Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usung Fesyen Berkelanjutan, Paramatex Bangun Stan Daur Ulang di PICA Fest 2025

Kompas.com, 29 Juli 2025, 08:31 WIB
Y A Sasongko,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Stan yang dibangun dari material daur ulang mencuri perhatian pengunjung PICA Fest 2025 di Denpasar, Bali.

Tak sekadar tampil beda, stan milik pemasok kain asal Bali, Paramatex, menjadi simbol komitmen terhadap fesyen berkelanjutan.

Paramatex hadir dalam ajang Paradise Island Clothing Association (PICA) Fest 2025 yang berlangsung pada Kamis (24/7/2025) hingga Jumat (27/7/2025). Paramatex merupakan sponsor utama atau official fabric partner gelaran ini.

Tahun ini, perusahaan tersebut menampilkan konsep baru yang menekankan pentingnya gaya hidup sehat serta kepedulian terhadap lingkungan di industri fesyen.

Chief Executive Officer (CEO) Paramatex Chris Rianto mengatakan, stan berbahan daur ulang menjadi wujud komitmen perusahaan untuk menunjukkan bahwa industri tekstil dapat lebih bertanggung jawab secara lingkungan.

“Kami ingin membuktikan bahwa kreativitas bisa sejalan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Booth ini adalah simbol komitmen kami terhadap industri fesyen yang lebih bertanggung jawab,” ujar Chris dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (28/7/2025).

Stan Paramatex tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga dirancang interaktif.

Pengunjung diajak untuk mengikuti mini games, mendapatkan merchandise, serta mencoba langsung beragam jenis kain yang ditawarkan, mulai dari kain sportswear, hingga eco-friendly kain berkualitas premium.

Ragam kain tersebut cocok untuk komunitas kreatif ataupun brand lokal yang ingin mengedepankan kualitas dan keberlanjutan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Paramatex dalam mendukung gerakan fesyen berkelanjutan, tidak hanya melalui produk, tetapi juga edukasi langsung kepada konsumen dan komunitas.

Dikenal sebagai pemasok kain yang telah berpengalaman lebih dari 19 tahun, Paramatex menyediakan bahan tekstil tanpa batas minimum pemesanan (MOQ) dan aktif mendukung pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), komunitas lokal, serta merek fesyen nasional maupun internasional.

Dalam acara PICA Rockin Run 2025, Paramatex menghadirkan jersey resmi berbahan cotton combed premium yang dirancang dengan teknologi tekstil asal Jerman, RUDOLF Group.Dok. Paramatex Dalam acara PICA Rockin Run 2025, Paramatex menghadirkan jersey resmi berbahan cotton combed premium yang dirancang dengan teknologi tekstil asal Jerman, RUDOLF Group.

Teknologi tekstil asal Jerman

Dalam acara PICA Rockin Run 2025, Paramatex menghadirkan jersey resmi berbahan cotton combed premium yang dirancang dengan teknologi tekstil asal Jerman, RUDOLF Group.

Beberapa teknologi yang diterapkan di jersey tersebut, salah satunya adalah RUCO®-SHIELD RAY untuk perlindungan terhadap sinar ultraviolet (UV).

Selain itu, ada pula SILURAN® dan SILVERPLUS® untuk efek cepat kering, antibau, dan cooling effect.

Jersey tersebut dirancang agar tetap ringan, nyaman, dan segar digunakan sepanjang lintasan, terutama di cuaca tropis, seperti Bali, dalam kegiatan kekinian run in cotton anak-anak kalcer.

Proses produksinya pun mengikuti standar keberlanjutan tinggi, mendukung semangat hidup sehat dan ramah lingkungan yang diusung dalam ajang lari tersebut.

Melalui keterlibatannya di PICA Fest 2025, Paramatex menunjukkan bahwa peran pemasok kain tidak hanya sebatas menyediakan bahan tekstil, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan menuju industri fesyen yang lebih sadar lingkungan dan bertanggung jawab.

Dengan inovasi produk dan dukungan terhadap kegiatan komunitas, Paramatex memperkuat posisinya sebagai pilihan utama bagi pelaku industri yang peduli pada kualitas dan nilai keberlanjutan (sustainability).

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
AS Bidik Minyak Venezuela, Importir Terbesar Justru Fokus Transisi Energi
AS Bidik Minyak Venezuela, Importir Terbesar Justru Fokus Transisi Energi
Pemerintah
Kawasan Keanekaragaman Hayati Dunia Terancam, 85 Persen Vegetasi Asli Hilang
Kawasan Keanekaragaman Hayati Dunia Terancam, 85 Persen Vegetasi Asli Hilang
LSM/Figur
Hiper-Regulasi dan Lemahnya Riset Hambat Pengembangan Energi di Indonesia
Hiper-Regulasi dan Lemahnya Riset Hambat Pengembangan Energi di Indonesia
Pemerintah
B50 Dinilai Punya Risiko Ekonomi, IESR Soroti Beban Subsidi
B50 Dinilai Punya Risiko Ekonomi, IESR Soroti Beban Subsidi
LSM/Figur
Studi Ungkap Dampak Pemanasan Global pada Pohon, Tumbuh Lebih Lambat
Studi Ungkap Dampak Pemanasan Global pada Pohon, Tumbuh Lebih Lambat
LSM/Figur
AS Keluar dari UNFCCC, RI Perlu Cari Alternatif Pembiayaan Transisi Energi
AS Keluar dari UNFCCC, RI Perlu Cari Alternatif Pembiayaan Transisi Energi
LSM/Figur
BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan
BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan
Pemerintah
AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Pakar Sebut Indonesia Cari Alternatif Dana Transisi Energi
AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Pakar Sebut Indonesia Cari Alternatif Dana Transisi Energi
LSM/Figur
Polutan Ganggu Kesehatan Burung Laut, Ini Dampak Merkuri dan PFAS
Polutan Ganggu Kesehatan Burung Laut, Ini Dampak Merkuri dan PFAS
LSM/Figur
Krisis Iklim Ancam Juhyo, Fenomena Monster Salju di Jepang
Krisis Iklim Ancam Juhyo, Fenomena Monster Salju di Jepang
Pemerintah
Bahaya Bakar Plastik untuk Rumah Tangga, Ahli Jelaskan Dampaknya
Bahaya Bakar Plastik untuk Rumah Tangga, Ahli Jelaskan Dampaknya
LSM/Figur
Pertanian Ancam Ekosistem Terbesar Dunia, 26 Persen Spesies Hilang
Pertanian Ancam Ekosistem Terbesar Dunia, 26 Persen Spesies Hilang
Pemerintah
325.000 Hektare Perairan Wetar Barat Resmi jadi Kawasan Konservasi
325.000 Hektare Perairan Wetar Barat Resmi jadi Kawasan Konservasi
LSM/Figur
AS Keluar dari UNFCCC, PBB Ingatkan Dampak Kebijakan Trump
AS Keluar dari UNFCCC, PBB Ingatkan Dampak Kebijakan Trump
Pemerintah
INDEF: Tanpa Perbaikan Ketenagakerjaan, Program MBG Berisiko Jadi Beban Antar-Generasi
INDEF: Tanpa Perbaikan Ketenagakerjaan, Program MBG Berisiko Jadi Beban Antar-Generasi
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau