KOMPAS.com - Program Pangan Dunia PBB (WFP) mengungkapkan untuk mengakhiri kelaparan pada tahun 2030 hanya memerlukan biaya 93 miliar dolar AS per tahun.
Angka tersebut kurang dari satu persen yang dihabiskan untuk anggaran militer selama satu dekade terakhir yang jumlahnya mencapai 21,9 triliun dolar AS.
Laporan Global Outlook tahun 2026 yang dirilis organisasi PBB tersebut juga memperkirakan 318 juta orang akan menghadapi tingkat kelaparan pada tingkat krisis atau lebih buruk pada 2026.
Jumlah tersebut dua kali lipat dari angka yang tercatat pada 2019.
WFP menyebut hal itu terjadi karena dukungan internasional untuk orang-orang paling lapar di dunia berjalan lambat, terfragmentasi, dan kekurangan dana.
Baca juga: Laut Kunci Atasi Krisis Pangan Dunia, tapi Indonesia Tak Serius Menjaga
Artinya, banyak orang yang tinggal di lokasi bermasalah di dunia seperti dilanda konflik, krisis iklim, kemungkinan besar tidak akan dapat menerima bantuan yang memadai tahun depan.
“Kaum termiskin membayar harga tertinggi,” kata Amina Mohammed, Wakil Sekretaris Jenderal PBB.
Ketika bangsa, organisasi, atau individu yang kuat, terlibat dalam konflik, pihak yang lemah atau tidak bersalah yang menanggung beban penderitaan yang paling berat.
Seperti yang terjadi pada warga sipil tak berdosa di Sudan, Gaza, Haiti, Yaman, Sahel, Republik Demokratik Kongo, dan banyak tempat lainnya.
Keluarga-keluarga di tempat tersebut harus menanggung dampak untuk perang yang tidak mereka mulai dan untuk keputusan yang dibuat di ruangan-ruangan di mana suara mereka tidak pernah didengar.
Melansir laman resmi United Nations, Selasa (18/11/2025) dalam hal ini WFP menjadi garda depan untuk memberikan bantuan vital bagi orang-orang di garis depan konflik dan bencana serta mereka yang terpaksa meninggalkan rumahnya.
Baca juga: Intervensi Pangan Berkelanjutan Perlu Libatkan Anak dan Remaja
Tetapi kini, menurut Direktur Eksekutif WFP Cindy McCain, organisasi ini juga menggeser fokus menuju investasi strategis dan solusi berkelanjutan untuk secara fundamental mengakhiri kerawanan pangan, bukan hanya mengobati gejalanya.
Pada tahun 2026, badan tersebut berencana untuk membantu 110 juta orang rentan dengan perkiraan biaya sebesar 13 miliar dolar AS yang meliputi penyediaan makanan darurat, dukungan gizi, program ketahanan masyarakat, dan bantuan teknis untuk memperkuat sistem nasional.
McCain menambahkan di seluruh dunia, kelaparan makin kerap terjadi.
"Solusi dini, efektif, dan inovatif dapat menyelamatkan nyawa dan mengubah kehidupan tetapi kami sangat membutuhkan lebih banyak dukungan untuk melanjutkan pekerjaan penting ini,” katanya.
Termasuk di antaranya berinvestasi dalam adaptasi iklim, mendorong perdamaian, dan mendukung pasar lokal, sekaligus memastikan perempuan dan kaum muda memiliki rasa kepemilikan dan kekuatan dalam pengambilan keputusan.
Itu semua merupakan beberapa prioritas utama yang krusial untuk mengakhiri kelaparan dunia.
Baca juga: Sinergi Pangan dan Energi Masa Depan
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya