KOMPAS.com - Sebuah rencana terperinci baru untuk industri periklanan dan media global telah diluncurkan di COP30.
Peta jalan tersebut bertujuan untuk membantu industri periklanan dan media menghentikan promosi bahan bakar secara bertahap dan memastikan mereka tetap untung serta legal dalam proses transisi tersebut.
Inisiatif ini muncul sebagai tanggapan atas seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menghapus iklan bahan bakar fosil.
Cetak biru tersebut telah menerima dukungan dari Selwin Hart, Asisten Sekretaris Jenderal PBB dan Penasihat Khusus untuk Aksi Iklim.
"Cetak biru menguraikan langkah-langkah konkret bagi bisnis untuk mempercepat transformasi yang diperlukan guna mengatasi ancaman perubahan iklim yang nyata dan memberikan bukti bahwa transisi dari bahan bakar fosil merupakan peluang komersial yang sangat besar yang menguntungkan semua pihak," papar Hart, dikutip dari Edie, Rabu (12/11/2025).
Baca juga: Perusahaan Bahan Bakar Fosil Tambah 2.300 Proyek Baru, Picu Krisis Karbon
Laporan yang berjudul ‘The Five Levers for Change: A Blueprint to Phase Out Fossil Fuel Advertising’ yang diterbitkan oleh ACT Climate Labs menunjukkan bahwa perusahaan induk agensi memperoleh kurang dari 1 persen pendapatan mereka dari klien bahan bakar fosil, namun menghadapi risiko finansial, hukum, dan reputasi yang signifikan dari mempertahankan kerja sama tersebut.
Nah, peta jalan ini menyajikan jalur alternatif untuk mendapatkan pendapatan bukan dari mengiklankan bahan bakar fosil melainkan dengan mengalihkan fokus dan keahlian agensi dan media untuk mempromosikan produk dan layanan yang berorientasi pada ekonomi sirkular.
Model ekonomi tersebut diperkirakan bernilai 4,5 triliun dolar AS, menunjukkan potensi finansial yang sangat besar dari sektor ini.
Laporan ini mendefinisikan klien bahan bakar fosil sebagai perusahaan yang terutama terlibat dalam ekstraksi, pemrosesan, transportasi, atau penjualan minyak, gas, atau batu bara, termasuk yang terdaftar dalam Basis Data Perusahaan Karbon Utama.
Definisi ini juga mencakup perusahaan utilitas yang menghasilkan lebih dari separuh listrik atau pendapatan mereka dari bahan bakar fosil, organisasi yang mendanai infrastruktur bahan bakar fosil baru, dan asosiasi perdagangan yang mewakili kepentingan-kepentingan ini.
Definisi ini juga mencakup entitas yang mempromosikan tujuan bahan bakar fosil sambil menyembunyikan hubungan keuangan, seperti kelompok lobi.
Laporan berpendapat bahwa perusahaan bahan bakar fosil telah lama menyesatkan publik tentang perubahan iklim.
Misalnya saja, dokumen internal dari tahun 1980-an menunjukkan bahwa para ilmuwan di ExxonMobil dan Shell secara akurat memprediksi bahwa emisi dari bahan bakar fosil akan menyebabkan gangguan iklim yang besar.
Meskipun demikian, strategi komunikasi perusahaan-perusahaan tersebut berkontribusi pada kebingungan publik dan menunda aksi iklim.
Data dari Carbon Majors Database mengaitkan 71 persen emisi industri global sejak 1988 dengan 100 perusahaan bahan bakar fosil.
Baca juga: Perusahaan Bahan Bakar Fosil Wajib Kembangkan Teknologi Penghilang Karbon
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya