Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inggris Berencana Pangkas Dana Iklim dan Konservasi untuk Asia dan Afrika

Kompas.com, 3 Maret 2026, 16:11 WIB
Zintan Prihatini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Inggris dilaporkan berencana memangkas sejumlah pendanaan iklim dan konservasi untuk negara berkembang. Di Afrika dan Asia, beberapa program yang bertujuan melindungi alam pada ekosistem vital bahkan disebut sudah dibatalkan.

Dilansir dari The Guardian, Selasa (3/3/2026), Inggris disebut akan memotong anggaran Dana Blue Planet senilai 500 juta poundsterling (sekitar Rp 11,5 triliun). Namun, hal ini belum diungkap ke publik.

Baca juga: 

“Dukungan Inggris untuk pelestarian alam internasional harus dipertahankan sesuai dengan proporsinya dalam anggaran iklim internasional," kata Perwakilan Conservation International UK, Jonathan Hall.

Hall lalu mendesak transparansi pendanaan untuk program iklim dan ekosistem. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami dampak besar dari pemotongan anggaran terhadap lingkungan dan kehidupan mereka. 

Inggris akan pangkas dana iklim di negara berkembang?

Keputusan tidak sejalan dengan komitmen internasional

Ilustrasi lamun Tanjung Kelor, Sekotong, Lombok Barat. Inggris berencana memangkas pendanaan untuk berbagai program iklim untuk berbagai negara berkembang di Afrika, Asia, serta Amerika Selatan. Dok. Wikimedia Commons/Eka0998 Ilustrasi lamun Tanjung Kelor, Sekotong, Lombok Barat. Inggris berencana memangkas pendanaan untuk berbagai program iklim untuk berbagai negara berkembang di Afrika, Asia, serta Amerika Selatan.

Inggris disebut memangkas dan menutup sebagian Dana Lanskap Keanekaragaman Hayati senilai 100 juta poundsterling (sekitar Rp 2,3 triliun) untuk melindungi alam di ekosistem vital di negara miskin.

Mulanya, pendanaan ditujukan untuk enam daerah di Afrika, Amerika Selatan, dan Asia, tapi jumlah ini telah dikurangi menjadi dua wilayah saja.

Skema lainnya telah dikurangi cakupannya, salah satunya Inggris hanya mengizinkan pendanaan selama satu tahun.

Pemerintah Inggris pun berencana memangkas pendanaan International Climate Fund (ICF) meski sebelumnya telah berkomitmen mengalokasikan 11,6 miliar poundsterling (sekitar Rp 266,8 triliun) selama lima tahun hingga akhir Maret 2026.

Akan tetapi, alokasi pendanaan dipangkas menjadi sembilan miliar poundsterling (sekitar Rp 207 triliun) untuk lima tahun ke depan.

Pendanaan tersebut membantu negara-negara berkembang menurunkan emisi gas rumah kaca dan menghadapi dampak perubahan iklim.

Oleh karena itu, keputusan Inggris dinilai tidak sejalan dengan komitmen internasional negara-negara maju yang berjanji melipatgandakan pendanaan iklim global hingga 300 miliar dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 5.036,7 triliun) per tahun pada 2035.

“Inggris tetap berada di jalur yang tepat untuk menyalurkan setidaknya 11,6 miliar pound dalam bentuk ICF pada akhir Maret 2026. Kami terus menerbitkan informasi yang teratur dan transparan untuk memungkinkan masyarakat di Inggris dan internasional melacak perkembangan, dan kami akan segera menerbitkan alokasi Bantuan Pembangunan Luar Negeri untuk tiga tahun ke depan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.

Baca juga:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau