Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hutan dengan Pohon Campuran Unggul dalam Simpan Karbon

Kompas.com - 27/02/2025, 20:00 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Sebuah studi internasional yang dipimpin University of Freiburg di Jerman menemukan hutan yang terdiri dari banyak spesies pohon dapat menyimpan lebih banyak karbon secara signifikan daripada hutan dengan satu spesies saja.

Dalam studi tersebut peneliti menggunakan data dari eksperimen keanekaragaman pohon tropis tertua di dunia yang berlokasi di Panama.

Wilayah yang disebut Percobaan Sardinilla tersebut berisi lima spesies pohon asli yang telah mencapai tahap perkembangan lanjut karena tumbuh cepat di daerah tropis.

Tim kemudian meneliti data yang terkait dengan berbagai stok serta aliran karbon yang berbeda, mulai dari karbon dalam biomassa pohon di atas tanah hingga karbon dalam serasah daun dan tanah mineral.

Baca juga: Energi Terbarukan Diklaim Lebih Menguntungkan Dari Teknologi Penangkapan Karbon

Peneliti menemukan bahwa hutan yang ditanami dengan lima spesies pohon memiliki stok karbon di atas tanah yang jauh lebih tinggi dan aliran karbon yang lebih besar daripada hutan yang hanya memiliki satu spesies.

Misalnya, seperti dikutip dari Phys, Kamis (27/2/2025) hutan yang kaya spesies menangkap 57 persen lebih banyak dalam biomassa pohon di atas tanah daripada hutan yang monokultur.

Namun tidak ada perbedaan stok dan aliran karbon di bawah tanah.

Hebatnya, efek positif keberagaman pohon dalam menyimpan karbon menguat dari waktu ke waktu meski terjadi peristiwa ekstrem iklim yang berulang seperti kekeringan parah yang disebabkan oleh El Niño dan badai.

Baca juga: Pertama Kali, China Kenalkan Kapal Minyak dengan Penangkap Karbon

"Hutan yang beragam menunjukkan stabilitas ekologi yang lebih baik dan risiko karbon tersimpan yang dilepaskan kembali ke atmosfer lebih rendah daripada hutan monokultur," kata Dr. Florian Schnabel, penulis pertama penelitian dan juga ilmuwan kehutanan di Fakultas Lingkungan dan Sumber Daya Alam University of Freiburg.

Temuan ini pun menyoroti manfaat hutan dengan spesies pohon campuran sebagai bagian restorasi hutan yang bertujuan mengurangi perubahan iklim melalui penyerapan karbon.

"Rata-rata serapan CO2 bersih tahunan dari hutan yang ditanam adalah 5,7 ton setara CO2 per hektar per tahun. Oleh karena itu, diperlukan pertumbuhan pohon selama satu tahun di 11 hektar hutan jenis ini untuk mengimbangi emisi dari satu penerbangan satu arah berdurasi 15-20 jam," kata Dr. Catherine Potvin, dari Universitas McGill di Montreal, Kanada yang juga salah satu pemrakarsa studi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya

Pangkas Emisi Penerbangan, NASA Kembangkan Mesin Hidrogen Hibrida

Pangkas Emisi Penerbangan, NASA Kembangkan Mesin Hidrogen Hibrida

Pemerintah
Fokus Pelestarian Lingkungan, Grup ANJ Raih Empat Penghargaan dari KLH

Fokus Pelestarian Lingkungan, Grup ANJ Raih Empat Penghargaan dari KLH

Swasta
Cegah Kelangkaan Populasi, Pemkab Sukabumi Pilih Beli Sidat dari Pemancing

Cegah Kelangkaan Populasi, Pemkab Sukabumi Pilih Beli Sidat dari Pemancing

Pemerintah
Hutan dengan Pohon Campuran Unggul dalam Simpan Karbon

Hutan dengan Pohon Campuran Unggul dalam Simpan Karbon

Pemerintah
Lestari Award 2025 Menebar Inspirasi Keberlanjutan dengan Tiga Inovasi

Lestari Award 2025 Menebar Inspirasi Keberlanjutan dengan Tiga Inovasi

Swasta
IFish, Proyek KKP-FAO Budidaya dan Lepasliarkan Ikan Sidat

IFish, Proyek KKP-FAO Budidaya dan Lepasliarkan Ikan Sidat

Pemerintah
3 Negara Disebut Ajukan Proposal Pengembangan PLTN di RI, Ini Daftarnya

3 Negara Disebut Ajukan Proposal Pengembangan PLTN di RI, Ini Daftarnya

Pemerintah
Fakta Daur Ulang di Balik Plastik PET Kemasan Besar yang Jadi Primadona

Fakta Daur Ulang di Balik Plastik PET Kemasan Besar yang Jadi Primadona

Swasta
Sebelum Jadi Tersangka Korupsi, Dirut Pertamina Patra Niaga Terima Penghargaan Lingkungan

Sebelum Jadi Tersangka Korupsi, Dirut Pertamina Patra Niaga Terima Penghargaan Lingkungan

Pemerintah
MHU Raih Proper Hijau Dua Tahun Berturut-turut, Komitmen Keberlanjutan Kian Kuat

MHU Raih Proper Hijau Dua Tahun Berturut-turut, Komitmen Keberlanjutan Kian Kuat

Swasta
Jadi Tenaga Baru untuk Transisi Energi, Danantara Harus Dikelola Secara Stabil

Jadi Tenaga Baru untuk Transisi Energi, Danantara Harus Dikelola Secara Stabil

LSM/Figur
Pemilik Aset Tuntut Transparansi ESG Lebih Besar

Pemilik Aset Tuntut Transparansi ESG Lebih Besar

Pemerintah
Masyarakat Sipil Dorong RUU Kehutanan Berpihak Perlindungan Rimba dan Masyarakat Adat

Masyarakat Sipil Dorong RUU Kehutanan Berpihak Perlindungan Rimba dan Masyarakat Adat

LSM/Figur
KLH Gandeng Kementerian ESDM, Pastikan Kelola Energi Ramah Lingkungan

KLH Gandeng Kementerian ESDM, Pastikan Kelola Energi Ramah Lingkungan

Pemerintah
Baru Dibersihkan, Sungai Citarum Kembali Dipenuhi Sampah

Baru Dibersihkan, Sungai Citarum Kembali Dipenuhi Sampah

Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau