup pendidikan tenaga kerja, pengurangan perjalanan bisnis, dan pembelian kompensasi karbon, yang mencerminkan semakin besarnya investasi keberlanjutan dapat mendorong manfaat lingkungan dan finansial.

Temuan tersebut menunjukkan semakin sadarnya bahwa keputusan investasi harus mempertimbangkan biaya dan mitigasi risiko.

Namun, studi mengidentifikasi pula adanya keraguan seputar investasi jangka panjang di mana hasil keuntungan (return) dari lingkungan atau finansial mungkin memerlukan waktu bertahun-tahun untuk terwujud.

Terlepas dari keraguan tersebut, pergeseran perspektif CFO tentang investasi keberlanjutan dapat menandai titik balik dalam aksi iklim industri karena para pemimpin keuangan semakin menyadari pentingnya inisiatif lingkungan.

Baca juga: Australia Suntik Investasi Rp 130 Miliar untuk Energi Terbarukan hingga Pengelolaan Limbah

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau