Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perkuat Kerja Sama Pendidikan, Kampus Ukraina Angkat Dubes Arief Muhammad Jadi Profesor Kehormatan

Kompas.com, 7 Oktober 2025, 11:42 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Duta Besar RI untuk Ukraina, Arief Muhammad Basalamah dianugerahi gelar Profesor Kehormatan oleh National Academy of Culture and Arts Management (NAKKKIM) berkat diplomasi yang dilakukan selama bertugas.

Menurut Rektor NAKKKIM, Valerii Marchenko, pengukuhkan Dubes Arief sebagai Honorary Professor NAKKKIM merupakan simbol persahabatan sekaligus komitmen untuk mempererat kerja sama akademik dan budaya antara Indonesia dan Ukraina.

“Hari ini adalah bentuk penghargaan terhadap warisan budaya Indonesia yang tak ternilai. Kami menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada sahabat-sahabat dari Indonesia dan menantikan kolaborasi lebih lanjut yang akan memperkuat persahabatan kedua bangsa,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (6/10/2025).

Baca juga: Dari Konsumtif ke Produktif, Cara Membangun Budaya Keberlanjutan Sejak Dini

Pengukuhan tersebut juga bersamaan dengan perayaan hari batik nasional di Kyiv tahun ini, sekaligus menjadi bukti bahwa diplomasi budaya mampu menembus batas geografis.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kyiv bekerja sama dengan National Academy of Culture and Arts Management (NAKKKIM) untuk menyelenggarakan perayaan Hari Batik Nasional di kampus NAKKKIM yang dihadiri ratusan mahasiswa, akademisi, korps diplomatik, serta perwakilan pejabat pemerintah Ukraina.

Hari Batik Nasional yang diperingati di Indonesia merupakan salah satu hari besar tingkat dunia yang ditetapkan sejak UNESCO pada 2009 meresmikan batik sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Sementara itu Dubes Arief menegaskan bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan warisan budaya yang menyimpan cerita, nilai, dan identitas bangsa Indonesia.

“Batik adalah cerita tentang harmoni, kreativitas, dan kebijaksanaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan mengenakan batik, kita membawa nilai-nilai dan jati diri bangsa yang sudah berusia berabad-abad,” ujarnya.

Acara dimeriahkan dengan presentasi tentang batik oleh staf KBRI Kyiv, pementasan Tari Merak oleh mahasiswa NAKKKIM, serta lantunan lagu tradisional Ukraina.

KBRI Kyiv juga menghadirkan pameran batik dan alat membatik di lobi kampus, yang menyambut pengunjung dengan nuansa Indonesia yang kreatif dan penuh makna.

Suasana semakin hangat dengan sajian kuliner khas Nusantara—mulai dari nasi goreng, mie goreng, bakwan, hingga kue lumpur—yang melengkapi pengalaman budaya Indonesia dari busana hingga cita rasa.

Dubes Arief menamatkan pendidikan Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Bandung kemudian menempuh sejumlah pendidikan yang mendukung karirnya sebagai diplomat dari berbagai institusi di berbagai negara.

Baca juga: Pasar Modal Salurkan Bantuan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan di Aceh

Diplomat penggemar kopi ini memiliki pengalaman panjang pada organisasi geopolitik dan ekonomi di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Sebagai diplomat, Dubes Arief pernah mendapatkan penugasan di Tunisia, Inggris, Kanada dan Prancis.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Regulasi ESG di Indonesia Belum Penuhi Aspek yang Dipersyaratkan Pasar Global
Pemerintah
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Krisis Iklim Rusak Keanekaragaman Hayati Mikroba Sungai
Pemerintah
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
BRIN dan YKAN Uji Pembakaran Gambut Terkendali untuk Perbaiki Akurasi Data Emisi Nasional
LSM/Figur
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
Paparan Suhu Panas Ekstrem Global Naik 22 Persen, Apa Dampaknya?
LSM/Figur
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
PBB Peringatkan AI Perparah Bias Gender dan Kekerasan di Dunia Maya
Pemerintah
Revisi UU Sisdiknas, Jangan Sekadar Ganti Aturan
Revisi UU Sisdiknas, Jangan Sekadar Ganti Aturan
LSM/Figur
3 Ton Sampah Plastik Diangkut dari Pantai Liang Sulawesi Utara lewat Global Ocean Cleanup
3 Ton Sampah Plastik Diangkut dari Pantai Liang Sulawesi Utara lewat Global Ocean Cleanup
Pemerintah
BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Daerah Sepekan ke Depan
BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Daerah Sepekan ke Depan
Pemerintah
Asosiasi Petani Minta Pemerintah Evaluasi Keberadaan DSI dalam Tata Niaga Sawit
Asosiasi Petani Minta Pemerintah Evaluasi Keberadaan DSI dalam Tata Niaga Sawit
LSM/Figur
Singapura Evaluasi Rencana Induk Daur Ulang Sampah Demi Perpanjang Usia TPA Semakau
Singapura Evaluasi Rencana Induk Daur Ulang Sampah Demi Perpanjang Usia TPA Semakau
Pemerintah
Fenomena Super El Nino Ancam Nasib 500 Juta Petani Global
Fenomena Super El Nino Ancam Nasib 500 Juta Petani Global
Pemerintah
Pemerintah Bakal Terbitkan Inpres Perlindungan Gajah Demi Cegah Kepunahan
Pemerintah Bakal Terbitkan Inpres Perlindungan Gajah Demi Cegah Kepunahan
Pemerintah
Imbas Cuaca Panas, Produksi Susu Merosot dan Kurang Bergizi
Imbas Cuaca Panas, Produksi Susu Merosot dan Kurang Bergizi
Pemerintah
BRIN Identfikasi Spesies Baru Rhododendron yombuwurii di Sulawesi Tengah
BRIN Identfikasi Spesies Baru Rhododendron yombuwurii di Sulawesi Tengah
Pemerintah
Penghidupan Jutaan Orang Asia Tenggara dari Sungai Mekong Terancam Tambang Ilegal di Myanmar
Penghidupan Jutaan Orang Asia Tenggara dari Sungai Mekong Terancam Tambang Ilegal di Myanmar
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau