Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terobosan Formula E, Olahraga Pertama dengan Sertifikasi Net Zero BSI

Kompas.com, 1 Agustus 2025, 19:00 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Formula E kini menjadi olahraga pertama di dunia yang mendapatkan sertifikasi Jalur Nol Bersih (Net Zero Pathway) dari British Standards Institution (BSI).

Ini adalah pencapaian besar dalam upaya aksi iklim yang dapat dipercaya di industri olahraga.

Formula E sendiri merupakan ajang balap mobil kursi tunggal yang seluruh mobilnya bertenaga listrik. 

Setelah melalui audit independen dan ketat, Formula E mendapatkan sertifikasi dari BSI berdasarkan operasional mereka sejak Musim 9 (2022/23).

Sertifikasi ini menegaskan bahwa Formula E telah menetapkan target pengurangan emisi yang kuat dan berbasis sains, serta telah menerapkan sistem manajemen yang selaras dengan Pedoman Nol Bersih ISO (IWA 42:2022).

Tidak seperti banyak klaim nol bersih yang sangat bergantung pada kompensasi karbon, sertifikasi BSI mensyaratkan data jejak karbon yang sudah diverifikasi, strategi pengurangan yang ketat, dan pelaporan yang transparan.

Baca juga: F1 Turunkan Jejak Karbon di Tengah Pertumbuhan Olahraga yang Pesat

Sertifikasi ini membuat Formula E selangkah lebih maju dari regulasi seperti EU Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD), serta memberikan jaminan kepada sponsor, tim, mitra, dan penggemar tentang klaim lingkungan mereka.

Menurut BSI, BSI Net Zero Pathway melampaui janji-janji karbon biasa. Jalur ini memverifikasi bahwa data jejak karbon, rencana pengurangan, dan metodologi suatu organisasi memenuhi standar internasional tertinggi.

Sertifikasi ini juga hanya diberikan kepada organisasi yang menjalankan rencana dekarbonisasi berbasis standar secara berkelanjutan, yang diawasi melalui audit tahunan dan verifikasi pihak ketiga.

Sebagai bagian dari komitmennya, Formula E menargetkan untuk mengurangi emisi Cakupan 1 dan 2 sebesar 50 persen dan emisi Cakupan 3 sebesar 27,5 persen pada tahun 2030, dengan data tahun 2018–2019 sebagai acuan.

Organisasi ini juga menetapkan target untuk mencapai emisi nol bersih yang kredibel pada tahun 2040 atau selambat-lambatnya pada tahun 2050, sesuai dengan Kerangka Aksi Iklim untuk Olahraga UNFCCC.

Strategi pengurangan emisi ini mencakup memaksimalkan penggunaan listrik terbarukan, mengoptimalkan logistik pengangkutan barang, menggunakan bahan bakar berkelanjutan, serta menciptakan pengalaman bagi penggemar yang minim dampak pada makanan dan limbah.

Baca juga: Industri Olahraga Dukung Pengukuran Karbon yang Akurat

"Sejak hari pertama, Formula E telah mendorong batasan tentang makna sebuah olahraga, menunjukkan bahwa balap motor elit dan keberlanjutan dapat berkembang bersama," kata Julia Pallé, Wakil Presiden Keberlanjutan di Formula E.

"Menjadi olahraga pertama yang tersertifikasi pada BSI Net Zero Pathway membuktikan bahwa aksi iklim kami bukan sekadar janji, melainkan strategi yang kuat, berbasis sains, dan dipandu data, yang diverifikasi oleh badan standar terkemuka di dunia," tambahnya dikutip dari ESG News, Selasa (29/7/2025).

Matt Page, Wakil Presiden Senior Layanan Jaminan di BSI mengungkapkan pula sebagai olahraga balap pertama yang mencapai sertifikasi Jalur Nol Bersih, Formula E menetapkan standar baru bagi industri.

Ini bukan hanya pengakuan atas pencapaian teknis, melainkan sebuah sinyal kuat bahwa ketika keberlanjutan didukung oleh standar yang tepercaya dan jaminan independen, hal itu menjadi lebih dari sekadar tujuan. Itu menjadi sebuah sistem untuk perubahan yang kredibel dan bertahan lama.

Pencapaian Formula E itu pun tidak hanya memperkuat kepemimpinan mereka dalam keberlanjutan di dunia olahraga global, tetapi juga meningkatkan standar tentang bagaimana komitmen iklim diukur, diverifikasi, dan dijalankan di seluruh sektor.

Baca juga: F1 Turunkan Jejak Karbon di Tengah Pertumbuhan Olahraga yang Pesat

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menanti 100 Tahun Pulihnya Populasi Hiu Paus, Ikan Terbesar Penghuni Nusantara
Menanti 100 Tahun Pulihnya Populasi Hiu Paus, Ikan Terbesar Penghuni Nusantara
Swasta
Belajar Mendengar Tanpa Telinga dari Segelas Kopi
Belajar Mendengar Tanpa Telinga dari Segelas Kopi
Swasta
Respons Laporan ESDM soal Capaian Bauran EBT, IESR: Hanya Bertambah 1,3 GW
Respons Laporan ESDM soal Capaian Bauran EBT, IESR: Hanya Bertambah 1,3 GW
LSM/Figur
Studi: Mayoritas Percaya Perubahan Iklim Hanya Berdampak pada Orang Lain
Studi: Mayoritas Percaya Perubahan Iklim Hanya Berdampak pada Orang Lain
Pemerintah
Studi Temukan Posisi Knalpot Pengaruhi Jumlah Polusi Udara yang Kita Hirup
Studi Temukan Posisi Knalpot Pengaruhi Jumlah Polusi Udara yang Kita Hirup
Pemerintah
Bauran EBT Sektor Listrik Lampaui Target, Kapasitasnya Bertambah 15.630 MW
Bauran EBT Sektor Listrik Lampaui Target, Kapasitasnya Bertambah 15.630 MW
Pemerintah
Kemenhut Bersihkan 1.272 Meter Gelondongan Kayu Pasca Banjir Sumatera
Kemenhut Bersihkan 1.272 Meter Gelondongan Kayu Pasca Banjir Sumatera
Pemerintah
AS Bidik Minyak Venezuela, Importir Terbesar Justru Fokus Transisi Energi
AS Bidik Minyak Venezuela, Importir Terbesar Justru Fokus Transisi Energi
Pemerintah
Kawasan Keanekaragaman Hayati Dunia Terancam, 85 Persen Vegetasi Asli Hilang
Kawasan Keanekaragaman Hayati Dunia Terancam, 85 Persen Vegetasi Asli Hilang
LSM/Figur
Hiper-Regulasi dan Lemahnya Riset Hambat Pengembangan Energi di Indonesia
Hiper-Regulasi dan Lemahnya Riset Hambat Pengembangan Energi di Indonesia
Pemerintah
B50 Dinilai Punya Risiko Ekonomi, IESR Soroti Beban Subsidi
B50 Dinilai Punya Risiko Ekonomi, IESR Soroti Beban Subsidi
LSM/Figur
Studi Ungkap Dampak Pemanasan Global pada Pohon, Tumbuh Lebih Lambat
Studi Ungkap Dampak Pemanasan Global pada Pohon, Tumbuh Lebih Lambat
LSM/Figur
AS Keluar dari UNFCCC, RI Perlu Cari Alternatif Pembiayaan Transisi Energi
AS Keluar dari UNFCCC, RI Perlu Cari Alternatif Pembiayaan Transisi Energi
LSM/Figur
BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan
BMKG Prediksi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Sepekan ke Depan
Pemerintah
AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Pakar Sebut Indonesia Cari Alternatif Dana Transisi Energi
AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Pakar Sebut Indonesia Cari Alternatif Dana Transisi Energi
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau