Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

COP30: Peta Jalan untuk Hentikan Iklan Bahan Bakar Fosil Disepakati

Kompas.com, 13 November 2025, 17:35 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Sebuah rencana terperinci baru untuk industri periklanan dan media global telah diluncurkan di COP30.

Peta jalan tersebut bertujuan untuk membantu industri periklanan dan media menghentikan promosi bahan bakar secara bertahap dan memastikan mereka tetap untung serta legal dalam proses transisi tersebut.

Inisiatif ini muncul sebagai tanggapan atas seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menghapus iklan bahan bakar fosil.

Cetak biru tersebut telah menerima dukungan dari Selwin Hart, Asisten Sekretaris Jenderal PBB dan Penasihat Khusus untuk Aksi Iklim.

"Cetak biru menguraikan langkah-langkah konkret bagi bisnis untuk mempercepat transformasi yang diperlukan guna mengatasi ancaman perubahan iklim yang nyata dan memberikan bukti bahwa transisi dari bahan bakar fosil merupakan peluang komersial yang sangat besar yang menguntungkan semua pihak," papar Hart, dikutip dari Edie, Rabu (12/11/2025).

Baca juga: Perusahaan Bahan Bakar Fosil Tambah 2.300 Proyek Baru, Picu Krisis Karbon

Laporan yang berjudul ‘The Five Levers for Change: A Blueprint to Phase Out Fossil Fuel Advertising’ yang diterbitkan oleh ACT Climate Labs menunjukkan bahwa perusahaan induk agensi memperoleh kurang dari 1 persen pendapatan mereka dari klien bahan bakar fosil, namun menghadapi risiko finansial, hukum, dan reputasi yang signifikan dari mempertahankan kerja sama tersebut.

Nah, peta jalan ini menyajikan jalur alternatif untuk mendapatkan pendapatan bukan dari mengiklankan bahan bakar fosil melainkan dengan mengalihkan fokus dan keahlian agensi dan media untuk mempromosikan produk dan layanan yang berorientasi pada ekonomi sirkular.

Model ekonomi tersebut diperkirakan bernilai 4,5 triliun dolar AS, menunjukkan potensi finansial yang sangat besar dari sektor ini.

Laporan ini mendefinisikan klien bahan bakar fosil sebagai perusahaan yang terutama terlibat dalam ekstraksi, pemrosesan, transportasi, atau penjualan minyak, gas, atau batu bara, termasuk yang terdaftar dalam Basis Data Perusahaan Karbon Utama.

Definisi ini juga mencakup perusahaan utilitas yang menghasilkan lebih dari separuh listrik atau pendapatan mereka dari bahan bakar fosil, organisasi yang mendanai infrastruktur bahan bakar fosil baru, dan asosiasi perdagangan yang mewakili kepentingan-kepentingan ini.

Definisi ini juga mencakup entitas yang mempromosikan tujuan bahan bakar fosil sambil menyembunyikan hubungan keuangan, seperti kelompok lobi.

Laporan berpendapat bahwa perusahaan bahan bakar fosil telah lama menyesatkan publik tentang perubahan iklim.

Misalnya saja, dokumen internal dari tahun 1980-an menunjukkan bahwa para ilmuwan di ExxonMobil dan Shell secara akurat memprediksi bahwa emisi dari bahan bakar fosil akan menyebabkan gangguan iklim yang besar.

Meskipun demikian, strategi komunikasi perusahaan-perusahaan tersebut berkontribusi pada kebingungan publik dan menunda aksi iklim.

Data dari Carbon Majors Database mengaitkan 71 persen emisi industri global sejak 1988 dengan 100 perusahaan bahan bakar fosil.

Baca juga: Perusahaan Bahan Bakar Fosil Wajib Kembangkan Teknologi Penghilang Karbon

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Selandia Baru Ungkap Besarnya Potensi Panas Bumi di Sulawesi Utara
Selandia Baru Ungkap Besarnya Potensi Panas Bumi di Sulawesi Utara
BUMN
Kisah Faris Budiman, Kampanyekan Kesehatan Anak lewat Karya Animasi
Kisah Faris Budiman, Kampanyekan Kesehatan Anak lewat Karya Animasi
LSM/Figur
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi hingga Sepekan ke Depan
BMKG: Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi hingga Sepekan ke Depan
Pemerintah
Ahli Jelaskan Solusi Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane, Pakai Eceng Gondok?
Ahli Jelaskan Solusi Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane, Pakai Eceng Gondok?
LSM/Figur
2 Nuri Maluku Diamankan dari Kapal di Banda, BKSDA Perketat Pengawasan Jalur Laut
2 Nuri Maluku Diamankan dari Kapal di Banda, BKSDA Perketat Pengawasan Jalur Laut
Pemerintah
Daur Ulang Plastik Fleksibel Terkendala Biaya dan Regulasi
Daur Ulang Plastik Fleksibel Terkendala Biaya dan Regulasi
LSM/Figur
Berdayakan Pekerja Sektor Informal Persampahan, Coca-Cola Indonesia gandeng Mahija
Berdayakan Pekerja Sektor Informal Persampahan, Coca-Cola Indonesia gandeng Mahija
Swasta
1.500 Ecoenzym Dituang ke Sungai Cisadane, Ahli Jelaskan Efektivitasnya
1.500 Ecoenzym Dituang ke Sungai Cisadane, Ahli Jelaskan Efektivitasnya
LSM/Figur
Generasi Sandwich Mudah Burnout akibat Beban Ekonomi dan Tekanan Kerja
Generasi Sandwich Mudah Burnout akibat Beban Ekonomi dan Tekanan Kerja
LSM/Figur
Cuaca Ekstrem Meningkat, Ilmuwan Desak Sistem Peringatan Bencana yang Lebih Personal
Cuaca Ekstrem Meningkat, Ilmuwan Desak Sistem Peringatan Bencana yang Lebih Personal
LSM/Figur
BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak, Tangani Serangan Beruang di Talamau
BKSDA Sumbar Pasang Kandang Jebak, Tangani Serangan Beruang di Talamau
Pemerintah
Sampah Organik MBG Jadi Sumber Ekonomi Tambahan Pemulung di Duren Sawit
Sampah Organik MBG Jadi Sumber Ekonomi Tambahan Pemulung di Duren Sawit
Swasta
Program Hidroponik Berbasis PLTS Dukung Inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong
Program Hidroponik Berbasis PLTS Dukung Inisiatif Green Terminal Tanjung Sekong
BUMN
Sukabumi Resmikan Fasilitas Biogas dan Solar Dryer House
Sukabumi Resmikan Fasilitas Biogas dan Solar Dryer House
LSM/Figur
Sinar Matahari Bisa Turunkan Keanekaragaman dan Biomassa Padang Rumput
Sinar Matahari Bisa Turunkan Keanekaragaman dan Biomassa Padang Rumput
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau