Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

411 Spesies Jamur Terancam Punah karena Perubahan Iklim

Kompas.com, 30 Maret 2025, 10:07 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - International Union for Conservation of Nature (IUCN) memperingatkan, deforestasi, pertanian, dan kebakaran yang disebabkan oleh perubahan iklim dapat memicu meningkatnya ancaman pada jamur, sumber kehidupan sebagian besar tanaman di Bumi.

Menurut pembaruan terbaru "Daftar Merah Spesies Terancam" resmi IUCN, setidaknya 411 jamur dari 1.300 varietas yang status konservasinya diketahui dengan baik terancam punah.

Melansir Science Alert, Jumat (28/3/2025), hampir 300 jamur yang terancam punah disebabkan oleh pertumbuhan pesat wilayah pertanian dan perkotaan.

Limpasan nitrogen dan amonia dari pupuk serta polusi mesin juga mengancam 91 spesies jamur. Salah satunya menimbulkan ancaman serius bagi spesies jamur populer di Eropa seperti Hygrocybe intermedia.

Penggundulan hutan untuk kayu atau untuk membuka lahan bagi tanaman pangan juga merupakan ancaman eksistensial utama bagi sedikitnya 198 spesies jamur.

Baca juga: Perubahan Iklim dan El Nino Sebabkan Seni Gua Prasejarah Maros-Pangkep Mengelupas

"Penebangan hutan tua secara besar-besaran sangat merusak bagi jamur, karena jamur tersebut tidak memiliki waktu yang cukup untuk pulih dalam sistem rotasi kehutanan," kata IUCN.

Misalnya, spesies jamur Tricholoma colossus. Spesies ini telah diklasifikasikan sebagai rentan karena hilangnya 30 persen hutan pinus tua di Finlandia, Swedia, dan Rusia sejak pertengahan 1970-an

Pemanasan global juga merupakan faktor pemicu, dengan lebih dari 50 spesies jamur berisiko punah.

"Jamur adalah pahlawan kehidupan yang tidak dikenal di Bumi. Mereka membentuk fondasi ekosistem yang sehat tetapi keberadaannya telah lama diabaikan," kata direktur jenderal IUCN Grethel Aguilar.

Baca juga: Gajah Bisa Jadi Kunci Selamatkan Planet dari Dampak Perubahan Iklim

"Sekarang saatnya untuk mengubah pengetahuan ini menjadi tindakan untuk menjaga populasi jamur yang luar biasa," paparnya lagi.

Penilaian kepunahan jamur ini hanya mencakup sebagian kecil dari jumlah spesies jamur yang tercatat hingga sekarang, yakni sekitar 150.000 spesies jamur.

Sementara jumlah spesies jamur di Bumi sekitar 2,5 juta spesies. Ini menunjukkan jamur yang terancam punah mungkin jauh lebih besar dari angka yang dilaporkan.

"Meskipun jamur sebagian besar hidup tersembunyi di bawah tanah dan di dalam kayu, hilangnya jamur berdampak pada kehidupan di atas tanah yang bergantung padanya," kata Profesor Anders Dahlberg, yang mengoordinasikan penilaian terbaru ini.

Ketika kita kehilangan jamur, kita mengurangi layanan ekosistem dan ketahanan yang mereka berikan, mulai dari ketahanan terhadap kekeringan dan patogen pada tanaman dan pohon hingga penyimpanan karbon di dalam tanah.

Selain itu, banyak jamur juga dapat dimakan, digunakan dalam produksi makanan dan minuman termasuk fermentasi serta menjadi dasar obat-obatan.

Baca juga: Tanaman Pangan Penting Dunia Terancam Punah karena Pemanasan Global

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau