Editor
JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan sosial Liberty Society bersama LindungiHutan meluncurkan program Green Experience Partner sebagai upaya untuk membantu perusahaan di Indonesia menyelenggarakan acara berkelanjutan yang bebas sampah sekaligus mendukung target net zero carbon.
Founder Liberty Society, Tamara Gondo, mengatakan inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap banyaknya sampah yang dihasilkan dari acara berskala besar.
“Faktanya, satu event dengan 5.000 pengunjung bisa menghasilkan hingga 4 meter kubik sampah. Sayangnya, sebagian besar hanya berakhir di TPA tanpa pengelolaan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi Senin (1/9/2025).
Baca juga: Terapkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, BCA Expo 2025 Pangkas Emisi Karbon 18,1 Ton
Melalui program ini, setiap acara yang difasilitasi akan memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara bertanggung jawab oleh mitra seperti Rekosistem, hingga pemilihan vendor ramah lingkungan, misalnya jasa katering tanpa kemasan sekali pakai.
Untuk mendukung target bebas karbon, Green Experience Partner juga menggandeng LindungiHutan dalam kegiatan penanaman pohon di berbagai lokasi.
Selain itu, Liberty Society menghadirkan berbagai kegiatan seperti sustainability outing, workshop daur ulang, hingga masterclass yang dirancang sesuai kebutuhan perusahaan.
Salah satunya diwujudkan lewat kolaborasi dengan Roemah Koffie dalam workshop mengolah limbah kopi menjadi produk bernilai guna.
Program ini mendapat dukungan Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation Business for Impact Grant Programme 2023.
“Kami bangga mendukung Liberty Society sebagai wirausaha sosial yang memberi dampak nyata bagi lingkungan sekaligus memberdayakan perempuan dan komunitas rentan,” kata Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia.
Baca juga: Perdagangan Karbon Belum Bergairah, Padahal Butuh Rp 4.000 T untuk Pangkas Emisi
Liberty Society menargetkan mampu mendaur ulang 50 ton sampah sepanjang 2025. Dana hibah dari DBS Foundation juga digunakan untuk melatih 200 perempuan prasejahtera, mendaur ulang 20 ton sampah, serta membangun fasilitas daur ulang baru untuk memperluas jangkauan program.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya