Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari Galian Bekas Tambang Jadi Kehidupan Baru

Kompas.com, 15 September 2025, 08:50 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Lahan bekas pertambangan kerap ditinggalkan begitu saja, tanpa pengelolaan berkelanjutan. Tak jarang, cekungan di area konsesi hanya menjadi danau tak berpenghuni.

Namun, dari banyaknya perusahaan yang tak bertanggung jawab, PT Vale Indonesia Tbk, anggota BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, mereklamasi eks lahan tambang dengan menanam lebih dari dari 5 juta pohon dan menyemai 2,2 juta bibit pohon lokal.

Hingga 2024, perusahaan ini tercatat telah mereklamasi lahan seluas 3.800 hektare di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Pengamat Tambang dan Energi, Ferdy Hasiman, menilai reklamasi Vale menjadi yang paling sukses di antara seluruh perusahaan tambang milik BUMN.

"Kota Sorowako dibangun dari reklamasi pasca tambangnya perusahaan Vale, dan itu yang sudah mereka lakukan sekarang. Di west block dan east block sudah dilakukan, dan mereka sangat menjaga keanekaragaman hayati di sekitar Sungai Matano," kata Ferdy saat dihubungi, Minggu (14/9/2025).

Baca juga: 2016-2024, MIND ID Reklamasi 7.000 Hektar Lahan Bekas Tambang

Selain itu, 360 bibit pohon ditanam di atas lahan seluas 6,2 hektare di Rasyidah N3, Morowali Sulawesi Tengah, dari total target 4.427 bibit dan 19,3 hektare sepanjang tahun ini.

"Kalau bicara soal reklamasi pasca tambang, Vale jagonya. Sukses mereka reklamasi pasca tambang, rumah-rumah yang punya Vale kan dari reruntuhan tambang yang dibangun sepanjang Kota Sorowako menjadi rumah karyawan dan segala macamnya," tutur Ferdy.

Vale juga mengoperasikan tiga pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Larona, Balambano, dan Karebbe dengan total kapasitas 365 MW sebagai upaya transisi energi dari bahan bakar fosil.

Bukan hanya Vale, anak usaha MIND ID, PT Bukit Asam Tbk, mereklamasi lahan pasca tambang di Tanjung Enim, Sumatera Selatan menjadi Klawas Waterpark di atas lahan stockpile batu bara seluas 3.200 meter persegi.

Sementara, PT Timah Tbk menyulap bekas tambang sebagai lokasi agrowisata Kampong Reklamasi Selinsing, di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung.

Poros Roda Perekonomian

Menurut Ferdy, usai mengakuisisi Freeport dan Vale, MIND ID memperkuat posisi sebagai penggerak hilirisasi industri tambang sekaligus penopang perekonomian masyarakat sekitar wilayah operasinya.
Tambang PT Antam di Pongkor, Jawa Barat, dan Halmahera Timur, Maluku Utara, misalnya, yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah setempat.

Baca juga: MIND ID Ungkap 4 Strategi Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

Kendati demikian, ia mengaku belum bisa memerinci terkait Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB anak usaha BUMN tersebut. Di Bangka Belitung, PT Timah dinilai menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat setempat.

"Yang menjadi catatan di sana soal illegal mining yang mencoba masuk ke dalam tambangnya PT Timah. Kami berharap pemerintah menertibkan illegal mining yang ada di dalam konsesinya Timah, karena PT Timah ini punya kontribusi besar untuk ekonomi daerah dan nasional," ucap Ferdy.

Antam membangun smelter feronikel di Halmahera Timur dengan kapasitas tambahan 13.500 metrik ton, sedangkan Vale bersama MIND ID hampir merampungkan pembangunan tiga smelter di Sorowako, Sulawesi.

Di sisi lain, PT Inalum disebut berperan besar dalam pengembangan hilirisasi aluminium. Kapasitas produksi alumina ditargetkan naik dari 300.000 menjadi 500.000 metrik ton per tahun, yang bakal menjadikan Inalum salah satu pemasok terbesar di Asia. Perusahaan-perusahaan itu turut menyerap sekitar 30 persen pekerja lokal.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Dianggap Boros Emisi, Perjalanan Udara Presiden FIFA di Piala Dunia Tuai Protes
Pemerintah
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola
Pemerintah
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Mayoritas Pemimpin Bisnis Cemas Transisi Iklim Berjalan Kacau
Pemerintah
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
Pemerintah
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
Dari Gang Sempit di Jakarta, Seorang ASN Bangun Ekonomi Sirkular yang Turut Hidupi Warga
LSM/Figur
Konsorsium Tiga Media di Asia Tenggara Kerja Sama untuk Perkuat ESG
Konsorsium Tiga Media di Asia Tenggara Kerja Sama untuk Perkuat ESG
Pemerintah
Menilik Upaya BNI dalam Mendorong Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
Menilik Upaya BNI dalam Mendorong Pemerataan Pendidikan di Tanah Air
BUMN
Survei KPMG: 4 dari 5 Perusahaan Bingung Ukur Nilai Ekonomi Bisnis Berkelanjutan
Survei KPMG: 4 dari 5 Perusahaan Bingung Ukur Nilai Ekonomi Bisnis Berkelanjutan
Pemerintah
BNPB Catat Banjir-Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah, Ribuan Orang Terdampak
BNPB Catat Banjir-Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah, Ribuan Orang Terdampak
Pemerintah
Ilusi Lahan Baru di Tengah Deforestasi
Ilusi Lahan Baru di Tengah Deforestasi
Pemerintah
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Pemerintah
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Pemerintah
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
LSM/Figur
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
LSM/Figur
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau